Persik Kediri Waspadai Gol Menit Akhir Persita: Ujian Konsistensi Macan Putih di Brawijaya
Baca dalam 60 detik
- Persik Kediri menjamu Persita Tangerang pada pekan kedelapan BRI Super League 2026/2027 di Stadion Brawijaya, Sabtu (31/10/2026), dengan misi menghindari jebakan gol telat yang sudah menimpa empat tim sebelumnya.
- Persita memiliki rekor impresif mencetak gol kemenangan di menit 90+ pada empat laga kandang, menunjukkan efektivitas strategi supersub Aleksa Andrejic dan ketangguhan mental Pendekar Cisadane.
- Laga ini menjadi ujian bagi pelatih Persik, Marcos Reina, untuk membuktikan kemampuan membaca taktik kompatriotnya, Carlos Pena, sekaligus mempertahankan konsistensi di papan atas klasemen.

Persik Kediri tidak ingin menjadi korban berikutnya dari kebiasaan Persita Tangerang mencetak gol penentu di penghujung laga. Pada pekan kedelapan BRI Super League 2026/2027, Macan Putih akan menjamu Pendekar Cisadane di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Sabtu (31/10/2026). Meski berstatus tuan rumah dan diunggulkan, Persik wajib waspada hingga peluit akhir dibunyikan.
Ancaman itu bukan tanpa dasar. Persita telah empat kali membalikkan keadaan di menit-menit akhir pada laga kandang mereka. Java United, Garudayaksa FC, Persija Jakarta, dan Bali United menjadi saksi betapa gigihnya pasukan Carlos Pena saat pertandingan memasuki injury time. Pola ini menunjukkan bahwa Persita memiliki rencana matang untuk memanfaatkan celah lawan di fase krusial.
Pelatih Persik, Marcos Reina, dituntut jeli membaca taktik rekan senegaranya asal Spanyol tersebut. Carlos Pena dikenal lihai merancang strategi pergantian pemain yang berdampak langsung. Aleksa Andrejic, striker asal Serbia, menjadi eksekutor utama dengan tiga gol yang lahir setelah ia masuk dari bangku cadangan. Catatan itu menempatkannya sebagai supersub paling mematikan di kompetisi sejauh ini.
Bagi Persik, laga ini bukan sekadar upaya meraih tiga poin. Kemenangan akan menjaga momentum mereka di papan atas klasemen dan membuktikan bahwa tim ini mampu mengatasi tekanan mental menghadapi lawan yang terkenal pantang menyerah. Sebaliknya, kekalahan akan menjadi pukulan psikologis, terutama jika gol kembali tercipta di menit akhir.
Kualitas Persita dalam memanfaatkan peluang terakhir tidak bisa diremehkan. Gol Rayco Rodriguez pada menit ke-84 dan Aleksa Andrejic di menit 90+6 saat melawan Java United, serta gol Andrejic ke gawang Garudayaksa FC (90+2') dan Persija (90+5'), menjadi bukti variasi serangan yang sulit diprediksi. Bali United pun harus rela kehilangan dua poin setelah Pablo Ganet mencetak gol pada menit 90+6.
Dari kacamata taktik, keberhasilan Persita di menit akhir menunjukkan kemampuan Carlos Pena dalam mengatur tempo dan memanfaatkan kelelahan lawan. Pergantian pemain yang agresif dan penempatan pemain dengan insting gol tinggi menjadi kunci. Marcos Reina perlu mengantisipasi hal ini dengan menjaga disiplin pertahanan hingga detik terakhir, serta memastikan lini belakang tidak kehilangan fokus saat menghadapi tekanan.
Pertandingan ini juga akan menjadi ujian bagi kedalaman skuad Persik. Jika mampu menetralisir ancaman gol telat Persita, Macan Putih tidak hanya meraih hasil positif, tetapi juga mengirim sinyal bahwa mereka serius bersaing di jalur juara. Sebaliknya, Persita berpeluang memperpanjang rekor sebagai tim yang paling berbahaya di penghujung laga.
Akankah Persik menjadi tim kelima yang tumbang oleh gol menit akhir Persita, atau justru mematahkan mitos tersebut? Jawabannya akan terlihat di Stadion Brawijaya, dan menjadi indikator seberapa matang kesiapan Macan Putih menghadapi tekanan di sisa musim.



