Van Hecke Kuasai Laga, Tottenham Tumbangkan Palace 2-0
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur meraih kemenangan ketiga beruntun di Premier League setelah mengalahkan Crystal Palace 2-0 di London Utara.
- Jan Paul van Hecke menjadi pemain paling menonjol dengan penguasaan bola luar biasa: 160 sentuhan dan 95% umpan sukses.
- Kartu merah Jean-Philippe Mateta pada menit ke-13 mengubah jalannya pertandingan, memberi Spurs keunggulan jumlah pemain.

Tottenham Hotspur mencatat kemenangan ketiga berturut-turut di Premier League setelah menundukkan Crystal Palace 2-0 di London Utara pada Sabtu malam. Kemenangan ini mengangkat Spurs ke paruh atas klasemen untuk pertama kalinya musim ini, sekaligus menandai kebangkitan setelah awal musim yang lambat.
Pertandingan berubah drastis pada menit ke-13 ketika Jean-Philippe Mateta diusir wasit akibat tekel keras terhadap Micky van de Ven. Keputusan itu keluar setelah tinjauan VAR, memaksa Palace bermain dengan sepuluh orang selama lebih dari 75 menit. Kehilangan striker andalan, tim asuhan Roberto De Zerbi harus bertahan dan mengandalkan serangan balik, tetapi dominasi Tottenham tak terbendung.
Spurs mengakhiri laga dengan penguasaan bola 79%, melepaskan 34 tembakan, menciptakan lima peluang besar, dan mencatat expected goals (xG) 3,26. Sementara itu, Palace hanya mampu melepaskan dua tembakan tanpa satu pun peluang besar. Gol pembuka lahir dari sundulan Archie Gray pada menit ke-25, memanfaatkan sepak pojok yang gagal diantisipasi barisan pertahanan Palace. Jan Paul van Hecke kemudian memastikan kemenangan di babak kedua melalui sundulan yang memanfaatkan kemelut di depan gawang Dean Henderson.
Meski Gray dan gelandang Mateus Fernandes serta Sandro Tonali tampil impresif, sorotan utama jatuh kepada Van Hecke. Bek tengah asal Belanda itu menjadi motor permainan Tottenham dengan penguasaan bola yang tenang dan distribusi akurat. Ia mencatat 160 sentuhan, menyelesaikan 143 dari 151 umpan (95%), menciptakan tiga peluang, dan hanya kehilangan bola sembilan kali. Kontribusinya tidak berhenti di aspek ofensif; Van Hecke memenangkan seluruh duel (4/4), tanpa melakukan pelanggaran atau dilewati lawan, serta empat kali merebut bola.
Kemenangan ini memperpanjang tren positif Tottenham setelah sebelumnya mengalahkan Coventry City dan Chelsea. Sebagai catatan, Spurs sempat menjadi tim terakhir di antara 92 klub profesional Inggris yang meraih kemenangan liga musim ini ketika mengalahkan Coventry 3-1 bulan lalu. Kini, pasukan De Zerbi menunjukkan konsistensi yang mulai terbangun, terutama dalam memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.
"Kami tahu bermain melawan sepuluh orang tidak pernah mudah, tetapi para pemain menunjukkan kesabaran dan kualitas untuk membongkar pertahanan lawan," ujar De Zerbi dalam konferensi pers usai laga, seperti dikutip dari wawancara resmi klub.
Bagi Crystal Palace, kekalahan ini memperburuk posisi mereka di peringkat ke-18 dengan hanya dua kemenangan dari tujuh pertandingan. Kehilangan Mateta untuk laga-laga berikutnya akibat sanksi akan menjadi pukulan berat, mengingat peran vitalnya di lini depan. De Zerbi dituntut segera menemukan solusi agar tim tidak semakin terpuruk di zona degradasi.
Sementara itu, performa Van Hecke menjadi sinyal positif bagi Tottenham. Sejak didatangkan dari Brighton & Hove Albion dengan harga 52 juta poundsterling, bek berusia 26 tahun itu perlahan membuktikan nilai investasinya. Kemampuannya dalam membangun serangan dari belakang memberi Spurs dimensi baru, terutama saat menghadapi tim yang bertahan dalam blok rendah. Jika konsisten, Van Hecke berpotensi menjadi pilar utama pertahanan Tottenham untuk beberapa musim ke depan.
Pertanyaan ke depan: mampukah Tottenham mempertahankan momentum ini saat menghadapi lawan-lawan tangguh, dan seberapa besar pengaruh Van Hecke dalam skema De Zerbi? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan mendatang.



