Mouse dengan Layar Sentuh 3,1 Inci Meluncur di Kickstarter, Harga Nyaris Rp3 Juta
Baca dalam 60 detik
- Arctic Fox Technologies memperkenalkan Super Mouse, mouse dengan layar sentuh 3,1 inci dan fitur-fitur canggih, melalui platform Kickstarter.
- Harga perkenalan $199 (sekitar Rp3,1 juta) lebih murah dari harga ritel yang direncanakan $249, dengan pengiriman diperkirakan Februari 2027.
- Meski menawarkan produktivitas, mouse ini belum mendukung konektivitas nirkabel dan menimbulkan pertanyaan soal ergonomi serta efektivitas dibandingkan shortcut keyboard biasa.

Arctic Fox Technologies resmi meluncurkan Super Mouse, sebuah mouse komputer yang dilengkapi layar sentuh 3,1 inci, melalui kampanye Kickstarter. Perangkat ini menawarkan berbagai fitur canggih dengan harga perkenalan $199 (sekitar Rp3,1 juta), lebih murah dari harga ritel yang direncanakan $249. Pengiriman dijadwalkan pada Februari 2027, dan hingga saat ini sudah ada 85 pendukung yang ikut serta.
Layar sentuh beresolusi 720 x 720 piksel itu bukan sekadar pajangan. Pengguna dapat menjalankan aplikasi, memicu pintasan, hingga mengeksekusi alur kerja kompleks hanya dengan satu ketukan. Yang lebih menarik, antarmuka kontrol menyesuaikan secara otomatis dengan aplikasi yang sedang aktif, sehingga pengguna Photoshop, Figma, atau perangkat lunak kreatif lain bisa berpindah alat tanpa mengingat kombinasi tombol.
Selain layar sentuh, Arctic Fox menyematkan keyboard virtual lengkap dengan fitur geser untuk mengetik, serta dikte suara dalam lebih dari 90 bahasa yang diproses secara lokal. Layar tersebut juga berfungsi sebagai trackpad multi-sentuh, dan sensor gerak internal memungkinkan pengguna memicu perintah dengan memiringkan atau memutar mouse. Tombol fisik Hyper Keys disediakan untuk makro, dan semua pengaturan dilakukan melalui aplikasi Flow yang tersedia untuk Windows dan macOS.
Meski fiturnya melimpah, sejumlah pertanyaan muncul. Apakah berhenti untuk mengetuk layar mouse benar-benar lebih cepat daripada menggunakan pintasan keyboard konvensional? Bentuknya yang kotak juga menimbulkan kekhawatiran ergonomis, meskipun Arctic Fox mengklaim desainnya menjauhkan telapak tangan dari layar dan mencegah sentuhan tak sengaja. Yang paling mencolok, mouse ini tidak mendukung konektivitas nirkabel dan mengandalkan kabel USB-C.
"Konsep mouse dengan layar sentuh sebenarnya bukan hal baru. Turtle Beach sudah lebih dulu merilis Command Series MC7 dengan layar kontrol 2,25 inci. Namun, Super Mouse mencoba mendorong batas dengan menawarkan lebih banyak fungsi dalam satu perangkat," ujar seorang pengamat teknologi.
Di pasar Indonesia, mouse dengan layar sentuh masih tergolong niche. Para desainer grafis dan pekerja kreatif di kota-kota besar mungkin tertarik pada fleksibilitas yang ditawarkan, tetapi harga Rp3,1 jutaโbelum termasuk biaya impor dan pajakโbisa menjadi penghalang. Selain itu, kebutuhan akan perangkat nirkabel semakin tinggi seiring gaya kerja hybrid. Ketiadaan fitur wireless bisa mengurangi daya tarik Super Mouse di segmen profesional yang mobile.
Ke depan, keberhasilan Super Mouse akan bergantung pada apakah inovasi ini benar-benar meningkatkan produktivitas atau hanya menjadi gadget menarik. Jika Arctic Fox mampu membuktikan bahwa layar sentuh pada mouse memberikan percepatan alur kerja, konsep ini bisa menginspirasi produsen lain. Namun, tanpa dukungan nirkabel dan dengan bentuk yang belum teruji secara ergonomis, mouse ini masih menghadapi jalan terjal untuk diterima pasar luas.



