Wildlife Trusts Kumpulkan £30 Juta, Rothbury Estate Jadi Proyek Restorasi Alam Terbesar Inggris
Baca dalam 60 detik
- Kampanye penggalangan dana yang dipimpin The Wildlife Trusts berhasil mencapai target £30 juta untuk membeli Rothbury Estate seluas 3.800 hektare di Northumberland.
- Sekitar 25.000 masyarakat menyumbang £17 juta, sementara National Lottery Heritage Fund memberikan £5 juta dan pemerintah Inggris menambahkan £1,94 juta.
- Keberhasilan ini membuka jalan bagi koridor alam sepanjang 40 mil dan pengembangan ekowisata, meski menuai kritik dari kalangan petani yang khawatir tentang produksi pangan.

Setelah dua tahun menggalang dana, The Wildlife Trusts memastikan pembelian Rothbury Estate di Northumberland, Inggris, senilai £30 juta. Lahan seluas lebih dari 3.800 hektare—hampir setara luas Athena—ini menjadi salah satu proyek pemulihan alam paling ambisius yang pernah dijalankan di Inggris, dan kini memasuki fase eksekusi.
Kampanye yang didukung naturalis David Attenborough itu mengandalkan partisipasi publik secara luas. Sebanyak 25.000 orang menyumbang total £17 juta, sementara National Lottery Heritage Fund menyuntik £5 juta dan pemerintah Inggris menjanjikan £1,94 juta pada pekan ini. Dana dari yayasan filantropi turut melengkapi target. Bagi The Wildlife Trusts, capaian ini bukan sekadar transaksi properti, melainkan mandat sosial untuk mengelola lanskap yang selama puluhan tahun dikelola secara komersial.
Mike Pratt, CEO Northumberland Wildlife Trust, mengaku lega sekaligus terbebani. Ia menyebut dukungan finansial dari masyarakat sebagai amanah yang harus dibuktikan melalui pengelolaan nyata. “Kami sangat gembira, tetapi juga merasa terhormat. Ada £17 juta dari publik yang harus kami pertanggungjawabkan dengan memastikan masyarakat benar-benar bisa menikmati alam di sini,” ujarnya.
Rothbury Estate mencakup beragam habitat: perbukitan Simonside, moorland liar, hutan lembah, dan lahan pertanian. Di kawasan ini juga terdapat Lordenshaws, situs benteng bukit dari Zaman Besi dengan konsentrasi batu berukir cup and ring—peninggalan arkeologi yang langka. Kombinasi nilai ekologis dan historis inilah yang membuat para pendukung menyebutnya sebagai peluang sekali seumur hidup.
Rencana restorasi mencakup intervensi untuk memperluas populasi satwa yang sudah ada, seperti lebah gunung dan tupai merah. The Wildlife Trusts juga berharap dapat mengembalikan vole air dan mendorong populasi pine marten serta curlew. Sophie Bulgin, manajer proyek Rothbury, mengungkapkan bahwa antusiasme relawan melampaui perkiraannya. “Saya tidak menyangka minatnya sebesar ini. Orang-orang merasa memiliki proyek ini,” katanya.
Berbagai kegiatan pemantauan lingkungan telah berjalan, termasuk perekaman suara ekologis untuk mendeteksi mamalia kecil dan kelelawar, serta penghitungan cacing tanah guna menilai kesehatan tanah. Partisipasi warga dalam pengumpulan data ini menjadi indikator bahwa konservasi tidak lagi eksklusif milik ilmuwan, tetapi bergeser menjadi gerakan komunitas.
“Kami ingin menunjukkan bahwa lanskap dengan keanekaragaman hayati tinggi tetap bisa memiliki model bisnis yang produktif,” tegas Pratt, merespons kekhawatiran petani.
Meski demikian, tidak semua pihak menyambut baik. Sejumlah petani menyebut proyek ini sebagai “kesia-siaan” karena dikhawatirkan mengganggu produksi pangan dan tata kelola lahan tradisional. Guy Renner-Thompson, Ketua Partai Konservatif Northumberland, mempertanyakan prioritas pemerintah dalam mengucurkan dana. Menurutnya, kekhawatiran petani tentang keberlanjutan usaha mereka perlu dijawab sebelum negara membuka keran anggaran.
Ketegangan antara konservasi dan pertanian bukan hal baru, tetapi kasus Rothbury memperlihatkan bahwa transisi menuju ekonomi hijau menuntut dialog lintas sektor. The Wildlife Trusts menegaskan telah bekerja sama dengan petani setempat, namun keberhasilan jangka panjang akan bergantung pada sejauh mana model pengelolaan lahan bersama dapat menjaga produktivitas sekaligus memulihkan ekosistem.
Jika terealisasi, Rothbury Estate akan menjadi jantung koridor alam sepanjang 40 mil yang menghubungkan pesisir Druridge Bay dengan perbatasan Skotlandia. Pemerintah daerah berharap peningkatan ekowisata memberi dampak ekonomi bagi kota Rothbury. Namun, pertanyaan yang tersisa: mampukah proyek ini membuktikan bahwa restorasi alam dan pertanian produktif bisa berjalan seiring, tanpa mengorbankan salah satu pihak?



