Malaysia Hampir Pastikan Shane Lowry, Naturalisasi Beres Tinggal Restu FIFA
Baca dalam 60 detik
- FAM telah menuntaskan berkas naturalisasi Shane Lowry dan menyerahkannya ke FIFA, kini hanya menunggu keputusan resmi.
- Bek 34 tahun itu memenuhi syarat domisili lima tahun setelah berseragam Johor Darul Ta'zim sejak 2021.
- Jika disetujui, Lowry memperkuat lini belakang Malaysia yang sudah dihuni Bergson da Silva dan Manuel Hidalgo.

Timnas Malaysia bergerak cepat menuntaskan agenda naturalisasi anyarnya. Setelah berkas Shane Lowry dinyatakan lengkap dan dikirim ke FIFA, Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) kini hanya bisa menunggu lampu hijau dari otoritas tertinggi sepak bola dunia itu. Jika restu datang, bek tengah berusia 34 tahun tersebut resmi masuk dalam radar skuad Harimau Malaya.
Kepastian soal pengajuan dokumen itu disampaikan Sekretaris Jenderal FAM, Datuk Noor Azman Haji Rahman. Menurutnya, tidak ada lagi persyaratan administratif yang tersisa. "Dokumen Shane Lowry sudah lengkap dan telah kami serahkan ke FIFA. Kami sekarang sedang menunggu proses persetujuan FIFA dalam waktu dekat," ujarnya seperti dikutip News Straits Times.
Lowry bukan nama asing di sepak bola Malaysia. Sejak bergabung dengan Johor Darul Ta'zim pada Mei 2021 dari Al Ahli SC (Qatar), ia telah melewati ambang lima tahun bermukim di Negeri Jiran—syarat utama untuk mengajukan naturalisasi. Selama periode itu, ia ikut mengantar JDT meraih empat trofi Liga Super Malaysia, menjadikannya salah satu bek asing paling konsisten di kompetisi domestik.
Perjalanan karier Lowry terbilang unik. Lahir di Australia, ia menimpa ilmu di Inggris sejak usia muda dan sempat memperkuat tim junior Aston Villa pada 2005. Sebagian besar kariernya dihabiskan di kasta kedua Inggris, dengan total 114 pertandingan di Championship. Meski tidak pernah mencicipi Liga Premier, pengalaman bertahun-tahun di kompetisi kompetitif Eropa menjadi nilai tambah yang diyakini bisa mengangkat kualitas lini belakang Malaysia.
Namun, status naturalisasi tidak serta-merta membuat Lowry bisa langsung tampil untuk Malaysia. Regulasi FIFA masih menjadi penentu akhir, terutama terkait eligibility dan proses administrasi. FAM tampaknya sudah mengantisipasi hal ini dengan menyiapkan berkas sedetail mungkin. Jika disetujui, Lowry akan melengkapi opsi pertahanan yang sebelumnya sudah diisi Bergson da Silva dan Manuel Hidalgo—dua pemain yang menerima status naturalisasi bulan lalu.
Langkah Malaysia ini bukan yang pertama. Sejumlah pemain naturalisasi telah lebih dulu membela Harimau Malaya, seperti Mohamadou Sumareh, Liridon Krasniqi, Guilherme de Paula, Lee Tuck, Sergio Aguero, Paulo Josue, Endrick dos Santos, dan Romel Morales. Pola ini menunjukkan strategi jangka panjang FAM untuk memperkuat tim nasional dengan pemain yang telah matang dan berpengalaman di liga domestik.
"Dokumen sudah lengkap, kami hanya menunggu keputusan FIFA dalam waktu dekat." — Datuk Noor Azman Haji Rahman, Sekjen FAM
Bagi Malaysia, kehadiran Lowry bisa menjadi tambahan penting di lini belakang yang kerap menjadi titik lemah dalam beberapa turnamen terakhir. Pengalaman bermain di Inggris dan konsistensinya bersama JDT menjadi modal berharga untuk menghadapi tekanan di level internasional. Namun, keputusan FIFA tetap menjadi penentu. Jika restu datang, Malaysia akan semakin percaya diri menatap agenda kualifikasi dan turnamen regional.
Pertanyaannya kini: seberapa cepat FIFA memproses berkas tersebut, dan apakah Lowry benar-benar menjadi solusi jangka pendek atau justru bagian dari regenerasi pertahanan Malaysia? Yang jelas, langkah FAM ini menegaskan bahwa naturalisasi masih menjadi salah satu pilar utama dalam membangun daya saing sepak bola Malaysia di kancah Asia.



