Siput Makan Surat? Ilmuwan Ungkap Alasan Gastropoda Menyerbu Kotak Pos dan Cara Menghentikannya
Baca dalam 60 detik
- Siput taman Eropa yang diperkenalkan ke Australia 120 tahun lalu menjadi biang keladi surat hilang di kotak pos saat cuaca lembap.
- Para ahli memperingatkan bahwa umpan siput konvensional membunuh predator alami dan hewan peliharaan, sehingga pendekatan ramah lingkungan lebih dianjurkan.
- Perang melawan siput pemakan kertas tidak akan selesai dengan cepat; kebersihan kotak pos dan pemeriksaan surat rutin menjadi kunci.

Fenomena siput yang memangsa surat di dalam kotak pos bukan sekadar lelucon. Di Australia, sejumlah warga melaporkan bahwa hewan lambat itu menghabiskan korespondensi mereka dalam hitungan hari, terutama saat musim hujan. Kejadian ini bahkan membuat Royal Mail di Northumberland, Inggris, menutup sebuah kotak pos karena dipenuhi siput yang 'mengunyah surat'.
Menurut Dr John Stanisic, ahli malakologi dari Queensland Museum yang dijuluki 'Snail Whisperer', surat kertas adalah materi nabati olahan yang mudah dicerna. Ia pernah menyaksikan sendiri bagaimana siput peliharaannya kabur dari wadah dan melahap halaman depan catatan produksinya selama semalam. 'Siput tidak memilih-milih; jika ada selulosa lembap, itu makanan,' ujarnya.
Yang menjadi tersangka utama adalah siput taman biasa (Cornu aspersum) yang didatangkan dari Eropa sekitar 120 tahun lalu. Spesies ini lebih toleran terhadap habitat terganggu dibandingkan siput asli Australia yang jumlahnya sekitar 2.500 spesies. Kelembapan adalah kunci hidup siput: mereka membutuhkan lendir untuk bergerak dan menjaga tubuh tetap aktif, sehingga kotak pos yang gelap dan lembap menjadi tempat berlindung ideal sekaligus sumber makanan.
Dr Isabel Hyman dari Australian Museum menegaskan bahwa siput memainkan peran penting dalam rantai makanan sebagai pengurai sampah organik. 'Orang lebih peduli pada mamalia dan burung, tetapi ekosistem yang sehat membutuhkan invertebrata kecil,' katanya. Ia mengakui bahwa siput taman bisa menjadi hama, namun pengendaliannya harus dilakukan secara bijak agar tidak membunuh spesies asli.
Pendekatan ramah lingkungan pun direkomendasikan. Hyman menyarankan pemasangan pita tembaga di sekitar kotak pos karena muatan listrik ringan dari logam membuat siput enggan melintas. Alternatif lain adalah menaburkan pasir, abu diatom, atau cangkang telur tumbuk yang membuat permukaan licin menjadi tidak nyaman. Sementara itu, Stanisic memperingatkan bahwa umpan siput komersial efektif namun berisiko membunuh siput asli dan predator alami jika digunakan di dekat habitat alami.
'Tidak ada solusi instan karena siput telah berevolusi selama ratusan juta tahun dan merupakan salah satu hewan paling tangguh. Lambat tapi pasti menangโkita tidak akan pernah mengalahkan mereka sepenuhnya,' ujar Simon Mustoe, ekolog dan penulis 'Wildlife in the Balance'.
Mustoe menambahkan bahwa manusia perlu lebih adaptif: membersihkan kotak pos secara rutin dan memeriksa surat setiap hari. Di Indonesia, di mana kelembapan tinggi dan banyak rumah memiliki kotak pos luar ruangan, fenomena serupa berpotensi terjadi. Meski belum ada laporan resmi, pemilik rumah di daerah tropis sebaiknya mewaspadai keberadaan siput di sekitar kotak surat, terutama saat musim hujan.
Ke depan, para ahli mendorong penelitian lebih lanjut tentang preferensi makan gastropoda terhadap kertas dan bahan kemasan. Dengan meningkatnya belanja online, kotak pos kembali menjadi titik interaksi penting. Apakah kita perlu mendesain ulang kotak pos agar lebih tahan siput, ataukah cukup dengan menjaga kebersihan dan menggunakan penghalang fisik? Jawabannya mungkin akan menentukan apakah surat Anda selamat sampai tujuan.



