Sabitzer Selamatkan Dortmund di Menit 90+3, Bremen Tersingkir dari DFB Cup
Baca dalam 60 detik
- Borussia Dortmund menang dramatis 3-2 atas Werder Bremen lewat gol tendangan bebas Marcel Sabitzer di masa injury time.
- Dortmund sempat unggul dua gol, tetapi Bremen bangkit lewat brace Niclas Füllkrug sebelum Sabitzer memastikan kemenangan.
- Kemenangan ini membawa Dortmund ke putaran berikutnya DFB Cup, sementara Bremen harus menerima kenyataan pahit setelah hampir memaksa perpanjangan waktu.

Borussia Dortmund melaju ke putaran ketiga DFB Cup setelah menyingkirkan Werder Bremen dalam laga penuh drama dengan skor 3-2 di Signal Iduna Park, Selasa (29/10/2024) malam WIB. Marcel Sabitzer menjadi pahlawan kemenangan lewat tendangan bebas spektakuler pada menit ke-90+3, memastikan Die Schwarzgelben lolos dari ancaman perpanjangan waktu.
Pertemuan kedua tim di ajang ini menjadi ulangan dari laga Bundesliga beberapa pekan sebelumnya yang juga berakhir 2-2, di mana Bremen mampu membalikkan ketertinggalan dua gol. Kali ini, sejarah hampir terulang. Dortmund yang tampil dominan di babak pertama harus bekerja ekstra keras setelah Bremen memberikan perlawanan sengit di paruh kedua.
Pelatih Dortmund, Niko Kovač, melakukan empat perubahan dari kemenangan atas Eintracht Frankfurt, termasuk mengistirahatkan beberapa pemain kunci karena hukuman kartu. Sementara itu, pelatih Bremen, Daniel Thioune, juga merotasi empat pemain dan memilih menyimpan mantan penyerang Dortmund, Niclas Füllkrug, di bangku cadangan—sebuah keputusan yang kemudian terbukti mengubah jalannya pertandingan.
Dortmund membuka keunggulan saat laga baru berjalan enam menit. Umpan Maximilian Beier diteruskan Julian Ryerson kepada Serhou Guirassy, yang dengan tenang menaklukkan kiper Bremen. Gol kedua tercipta pada menit ke-17 melalui kerja sama apik: Jobe Bellingham menyundul bola ke arah Carney Chukwuemeka, yang menyelesaikannya dengan tembakan ke sudut jauh. Bremen nyaris memperkecil kedudukan melalui sundulan Cedric Itten, tetapi bola masih terlalu tepat mengarah ke kiper Gregor Kobel.
Memasuki babak kedua, Thioune memasukkan Füllkrug dan tiga pemain lainnya pada menit ke-60. Perubahan itu langsung membuahkan hasil. Pada menit ke-65, Ryerson menjatuhkan Mick Schmetgens di kotak penalti, dan Füllkrug yang maju sebagai eksekutor berhasil menipu Kobel. Hanya tiga menit berselang, Füllkrug kembali mencetak gol setelah menerima umpan dari Senne Lynen, melewati beberapa pemain, dan melepaskan tembakan rendah dari luar kotak penalti yang tak terjangkau Kobel. Skor menjadi 2-2 dan laga tampak akan berlanjut ke perpanjangan waktu.
Kovač merespons dengan memasukkan Sabitzer, Daniel Svensson, dan Ethan Nwaneri untuk menambah daya gedor. Upaya tersebut berbuah pada menit terakhir injury time. Felix Nmecha dilanggar sekitar 25 meter dari gawang, dan Sabitzer yang mengambil tendangan bebas berhasil menempatkan bola ke tiang dekat, mengecoh kiper Bremen. Gol itu memastikan Dortmund melaju ke babak berikutnya.
"Kami menunjukkan karakter dan tidak menyerah sampai akhir. Sabitzer memiliki kualitas untuk momen seperti ini," ujar Kovač usai pertandingan.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Dortmund yang tengah berupaya menjaga konsistensi di berbagai kompetisi. Sementara bagi Bremen, kekalahan ini menjadi pukulan telak setelah hampir memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu. Füllkrug, yang masuk sebagai pengganti, menunjukkan ketajamannya dengan dua gol, tetapi tidak cukup untuk menyelamatkan timnya dari eliminasi.
Di putaran berikutnya, Dortmund akan menghadapi lawan yang belum ditentukan. Pertanyaan besarnya: mampukah Die Schwarzgelben mempertahankan momentum ini untuk bersaing di Bundesliga dan DFB Cup sekaligus? Ujian sesungguhnya baru akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan.



