Kramarić Cetak Sejarah, Hoffenheim Hancurkan Leverkusen 3-0
Baca dalam 60 detik
- Hoffenheim mengakhiri rekor tak terkalahkan Leverkusen dalam lima laga lewat kemenangan meyakinkan 3-0 di Bundesliga.
- Andrej Kramarić menjadi aktor kunci dengan gol penalti bersejarah—gol ke-1.000 Hoffenheim di Bundesliga—serta assist dan peran dalam terciptanya dua gol lainnya.
- Kemenangan ini juga menandai clean sheet pertama Hoffenheim musim ini, sementara Leverkusen harus menunda ambisi mendekati puncak klasemen.

Hoffenheim menorehkan momen bersejarah sekaligus menghentikan laju Bayer Leverkusen. Gol penalti Andrej Kramarić pada menit ke-79 menjadi pembuka kemenangan 3-0 yang memastikan tiga poin penuh bagi tuan rumah, sekaligus mencatatkan clean sheet pertama mereka di Bundesliga 2026/27. Kekalahan ini juga mengakhiri rentetan lima pertandingan tanpa kalah Leverkusen, yang sebelumnya tampil impresif di kompetisi domestik dan Eropa.
Pertandingan berlangsung dalam kondisi hujan deras, namun kedua tim tetap menyuguhkan tempo tinggi sejak awal. Hoffenheim yang melakukan empat perubahan dari kemenangan atas Lyon di Liga Europa, memasukkan Kōki Machida, Wouter Burger, Fisnik Asllani, dan Adam Hložek. Sementara Leverkusen yang baru menang atas OFI Crete melakukan enam rotasi, dengan Mark Flekken, Edmond Tapsoba, Miguel Gutiérrez, Moussa Diaby, Ibrahim Maza, dan Nathan Tella turun sebagai starter. Babak pertama berjalan sengit: Hložek melepaskan tembakan melebar, Tella mengancam di sisi lain, dan Asllani dua kali digagalkan Flekken. Peluang terbaik justru datang dari Hložek yang tembakannya dari sudut sempit membentur tiang, sebelum bola muntah disambar Prass namun masih menyamping.
Leverkusen berusaha bangkit melalui Maza dan Robert Andrich, tetapi justru Hoffenheim yang menambah keunggulan pada menit ke-89 lewat serangan balik cepat. Moerstedt menyundul bola ke arah Kramarić, yang kemudian melepaskan umpan terukur kepada Prass. Pemain asal Austria itu melepaskan tembakan keras yang tidak mampu dihalau Flekken, mengubah skor menjadi 2-0. Kemenangan Hoffenheim ditutup oleh gol Max Moerstedt pada menit keenam injury time, memanfaatkan bola muntahan dari tembakan Kramarić yang membentur mistar gawang.
Kemenangan ini tidak lepas dari keputusan pelatih Christian Ilzer memasukkan Kramarić pada menit ke-65. Sejak saat itu, permainan Hoffenheim berubah lebih tajam. Kramarić tidak hanya mencetak gol pembuka, tetapi juga menjadi kreator gol kedua dan terlibat dalam terciptanya gol ketiga. Kontribusinya terbukti lewat voting sebagai pemain terbaik dengan perolehan suara mayoritas. Sementara itu, Leverkusen yang tampil dominan di awal musim harus mengakui keunggulan lawan, terutama setelah Tapsoba melanggar Asllani di kotak penalti yang berujung pada hadiah penalti setelah tinjauan VAR.
Bagi Hoffenheim, hasil ini menjadi modal berharga untuk menjaga konsistensi di kompetisi domestik dan Eropa. Clean sheet pertama musim ini menunjukkan perbaikan di lini pertahanan yang sebelumnya kerap bocor. Di sisi lain, Leverkusen harus segera bangkit karena jarak dengan tim papan atas bisa melebar jika kembali kehilangan poin. Pertanyaan besarnya: apakah kemenangan ini menjadi titik balik Hoffenheim untuk bersaing di papan atas, atau justru Leverkusen yang akan merespons dengan cepat?



