Antonelli Ungkap Kesalahan Musim 2026, Verstappen Sindir Soal Track Limit
Baca dalam 60 detik
- Kimi Antonelli memenangi GP Amerika Serikat dan kini memimpin klasemen pembalap, berpeluang juara di Meksiko.
- Pembalap Mercedes itu mengakui masih sering melakukan kesalahan, terutama pelanggaran batas lintasan.
- Max Verstappen yang sudah tersingkir dari perebutan gelar melontarkan candaan tentang insiden track limit Antonelli.

Kimi Antonelli tampil sebagai pemenang Grand Prix Amerika Serikat di Circuit of the Americas, Minggu (19/10/2025), setelah start dari pole position. Kemenangan kesembilan musim ini membawa pembalap Mercedes tersebut ke puncak klasemen pembalap, dan kini ia hanya butuh finis di sembilan besar pada GP Meksiko pekan depan untuk mengunci gelar juara dunia.
Namun di balik dominasi tersebut, Antonelli mengaku masih menyimpan sejumlah kesalahan yang ingin ia perbaiki. Dalam sesi konferensi pers usai balapan, pembalap asal Italia itu menyebut musim ini sebagai kejutan menyenangkan, tetapi menegaskan masih ada ruang untuk berkembang, terutama dalam hal mental dan pengambilan keputusan di situasi tertentu.
โMusim ini masih jauh dari selesai. Saya masih ingin tampil baik di beberapa balapan tersisa dan terus bersaing untuk menang. Akan lebih baik jika bisa mengakhiri musim dengan performa puncak,โ ujar Antonelli. Ia menambahkan bahwa dirinya perlu memperbaiki cara menghadapi tekanan, baik saat balapan maupun kualifikasi.
Ketika didesak soal kesalahan spesifik, Antonelli menyebut beberapa momen. Ia merujuk pada insiden di sesi latihan bebas ketiga GP Australia, eksekusi start yang buruk di Jepang, serta kehilangan poin akibat pelanggaran batas lintasan pada balapan sprint di Miami. โTrack limit memang menjadi masalah terbesar saya musim ini,โ akunya.
Max Verstappen, yang telah kehilangan kans juara, ikut mengomentari pengakuan Antonelli. Juara dunia empat kali itu sempat menyindir ringan, โKamu hanya melanggar sekali hari ini,โ yang langsung ditanggapi Antonelli dengan tawa. โYa, hanya sekali! Hari ini bagus. Tapi tetap saja, dalam situasi seperti itu dan beberapa sesi kualifikasi, saya belum masuk dengan pola pikir yang tepat,โ balasnya.
Meski demikian, konsistensi Antonelli sepanjang musim patut diacungi jempol. Ia telah mengoleksi sembilan kemenangan dan beberapa kali finis di podium, menjadikannya kandidat kuat juara dunia. Namun, catatan kesalahan kecil seperti pelanggaran batas lintasan bisa menjadi bumerang jika tidak segera diperbaiki, terutama di sirkuit yang memiliki karakteristik berbeda.
Bagi penggemar Formula 1 di Indonesia, persaingan gelar juara dunia musim ini tetap menarik untuk disimak. Meski tidak ada pembalap Indonesia yang berlaga, antusiasme terhadap F1 di Tanah Air cukup tinggi, terutama setelah suksesnya penyelenggaraan MotoGP di Mandalika. Keberhasilan Antonelli, yang masih berusia muda, bisa menjadi inspirasi bagi pembalap muda Indonesia untuk menembus kancah internasional.
Dengan satu tangan sudah menggenggam trofi juara, pertanyaannya kini: akankah Antonelli mampu menutup musim dengan sempurna, atau justru kesalahan-kesalahan kecil yang kembali menghantuinya di Meksiko? Kita tunggu jawabannya di lintasan.



