Vasseur Sebut Dua Insiden Bikin Ferrari Kehilangan Kemenangan di GP Amerika
Baca dalam 60 detik
- Ferrari tampil impresif di GP Amerika dengan kecepatan balap tinggi, tetapi gagal meraih kemenangan karena dua momen krusial.
- Kegagalan di Q3 membuat Leclerc start dari posisi buruk dan harus berjuang di tengah rombongan, sementara VSC akibat mobil Cadillac Bottas menghancurkan peluang Hamilton menyalip Verstappen.
- Vasseur optimistis dengan paket upgrade aero dan bertekad memperbaiki eksekusi di GP Meksiko pekan depan.

Kepala tim Ferrari, Fred Vasseur, mengungkapkan bahwa timnya seharusnya bisa meraih kemenangan di Grand Prix Amerika Serikat akhir pekan lalu. Dua insiden kunci—kegagalan di sesi kualifikasi Q3 dan kemunculan mobil safety car virtual (VSC) akibat kerusakan mobil Cadillac milik Valtteri Bottas—dituding sebagai penyebab utama hilangnya peluang tersebut.
Ferrari memang tampil menjanjikan di Circuit of the Americas. Mobil SF-25 yang membawa paket upgrade aero baru menunjukkan kecepatan balap yang kompetitif dan pengelolaan ban yang baik. Charles Leclerc berhasil finis kedua di belakang pembalap Mercedes, Kimi Antonelli. Namun, di balik hasil tersebut, tim asal Maranello menyimpan rasa penyesalan karena merasa bisa berbuat lebih.
Menurut Vasseur, masalah utama terletak pada performa di sesi kualifikasi Sabtu. Ia menilai dua lap terakhir di Q3 adalah momen paling krusial sepanjang akhir pekan. Kegagalan memaksimalkan sesi tersebut membuat Leclerc harus memulai balapan dari posisi yang tidak ideal, sehingga strategi balapan menjadi lebih rumit. "Jika ada yang terlewat, itu adalah dua lap terakhir di Q3 kemarin. Menurut saya itu lap terpenting akhir pekan ini, dan di situlah kami mengalami masalah," ujar Vasseur seperti dikutip Sky Sports F1.
Dalam balapan, posisi di lintasan sangat menentukan. Leclerc yang start dari belakang harus berjuang keras melewati lawan-lawannya, sementara Antonelli di depan bisa melesat tanpa hambatan. Meski demikian, Leclerc tetap menunjukkan kecepatan dan berhasil finis kedua. Sementara itu, rekan setimnya, Lewis Hamilton, juga tampil agresif dan berusaha mengejar Max Verstappen yang mengalami penurunan performa di akhir balapan.
Namun, harapan Ferrari untuk meraih podium ganda pupus ketika Valtteri Bottas mengalami kegagalan mekanis dan memarkir mobil Cadillac-nya di tepi lintasan. Insiden tersebut memicu VSC yang membekukan kompetisi dan menyelamatkan posisi ketiga Verstappen. Ironisnya, mobil Cadillac yang dikemudikan Bottas menggunakan unit tenaga Ferrari, tetapi karena mobil tidak bisa dipindahkan, kerusakan diduga pada sistem hidrolik—bukan pada mesin Ferrari.
Vasseur pun mengakui bahwa tanpa adanya VSC, Hamilton kemungkinan besar bisa menyelesaikan balapan di posisi ketiga atau bahkan lebih baik. "Tanpa VSC, mungkin hasilnya akan menjadi podium ganda. Dia terus mendekat, dan saya tidak tahu apakah itu P3 atau P4; saya tidak punya bola kristal, tetapi pada akhirnya kecepatannya ada," tambahnya.
Meski kecewa, Vasseur tetap melihat sisi positif dari performa tim. Ia menilai paket upgrade aero yang diperkenalkan di COTA telah membawa peningkatan signifikan. "Ya, semuanya OK, tetapi sekarang kami harus melakukan pekerjaan yang lebih baik minggu depan. Kami harus menyempurnakan semuanya dan kembali lagi, tetapi mari kita terus mendorong," tutupnya.
Dengan kecepatan yang ditunjukkan di Amerika, Ferrari berpotensi menjadi ancaman serius di Grand Prix Meksiko yang akan digelar akhir pekan ini. Sirkuit Autódromo Hermanos Rodríguez yang berada di ketinggian lebih dari 2.200 meter di atas permukaan laut memiliki karakteristik unik yang bisa menguntungkan mobil dengan downforce tinggi. Jika Ferrari mampu memperbaiki eksekusi kualifikasi dan menghindari insiden seperti VSC, bukan tidak mungkin mereka akan bersaing memperebutkan kemenangan. Akankah tim Maranello belajar dari kesalahan dan tampil sempurna di Meksiko?



