Manchester United di Persimpangan: Carrick Terancam, Emery Masuk Radar Pengganti
Baca dalam 60 detik
- Manchester United mencatat start terburuk dengan hanya tujuh poin dari delapan laga dan berada satu poin di atas zona degradasi.
- Selain Eddie Howe sebagai target utama, manajemen INEOS memantau Unai Emery, Fabian Hurzeler, Cesc Fabregas, dan Julian Nagelsmann.
- Kontrak Emery di Aston Villa hingga 2029 dan pengalaman pahit di Arsenal serta PSG menjadi pertimbangan sebelum langkah konkret diambil.

Manchester United kembali menjadi sorotan setelah rentetan hasil buruk yang membuat posisi pelatih Michael Carrick semakin tidak aman. Kekalahan 0-3 dari AFC Bournemouth di Old Trafford pada akhir pekan lalu menjadi pukulan telak, menyusul catatan hanya satu kemenangan dari delapan pertandingan Premier League. Dengan tujuh poin yang dikumpulkan, Setan Merah kini terpuruk di peringkat ke-17, hanya berjarak satu angka dari zona degradasi.
Krisis ini memicu spekulasi mengenai masa depan Carrick, yang baru ditunjuk sebagai pelatih kepala pada musim panas lalu. Manajemen klub yang dipimpin Sir Jim Ratcliffe melalui INEOS dikabarkan mulai mengevaluasi opsi pengganti. Nama Eddie Howe, mantan pelatih Newcastle United, disebut-sebut sebagai target utama. Namun, laporan terbaru dari TEAMtalk mengungkap bahwa United juga memantau sejumlah alternatif, termasuk pelatih Aston Villa Unai Emery, Fabian Hurzeler (Brighton & Hove Albion), Cesc Fabregas (Como), dan mantan pelatih Jerman Julian Nagelsmann.
Unai Emery menjadi nama yang menarik untuk dibahas. Pelatih asal Spanyol itu dikenal sebagai spesialis taktik dengan pendekatan 4-2-3-1 yang fleksibel. Sejak bergabung dengan Aston Villa pada Oktober 2022, ia berhasil membawa klub tersebut bersaing di papan atas dan kembali ke kompetisi Eropa. Namun, untuk memboyongnya ke Old Trafford bukan perkara mudah. Emery masih terikat kontrak hingga Juni 2029, dan Villa tentu tidak akan melepaskannya tanpa perlawanan.
Mantan bek Liverpool Jamie Carragher menilai Emery memiliki ambisi untuk melatih klub yang lebih besar. "Dia ingin memenangkan Liga Champions. Itu tidak akan terjadi di Aston Villa," ujar Carragher. "Dia sudah dua kali mencoba di Paris Saint-Germain dan Arsenal, dan hasilnya kurang memuaskan. Saya rasa dia ingin membuktikan diri di klub raksasa." Meski begitu, Carragher mengakui bahwa Emery telah meraih kesuksesan di Villa, termasuk mengangkat trofi Liga Europa bersama Sevilla dan meraih gelar Ligue 1 bersama PSG.
"Dia ingin memenangkan Liga Champions. Itu tidak akan terjadi di Aston Villa. Dia sudah dua kali mencoba di Paris Saint-Germain dan Arsenal, dan hasilnya kurang memuaskan. Saya rasa dia ingin membuktikan diri di klub raksasa." - Jamie Carragher
Selain Emery, nama Fabian Hurzeler juga mencuat. Pelatih muda asal Jerman itu tampil impresif bersama Brighton dengan gaya permainan menyerang dan pengembangan pemain muda. Sementara Cesc Fabregas, yang saat ini menangani Como di Serie B, dianggap sebagai kandidat jangka panjang. Julian Nagelsmann, yang saat ini tanpa klub setelah meninggalkan Timnas Jerman, juga masuk dalam daftar. Namun, pengalaman Emery di Premier League dan rekam jejak trofinya membuatnya menjadi opsi yang lebih matang.
Bagi Manchester United, keputusan mengganti pelatih di tengah musim bukan hal baru. Klub ini pernah melakukannya pada era Ole Gunnar Solskjaer dan Jose Mourinho. Namun, dengan posisi yang semakin terjepit, INEOS dituntut untuk bergerak cepat. Carrick sendiri masih mendapat dukungan dari sebagian pemain, tetapi tekanan dari fans dan media terus meningkat. Kekalahan dari Bournemouth membuat posisinya semakin goyah, dan laga-laga berikutnya akan menjadi penentu.
Di sisi lain, Aston Villa tidak akan tinggal diam. Klub yang bermarkas di Villa Park itu sedang membangun proyek jangka panjang bersama Emery, dan telah mengeluarkan dana besar untuk mendatangkan pemain-pemain berkualitas. Jika United benar-benar serius, mereka harus menyiapkan kompensasi besar dan meyakinkan Emery bahwa Old Trafford adalah tempat yang tepat untuk mewujudkan ambisi Liga Champions. Sementara itu, Carrick masih memiliki kesempatan untuk membalikkan keadaan, tetapi waktu terus berjalan dan toleransi semakin tipis.
Pertanyaannya, apakah INEOS akan memberikan kesempatan hingga akhir musim, ataukah mereka akan mengambil langkah drastis demi menyelamatkan musim yang sudah berjalan di tepi jurang? Jawabannya akan segera terlihat dalam beberapa pekan ke depan.



