Lurah di Jakarta Dituntut Melek Media, 52 Peserta BSA 2026 Dibekali Branding Wilayah
Baca dalam 60 detik
- Pemprov DKI melalui Biro KSD Setda menggelar pelatihan media dan branding bagi 52 lurah peserta Benyamin S Award 2026.
- Materi pelatihan mencakup pengelolaan media sosial, penyusunan pesan, dan pembentukan citra kelurahan sebagai destinasi.
- Sepuluh finalis telah disaring dan pemenang BSA akan diumumkan pada 30 Oktober 2026.

Sebanyak 52 lurah di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengikuti pelatihan pemanfaatan media dan pembentukan branding wilayah yang digelar Biro Kerja Sama Daerah (KSD) Sekretariat Daerah, Selasa (27/10), di Paragon Community Hub. Pelatihan ini menyasar para peserta Benyamin S Award (BSA) 2026, ajang apresiasi bagi lurah yang dinilai mampu mendorong perubahan nyata di kelurahannya.
Langkah tersebut mempertegas pergeseran peran kepala kelurahan. Jika sebelumnya tugas lurah lebih banyak berkutat pada pelayanan administratif, kini mereka dituntut mampu mengomunikasikan program pembangunan kepada publik melalui kanal digital. Keterampilan mengelola media sosial, merumuskan pesan, dan membangun citra wilayah menjadi bagian dari kompetensi yang harus dikuasai.
Kepala Bagian Kerja Sama Pihak Ketiga Biro KSD Setda, Faisal, menuturkan bahwa pelatihan ini bertujuan agar para lurah dapat menjalankan program Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta secara tepat sasaran dan dengan pelayanan yang profesional. "Mereka lebih mampu mendeliver seluruh program Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur dalam hal ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara baik, secara tepat, dan melayani secara profesional," ujarnya.
Dalam sesi pelatihan, para lurah tidak hanya menerima materi satu arah. Mereka terlibat aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, hingga berbagi pengalaman tentang pengelolaan kanal komunikasi kelurahan. Pendekatan partisipatif ini dinilai penting karena setiap kelurahan memiliki karakteristik dan tantangan berbeda, terutama yang berada di kawasan kepulauan.
Jamaluddin, Lurah Pulau Panggang, Kabupaten Kepulauan Seribu, mengaku memperoleh banyak bekal dari rangkaian BSA, termasuk pelatihan yang digelar di Paragon Community Hub. Menurut dia, materi tersebut menjadi modal untuk mengembangkan wilayahnya. Ia berharap kualitas media sosial kelurahan meningkat, khususnya untuk mempromosikan Pulau Panggang sebagai destinasi wisata. "Mudah-mudahan sekali lagi lewat BSA ini Kelurahan Pulau Panggang bisa menggaet wisatawan yang dari darat ke Kelurahan Pulau Panggang," ucapnya.
Harapan serupa disampaikan Lurah Pluit, Faizal. Meski tidak masuk dalam seleksi 10 besar, ia merasa tetap diapresiasi karena bisa mengikuti pelatihan. Faizal menyebut sesi tersebut membuka wawasan tentang cara membangun branding yang kuat dan mengangkat potensi wilayah. Ia juga memanfaatkan forum itu untuk bertukar pikiran dengan para finalis, terutama soal strategi memotivasi jajaran kelurahan agar terus berinovasi.
"Tadi juga berkolaborasi dengan Paragon dan jajarannya, bagaimana mereka bisa membangun branding yang kuat, juga bisa memberikan edukasi bagaimana seorang lurah bisa mengangkat wilayahnya," ujar Faizal.
BSA sendiri dirancang sebagai platform apresiasi yang mendorong setiap kelurahan membangun lingkungan lebih bersih, nyaman, indah, dan sejahtera. Semangat Benyamin Sueb dihadirkan sebagai ruh perjalanan Jakarta menuju kota global. Karena itu, pelatihan media dan branding bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari upaya membangun kapasitas aparatur dalam menyampaikan capaian pembangunan kepada warga.
Dari 52 peserta, telah tersaring 10 lurah yang melaju ke babak final. Kesepuluh finalis berasal dari Kelurahan Pulau Panggang, Kelapa Gading Timur, Malaka Sari, Utan Kayu Selatan, Srengseng, Sukabumi Utara, Taman Sari, Kebon Baru, Cilandak Barat, dan Kebon Sirih. Nama pemenang akan diumumkan dalam acara penghargaan pada 30 Oktober 2026.
Ke depan, tantangannya bukan hanya memastikan para lurah mampu memproduksi konten menarik, tetapi juga menjaga agar komunikasi publik tetap akurat, transparan, dan responsif terhadap aspirasi warga. Apakah pelatihan semacam ini akan menjadi standar baru bagi seluruh aparatur kelurahan di Jakarta, atau masih terbatas pada peserta ajang penghargaan? Publik menanti buktinya setelah pemenang BSA diumumkan.



