Newcastle Menang, Tapi Jaissle Diingatkan: Willock Sudah Tak Layak Jadi Starter
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United menang 2-0 atas Crystal Palace, tetapi performa gelandang Joe Willock menuai kritik tajam.
- Willock hanya mencatat 39 sentuhan dan kehilangan bola 15 kali, memicu desakan agar ia dicadangkan.
- Pelatih Matthias Jaissle menghadapi tekanan untuk merombak lini tengah jelang laga berikutnya.

Kemenangan 2-0 Newcastle United atas Crystal Palace di Selhurst Park, Sabtu (14/3/2026), tidak sepenuhnya membahagiakan pelatih Matthias Jaissle. Meski meraih tiga poin penting, penampilan gelandang Joe Willock menjadi sorotan tajam dan memunculkan desakan agar pemain berusia 27 tahun itu tidak lagi menjadi pilihan utama.
Willock, yang didatangkan dari Arsenal pada musim panas 2021 dengan banderol 20 juta poundsterling, tampil selama 77 menit. Namun kontribusinya jauh dari memadai. Ia hanya mencatat 39 sentuhan bola—lebih sedikit dibandingkan kiper Lukas Hornicek—dan hanya melepaskan dua umpan ke sepertiga akhir lapangan. Tingkat akurasi umpannya pun hanya 70 persen, sementara ia kehilangan penguasaan bola sebanyak 15 kali.
Dalam upaya menggiring bola melewati lini tengah Palace, Willock hanya berhasil satu kali dari lima percobaan. Ia juga kalah dalam 69 persen duel darat yang dijalaninya. Statistik ini menegaskan bahwa peran sebagai gelandang serang tidak berjalan efektif, dan ia kerap menjadi titik lemah dalam transisi permainan Newcastle.
Kritik terhadap Willock bukan hal baru. Sepanjang musim 2026/27, ia memang sering dipasang sebagai nomor 10, tetapi konsistensinya jauh dari harapan. Publik Newcastle mulai mempertanyakan keputusan Jaissle yang terus memberinya kepercayaan. Kemenangan atas Palace memang diselamatkan oleh gol kedua Harvey Barnes dan assist Jacob Murphy untuk Will Osula, namun hal itu tidak menutupi buruknya performa Willock.
"Willock tidak lagi berada pada level yang dibutuhkan sebagai gelandang starter di Premier League," demikian penilaian tajam yang dilontarkan pengamat, mencerminkan kekecewaan terhadap performanya.
Selain Willock, gelandang Joelinton juga tampil di bawah standar. Kembali dari cedera, ia hanya menyelesaikan 65 persen umpan dan kehilangan bola 19 kali. Rekrutan musim panas, Nico Gonzalez, yang dibeli dari Manchester City seharga 52 juta poundsterling, juga belum menunjukkan kualitasnya dengan kehilangan bola 14 kali dan akurasi umpan 70 persen. Ketiga gelandang ini menjadi sorotan dalam kemenangan yang terasa pahit bagi Jaissle.
Bagi Newcastle, kemenangan tandang kedua musim ini—setelah sebelumnya mengalahkan Tottenham Hotspur pada akhir Agustus—memang menjaga asa di papan atas. Namun, jika Jaissle ingin bertahan lama di Tyneside, ia harus berani mengambil keputusan tegas, termasuk mencadangkan Willock dan mencari opsi lain di lini tengah. Performa Willock yang inkonsisten telah menjadi beban, dan perubahan mungkin diperlukan untuk menjaga momentum tim.
Pertanyaannya, apakah Jaissle akan mendengarkan desakan publik dan melakukan perombakan, atau tetap bertahan dengan formasi yang sama? Laga berikutnya akan menjadi ujian bagi ketajaman insting pelatih asal Jerman itu.



