Hubner Bersinar, Romeny Comeback: Sinyal Positif Timnas Indonesia dari Eredivisie
Baca dalam 60 detik
- Justin Hubner tampil penuh 90 menit dan membantu Fortuna Sittard mencatatkan clean sheet saat mengalahkan Excelsior 1-0.
- Ole Romeny akhirnya kembali merumput setelah absen dua laga, meski hanya bermain 45 menit dengan rating 6,1.
- Calvin Verdonk dan Maarten Paes masih terpinggirkan di klub masing-masing, menjadi catatan penting bagi pelatih Timnas Indonesia.

Justin Hubner kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu bek andalan Timnas Indonesia. Dalam laga pekan ke-10 Eredivisie 2026/2027, ia tampil penuh 90 menit saat Fortuna Sittard mengalahkan Excelsior 1-0 di Stadion Fortuna Sittard, Minggu (25/10/2026) malam WIB. Gol Rodrigo Guth di masa injury time memastikan tiga poin bagi tuan rumah, sekaligus mengangkat mereka ke peringkat kelima klasemen dengan koleksi 18 poin.
Penampilan Hubner mendapat rating impresif 8,0. Bek berusia 23 tahun itu mencatatkan 82 sentuhan bola dengan akurasi operan mencapai 88 persen. Tidak hanya solid di belakang, ia juga aktif dalam transisi bertahan dengan 13 aksi bertahan, tiga tekel, delapan sapuan, dua intersepsi, dan empat kali merebut kembali penguasaan bola. Kolaborasinya dengan Guth di jantung pertahanan menjadi kunci clean sheet Fortuna Sittard.
Laga ini menjadi penampilan ke-10 Hubner di Eredivisie musim ini, dan ia selalu dipercaya sebagai starter. Konsistensi tersebut menjadi sinyal positif bagi pelatih Timnas Indonesia, yang tengah mempersiapkan skuad untuk ajang internasional mendatang. Hubner membuktikan bahwa ia mampu bersaing di level kompetisi Eropa yang kompetitif.
Kabar positif juga datang dari Ole Romeny. Penyerang yang memperkuat Fortuna Sittard itu akhirnya kembali mendapat menit bermain setelah absen sejak tampil di FIFA ASEAN Cup awal Oktober. Romeny masuk sebagai pengganti Sven Simons pada awal babak kedua dan bermain selama 45 menit. Sebelumnya, ia tidak dimainkan saat Fortuna Sittard menghadapi FC Twente dan NEC Nijmegen.
Meski demikian, performa Romeny belum sepenuhnya memuaskan. Ia mencatatkan akurasi operan 86 persen dari sembilan sentuhan bola, melepaskan satu tembakan tepat sasaran, dua kali menyentuh bola di kotak penalti lawan, dan sekali terjebak offside. Rating 6,1 yang diberikan menunjukkan bahwa ia masih perlu meningkatkan ketajaman dan kontribusinya bagi tim.
Di sisi lain, dua pemain abroad Timnas Indonesia lainnya masih kesulitan mendapatkan menit bermain. Calvin Verdonk hanya duduk di bangku cadangan saat Lille bertandang ke markas AS Monaco pada pekan kedelapan Ligue 1, Minggu malam WIB. Laga tersebut berakhir imbang 1-1 setelah Lille unggul lebih dulu melalui Ethan Mbappe pada menit ke-24, namun Monaco menyamakan kedudukan lewat Edan Diop pada menit ke-74. Hasil ini membuat Lille mengoleksi 15 poin di Ligue 1.
Situasi serupa dialami Maarten Paes. Kiper Timnas Indonesia itu kembali menghuni bangku cadangan ketika Ajax Amsterdam mengalahkan Sparta Rotterdam 2-1, Senin (26/10/2026) dini hari WIB. Ajax memastikan kemenangan melalui gol Abdellah Ouazane dan Tolu Arokodare, sedangkan Sparta hanya mampu membalas lewat Jens Toornstra. Paes baru sekali tampil di Eredivisie musim ini, yakni saat menghadapi Willem II pada September lalu.
"Konsistensi Hubner di Eredivisie menjadi bukti bahwa pemain Indonesia mampu bersaing di level Eropa. Namun, situasi Verdonk dan Paes perlu menjadi perhatian serius agar mereka tetap mendapatkan ritme pertandingan," ujar seorang pengamat sepak bola nasional.
Bagi Timnas Indonesia, rapor pemain abroad ini menjadi cermin penting. Hubner dan Romeny yang aktif bermain memberikan harapan, tetapi minimnya menit bermain bagi Verdonk dan Paes bisa menjadi kendala dalam menjaga kebugaran dan performa jelang agenda internasional. Pelatih perlu mempertimbangkan kondisi psikologis dan fisik pemain yang jarang tampil di klub.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah Verdonk dan Paes mampu merebut tempat utama di klub masing-masing, ataukah mereka perlu mencari opsi pinjaman demi menit bermain reguler? Jawaban atas hal ini akan sangat memengaruhi kekuatan Timnas Indonesia di pentas Asia.



