Kekalahan Perdana Man City di Liga Inggris: Mengapa Maresca Abaikan Bouaddi?
Baca dalam 60 detik
- Manchester City menelan kekalahan pertama di Premier League musim ini setelah takluk dari Aston Villa, Sabtu (24/10/2026).
- Keputusan Enzo Maresca tidak memainkan Ayyoub Bouaddi di lini tengah saat jeda menjadi sorotan utama.
- Kegagalan ini memunculkan pertanyaan tentang fleksibilitas taktis Maresca dalam mengelola pergantian pemain di laga ketat.

Manchester City akhirnya merasakan kekalahan pertamanya di Premier League musim ini setelah tumbang di tangan Aston Villa pada Sabtu (24/10/2026). Namun, sorotan utama bukan sekadar hasil akhir, melainkan keputusan taktis Enzo Maresca yang memilih tidak menurunkan Ayyoub Bouaddi saat jeda pertandingan, padahal lini tengah City sedang kesulitan menguasai permainan.
Sejak menangani The Citizens, Maresca memang dikenal berani melakukan perubahan drastis ketika timnya tertinggal. Contohnya saat menghadapi Paris Saint-Germain di Liga Champions awal bulan ini. Kala itu, tertinggal 0-3, ia melakukan tiga pergantian sekaligus dan berhasil membalikkan momentum. Namun, resep serupa tidak membuahkan hasil saat melawan Aston Villa.
Pada laga di Villa Park, City kebobolan lebih dulu dan sempat mengancam melalui Iliman Ndiaye, tetapi bola masih membentur tiang. Memasuki babak kedua, Maresca menarik keluar Rayan Cherki dan memasukkan Phil Foden, bukan Bouaddi seperti yang dilakukannya melawan PSG. Secara teori, langkah itu masuk akal karena Foden adalah pemain kreatif yang diharapkan menambah daya gedor. Akan tetapi, keputusan tersebut justru meninggalkan masalah mendasar: City tetap kalah dalam perebutan bola di area tengah.
Duet Elliot Anderson dan Enzo Fernandez tampil solid dalam beberapa laga terakhir, termasuk saat menghadapi Manchester United dan Liverpool. Namun, melawan Aston Villa, keduanya kembali kesulitan mengendalikan tempo pertandingan. Situasi ini mengingatkan pada pertemuan dengan PSG, di mana lawan sukses memanfaatkan ruang dan memenangkan duel-duel penting di tengah. Dalam kondisi seperti itu, kehadiran Bouaddi sebagai gelandang pekerja keras sebenarnya bisa menjadi solusi untuk menambah kekuatan dalam perebutan bola.
"Saya pikir pertandingan melawan PSG sedikit berbeda. Hari ini kami membutuhkan gelandang yang memiliki kemampuan teknis. Itulah alasan Rayan keluar dan Phil masuk. Tidak diragukan lagi Ayyoub akan membantu kami. Hari ini Enzo dan Elliot sama-sama tampil sangat baik, dan kami memiliki begitu banyak pertandingan sehingga Ayyoub akan mendapatkan menit bermain," ujar Maresca dalam konferensi pers seusai laga.
Pernyataan Maresca menunjukkan bahwa ia memiliki alasan teknis untuk pilihannya. Namun, keputusan tersebut tetap menuai kritik karena City gagal menghindari kekalahan. Sebagai pelatih yang jarang mengkritik pemainnya secara terbuka, Maresca dihadapkan pada evaluasi menyeluruh, termasuk soal fleksibilitas taktis. Pergantian pemain yang berhasil di satu laga belum tentu efektif di laga lain, dan kali ini ia dinilai mengabaikan salah satu faktor yang sebelumnya membantu City bangkit.
Bagi City, kekalahan ini menjadi pukulan telak dalam persaingan gelar. Meski demikian, musim masih panjang dan Maresca memiliki kesempatan untuk memperbaiki keputusannya. Pertanyaannya, akankah ia lebih berani memberi kesempatan kepada Bouaddi di laga-laga krusial berikutnya? Atau justru tetap mengandalkan kreativitas Foden dan pemain senior lainnya? Yang jelas, evaluasi taktis menjadi kunci agar The Citizens tidak kehilangan momentum.



