Aprilia Di Simpang Jalan: Batalnya MotoGP Australia, Berkah atau Petaka?
Baca dalam 60 detik
- Pembatalan MotoGP Australia di Phillip Island memunculkan dilema bagi Aprilia Racing karena Jorge Martín cedera sementara Marco Bezzecchi kehilangan peluang mengejar poin.
- CEO Massimo Rivola mengaku tidak tahu apakah situasi ini menguntungkan atau merugikan tim secara keseluruhan, namun ia menegaskan fokus pada persiapan balapan berikutnya.
- Dengan hanya menyisakan empat seri, termasuk Sepang dan Qatar yang juga terancam, peluang Bezzecchi meraih gelar semakin tipis jika balapan kembali dibatalkan.

Pembatalan balapan MotoGP Australia di Sirkuit Phillip Island, Minggu (20/10/2024), meninggalkan pertanyaan besar bagi Aprilia Racing. Tim pabrikan asal Noale, Italia, itu berada di posisi sulit: kehilangan kesempatan meraih poin besar melalui Marco Bezzecchi, tetapi di sisi lain pembatalan tersebut sedikit menguntungkan Jorge Martín yang sedang cedera.
Martín, pembalap utama Aprilia, mengalami patah tulang lengan kanan saat sprint race Sabtu. Insiden itu membuatnya kehilangan posisi puncak klasemen dari Marc Márquez (Ducati). Dengan tidak adanya balapan pada hari Minggu, Márquez tidak bisa menambah keunggulan 10 poinnya, sehingga peluang Martín untuk tetap bersaing di perebutan gelar masih terbuka, meski ia harus absen atau tampil tidak optimal.
Namun, bagi Bezzecchi yang berada di peringkat ketiga klasemen dan tertinggal 50 poin dari Márquez, pembatalan ini jelas merugikan. Ia kehilangan kesempatan untuk memangkas jarak di sirkuit yang ia sukai. CEO Aprilia, Massimo Rivola, mengakui bahwa situasinya tidak hitam-putih. "Saya tidak tahu. Saya yakin Marco sedikit kesal karena dia melihat peluang," ujarnya kepada media di Phillip Island. "Tapi saya pikir Jorge senang."
Keputusan pembatalan diambil setelah pihak penyelenggara tidak bisa memastikan keselamatan pembalap, terutama terkait evakuasi udara. Cuaca buruk dan hujan deras yang telah diperkirakan sejak lama membuat lintasan tidak layak untuk balapan. Rivola sendiri mengaku tidak terpikirkan masalah helikopter sebelumnya. "Itu masalah utama," akunya.
Meski demikian, Rivola memahami bahwa keselamatan adalah prioritas. Ia juga menyayangkan momen tersebut, mengingat Phillip Island merupakan salah satu sirkuit ikonik dan menjadi tuan rumah balapan terakhir sebelum kontraknya berakhir. "Balapan terakhir di Phillip Island layak mendapatkan akhir yang lebih baik," tuturnya.
"Saya di sini untuk balapan. Jadi ketika saya datang ke Phillip Island, saya tidak melihat balapan dari sudut pandang pribadi. Saya membawa keluarga saya karena saya bilang mereka harus melihat balapan terakhir di Phillip Island. Itu unik. Jadi mereka menghabiskan dua atau empat hari bepergian keliling dunia untuk apa-apa, tapi begitulah keadaannya."
— Massimo Rivola, CEO Aprilia Racing
Di tengah kekecewaan, ada secercah harapan: cedera Martín tergolong ringan dan memungkinkan ia tampil di Sepang, Malaysia, akhir pekan depan. Rivola berharap pembalap Spanyol itu bisa segera pulih. "Sangat sulit. Sangat, sangat sulit. Saya harap bisa melihat Jorge di Sepang, setidaknya bersama kami," ujarnya. "Kabar baiknya, kali ini dia hanya patah tulang. Tidak serius."
Rivola juga menyoroti nasib Aprilia dan Martín yang kurang beruntung musim ini. "Kisah antara Aprilia dan Jorge cukup malang. Tapi saya ingin kisah kami berakhir dengan cara terbaik, dengan dia 100% fit secara fisik. Kemarin dia tampil luar biasa. Kami melihat Jorge yang sebenarnya, dan saya pikir dia punya peluang menang. Tapi kadang hal buruk terjadi. Kami belum banyak beruntung dengannya, tapi kami tidak akan menyerah sampai ini berakhir," tegasnya.
Dengan pembatalan di Australia, tersisa empat balapan: Jepang, Thailand, Malaysia, dan Valencia. Namun, balapan di Qatar juga masih dalam ancaman pembatalan karena alasan serupa. Jika itu terjadi, peluang Bezzecchi untuk meraih gelar akan semakin kecil. Rivola menegaskan tim hanya bisa mengikuti keputusan penyelenggara. "Kami tidak dalam posisi untuk mengatakan: 'Saya tidak akan pergi.' Sejauh ini, tidak ada alasan untuk itu. Mungkin besok situasinya berubah, tapi tidak hari ini," pungkasnya.
Pembatalan ini juga menjadi pukulan bagi para penggemar yang telah memadati sirkuit sejak pagi. Mereka hanya bisa menyaksikan dua lap demonstrasi di belakang safety car. Rivola menyampaikan simpatinya. "Saya merasa kasihan pada orang-orang yang telah berada di sini sepanjang hari, sejak pagi sekali," ujarnya.
Ke depan, Aprilia dihadapkan pada misi ganda: memastikan Martín pulih total dan memaksimalkan peluang Bezzecchi di sisa balapan. Namun, dengan cuaca yang tidak menentu dan potensi pembatalan lain, tim harus tetap waspada. Akankah Aprilia mampu mengubah kesulitan menjadi peluang? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal pasti: mereka tidak akan menyerah.



