COTA Ubah Sirkuit F1 Jadi Klub Eksklusif, Siapkan Lintasan Kedua untuk Akar Rumput
Baca dalam 60 detik
- Circuit of the Americas (COTA) resmi menutup akses sirkuit bagi publik mulai 2 Januari, beralih ke model keanggotaan eksklusif dengan kuota maksimal 300 anggota.
- Langkah ini merupakan bagian dari strategi F1 untuk meningkatkan layanan hospitality dan mendiversifikasi pendapatan sirkuit di luar balapan.
- COTA berencana membangun sirkuit kedua berstandar FIA Grade 3 untuk mengakomodasi komunitas balap lokal yang tergusur.

Circuit of the Americas (COTA) memastikan diri menjadi sirkuit Formula 1 pertama yang mengubah fasilitasnya menjadi klub anggota eksklusif. Mulai 2 Januari, kompleks paddock dan area hospitality di Tikungan 1—yang sebelumnya menjadi ekstensi Paddock Club selama balapan—akan beroperasi sebagai klub privat bernama 'The Circuit' sepanjang tahun. Keputusan ini menandai pergeseran model bisnis sirkuit dari sekadar venue balapan menjadi destinasi gaya hidup.
Parris Mullins, Senior Vice President Motorsports COTA, menjelaskan bahwa keanggotaan tidak bersifat tahunan seperti klub konvensional. "Ini lebih mirip country club. Ada iuran tahunan untuk pemeliharaan, tetapi biaya inisiasi dibayar sekali dan pada dasarnya memberikan keanggotaan seumur hidup," ujarnya. COTA membatasi jumlah anggota maksimal 300 orang, dengan 250 kursi untuk warga Amerika Utara dan 50 sisanya dialokasikan bagi anggota internasional dan korporasi. Hingga akhir pekan balapan, sekitar 600 orang telah menyatakan minat, 140 di antaranya sudah berdiskusi intensif dan sebagian mulai menandatangani kontrak.
Langkah ini bukan inisiatif tunggal Presiden COTA Bobby Epstein. F1 sendiri mendorong seluruh penyelenggara balapan untuk meningkatkan kualitas hospitality seiring pertumbuhan popularitas olahraga ini pasca-serial Netflix 'Drive to Survive'. "Perpanjangan kontrak kami sangat bergantung pada ini. Kami perlu meningkatkan pengalaman anggota dan tamu Paddock Club. F1 telah berkomitmen besar, dan pasar tertentu menuntut fasilitas seperti ini," tambah Mullins.
Konsekuensi dari keputusan ini, COTA tidak lagi tersedia untuk track day atau kegiatan klub otomotif regional. Untuk mengatasinya, sirkuit yang terletak di Austin, Texas, ini telah menyiapkan rencana pembangunan sirkuit kedua yang lebih pendek di lahan kosong sebelah utara sirkuit utama. Lintasan baru tersebut akan dirancang untuk mobil dan sepeda motor, dengan standar FIA Grade 3—cocok untuk touring car, sportscar, dan single-seater entry-level, namun tidak untuk F1.
"Sirkuit kedua akan dibangun terutama karena kami menyadari telah menggusur sejumlah mitra yang telah bersama kami sejak awal. Kami ingin membangun sesuatu yang sesuai untuk komunitas motorsport lokal, dengan harga akses yang jauh lebih rendah," kata Mullins.
Meski detail layout belum diungkap, Mullins menyebut pihaknya ingin menciptakan karakter yang berbeda dari sirkuit Grand Prix. "Kami tidak memiliki tikungan banked, jadi saya pikir sirkuit baru harus punya satu. Juga chicane ikonik. Kami ingin fitur yang bisa dinikmati dengan mobil yang dibawa pengunjung ke lintasan," jelasnya. COTA juga terbuka jika sirkuit baru nantinya digunakan untuk seri balap kecil.
Soal tenggat waktu, Mullins enggan menyebut tanggal pasti, tetapi menegaskan urgensi agar komunitas lokal tidak kehilangan fasilitas terlalu lama. "Kami masih perlu menyelesaikan proses dengan pemerintah kota. Kami sudah cukup jauh sehingga nyaman mengatakan ingin menyelesaikannya secepatnya, tetapi kami juga harus melakukannya dengan benar," ujarnya.
Di sisi lain, COTA tetap ingin mempertahankan identitasnya sebagai "balapan rakyat" dengan kapasitas penonton hingga 440.000 orang sepanjang akhir pekan F1. Berbagai investasi jangka panjang—termasuk taman hiburan COTALAND dengan roller coaster di sektor ketiga sirkuit, konser musik, dan kini klub anggota—dirancang untuk menjadikan sirkuit sebagai sumber pendapatan sepanjang tahun. Kontrak F1 hingga 2034 menjadi landasan stabilitas untuk menutup investasi tersebut, ditambah ajang MotoGP, WEC, dan Formula E mulai 2027.
"Formula 1 menyediakan aksi di lintasan. Tugas kami adalah melengkapinya di antara sesi. Pada akhirnya ini olahraga, tetapi juga hiburan. Kami ingin menghibur orang," pungkas Mullins. Dengan langkah ini, COTA menjadi contoh bagaimana sirkuit balap modern bertransformasi menjadi pusat hiburan dan gaya hidup—sebuah model yang mungkin akan diikuti venue lain. Akankah eksklusivitas ini memperkuat posisi COTA di kancah global, atau justru menjauhkannya dari basis penggemar akar rumput?



