Veda Ega Pratama Cetak Pole Position Bersejarah, tapi Balapan Moto3 Australia Batal karena Cuaca
Baca dalam 60 detik
- Veda Ega Pratama menjadi pembalap Indonesia pertama yang meraih pole position di Moto3, namun balapan di Phillip Island harus dibatalkan akibat cuaca ekstrem.
- Keputusan Race Director membatalkan Moto3 dan Moto2 diambil karena helikopter medis tidak dapat beroperasi, sementara MotoGP dijadwalkan ulang.
- Veda menerima keputusan itu dan mengalihkan fokus ke seri berikutnya di Sepang, Malaysia, pekan depan.

Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama menorehkan sejarah dengan meraih pole position di kualifikasi Moto3 Australia 2026 di Sirkuit Phillip Island, Sabtu (24/10/2026). Namun, sejarah itu tak berujung balapan: hujan deras dan jarak pandang buruk memaksa Race Director membatalkan balapan Moto3 dan Moto2 pada hari yang sama.
Pole position tersebut istimewa karena Veda menjadi putra Indonesia pertama yang berhasil meraih posisi terdepan di semua kelas MotoGP. Prestasi ini menempatkannya sejajar dengan pembalap-pembalap papan atas dunia, sekaligus menandai kebangkitan pembalap muda Asia di pentas balap internasional.
Keputusan pembatalan diambil karena helikopter medis tidak bisa terbang dengan aman dalam kondisi cuaca buruk. Tanpa dukungan evakuasi udara, balapan dianggap terlalu berisiko. Sementara itu, balapan utama MotoGP dijadwalkan ulang dengan pit lane dibuka pukul 16.00 waktu setempat (12.00 WIB), menunggu perbaikan cuaca.
Veda mengaku sedih gagal tampil di Phillip Island, terlebih sirkuit itu mungkin menjadi tuan rumah terakhir kalinya untuk kelas Moto3. "Saya merasa sedih karena tidak bisa balapan di Phillip Island, apalagi ini akan menjadi balapan terakhir di sirkuit ini," ujarnya melalui akun Instagram Honda Team Asia.
Meski kecewa, pembalap berusia 17 tahun itu tetap menghargai keputusan Race Director. Ia menyadari keselamatan adalah prioritas utama. "Kami harus menghargai keputusan Race Director, kami siap untuk balapan di Malaysia pekan depan," tambahnya.
Bagi Veda, Phillip Island punya tempat khusus. Ia menyukai karakter trek yang menantang dan cepat. "Saya menjalani akhir pekan dengan baik, terutama kemarin saya dapat pole position. Sejujurnya saya sangat ingin balapan, ini adalah trek yang menyenangkan," ungkapnya.
Pembatalan ini juga menjadi pukulan bagi para penggemar di Indonesia yang telah menantikan aksi Veda. Dukungan sempat mengalir deras setelah ia meraih podium ketiga di Moto3 Brasil 2026, Maret lalu. Kini, perhatian beralih ke seri Malaysia yang akan digelar di Sirkuit Sepang, di mana Veda berpeluang kembali unjuk gigi.
Ke depan, konsistensi Veda di lintasan basah maupun kering akan menjadi kunci. Jika mampu mempertahankan performa seperti saat kualifikasi, bukan tidak mungkin ia kembali mencetak sejarah di Sepang. Akankah Veda membalas kekecewaan di Australia dengan hasil gemilang di Malaysia?



