Verstappen Tantang Bos Sirkuit Austin: Coba Balap Mobil Saya, Lima Putaran pun Tak Bisa Jalan
Baca dalam 60 detik
- Max Verstappen menantang ketua Circuit of the Americas, Bobby Epstein, untuk merasakan langsung guncangan ekstrem di lintasan Austin dengan mobil RB22.
- Pebalap Red Bull itu menilai perbaikan aspal yang dilakukan hanya solusi tambal sulam dan menuntut FIA serta Formula 1 bertindak lebih tegas terhadap sirkuit yang dinilai membahayakan kesehatan punggung.
- Ketegangan antara pebalap dan pengelola sirkuit memunculkan pertanyaan soal standar keselamatan dan kualitas infrastruktur balap di masa depan.

Max Verstappen melontarkan sindiran tajam kepada Bobby Epstein, ketua Circuit of the Americas (COTA), setelah pebalap Red Bull itu menilai kondisi lintasan di Austin, Texas, berada di ambang batas berbahaya. Dalam sesi wawancara dengan media Belanda di paddock, juara dunia empat kali tersebut menantang Epstein untuk mencoba sendiri mobil RB22 yang ia kemudikan. โSaya undang dia untuk mengendarai mobil saya. Saya rasa setelah lima putaran dia harus keluar dan tidak akan bisa berjalan lagi,โ ujar Verstappen, seperti dikutip Motorsport.com.
Pernyataan itu muncul sebagai buntut dari keluhan para pebalap mengenai guncangan hebat di beberapa titik sirkuit, terutama tikungan 1 dan 19, serta bagian cepat antara tikungan 4 dan 5. Verstappen bahkan mengaku harus mengonsumsi obat pereda nyeri setiap hari selama berada di Austin, sementara Lando Norris membutuhkan tablet sakit kepala di setiap sesi. Kondisi ini memicu diskusi intens dalam pertemuan pebalap pada Jumat malam, di mana Verstappen sempat berbincang lebih lama dengan perwakilan FIA dan pengelola sirkuit.
Epstein sebelumnya merespons kritik Verstappen dengan nada optimistis. Ia mengakui ada masalah di tikungan 1 yang baru diketahui pekan ini, namun menegaskan bahwa perbaikan telah dilakukan di banyak titik lain. โKami tidak merasa nyaman dengan guncangan di dasar tikungan 1. Kami tidak mengetahuinya sampai pekan ini. Kami akan memperbaikinya. Tapi hal-hal lain yang Max sebutkan, semua guncangan di sekitar lintasan, sudah kami perbaiki. Lintasan dalam kondisi sangat baik,โ kata Epstein kepada ESPN. Ia bahkan memperkirakan Verstappen akan berubah pikiran setelah sesi latihan Jumat.
Namun harapan itu tampaknya jauh dari kenyataan. Verstappen justru semakin vokal. Ia menilai perbaikan yang dilakukan hanya menutupi masalah mendasar: tanah lempung plastisitas tinggi di bawah sirkuit yang mengalami efek kembang-susut ekstrem. โAnda bisa menaruh lapisan aspal baru, tapi satu atau dua tahun kemudian masalah yang sama akan muncul, jadi Anda perlu melihat lebih dalam. Saya rasa FIA dan Formula 1 harus lebih tegas soal itu. Saya paham semua ini butuh biaya besar, tapi ini benar-benar hanya menempel plester pada masalah. Anda perlu menggali seluruhnya dan memasang fondasi yang layak jika Anda tahu tanah di bawahnya bergerak,โ tegasnya.
Kritik Verstappen bukan sekadar soal kenyamanan. Ia menyoroti dampak jangka panjang terhadap kesehatan tulang belakang pebalap. โTikungan 1 dan 19 memang benar-benar buruk, tapi juga seluruh bagian cepat antara tikungan 4 dan 5, ada guncangan besar di sana. Tentu saya paham tanah di sini bermasalah, tapi itu seharusnya sudah dipikirkan sebelumnya. Itu tidak bisa dijadikan alasan,โ ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa insiden di tikungan berkecepatan tinggi bisa berakibat fatal. โYa, hal-hal seperti itu seharusnya tidak terjadi pada kecepatan tinggi, saat mobil membentur tanah seperti itu.โ
Ketegangan antara pebalap dan pengelola sirkuit mencerminkan tantangan lebih luas dalam industri balap: bagaimana menyeimbangkan tuntutan keselamatan dengan kenyataan geografis dan biaya infrastruktur. FIA dan Formula 1 berada di bawah tekanan untuk memperketat standar sirkuit, terutama yang dibangun di atas lahan tidak stabil. Jika tidak, keluhan serupa bisa terus berulang di masa depan, dan bukan tidak mungkin memicu aksi protes dari para pebalap.
Pertanyaannya kini: akankah Epstein menerima tantangan Verstappen, atau justru FIA yang harus turun tangan menetapkan regulasi lebih ketat? Yang jelas, insiden di Austin menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap Formula 1, ada risiko nyata yang mengintai para pebalap setiap kali mereka melintasi gundukan aspal.



