Kemenangan Spurs di Stamford Bridge Ternyata Menyisakan Masalah: Kudus Di Ambang Bangku Cadangan
Baca dalam 60 detik
- Tottenham menang 2-0 atas Chelsea, tetapi performa Mohammed Kudus menjadi sorotan negatif.
- Kudus gagal memberi umpan matang, kehilangan bola 16 kali, dan sudah 13 laga tanpa gol.
- Pelatih Roberto De Zerbi disebut murka dan berpeluang mencoret Kudus saat melawan Crystal Palace.

Tottenham Hotspur meraih kemenangan bersejarah 2-0 di markas Chelsea, Stamford Bridge, Sabtu malam. Namun, di balik tiga poin tersebut, muncul persoalan baru: performa buruk Mohammed Kudus di lini serang membuat posisinya di starting XI terancam.
Kemenangan ini merupakan yang kedua bagi Spurs di Stamford Bridge sepanjang sejarah Premier League. Tambahan tiga poin mengangkat mereka ke peringkat 12 klasemen setelah delapan pertandingan. Chelsea harus bermain dengan sepuluh orang sejak babak kedua setelah Cole Palmer mendapat kartu kuning kedua.
Roberto De Zerbi melakukan perubahan dengan memasukkan Mathys Tel dan Mateus Fernandes sejak awal. Keduanya membayar kepercayaan itu. Fernandes tampil impresif di lini tengah dengan 121 sentuhan bola, 99 umpan sukses, dan akurasi passing 92%. Sementara Tel mencetak gol kedua lewat serangan balik cepat dari sisi kiri, melepaskan tembakan jarak jauh ke sudut kiri bawah gawang. Tel juga sukses dalam empat dari enam percobaan dribel.
Di sisi lain, Mohammed Kudus tampil mengecewakan. Pemain asal Ghana itu sebenarnya mendapat kepercayaan tampil sebagai starter dalam tiga laga terakhir Premier League. Namun, melawan Chelsea, ia gagal menunjukkan kontribusi berarti. Ia tercatat hanya mencatatkan 0,04 expected assists (xA), gagal dalam semua empat percobaan umpan silang, dan kehilangan bola 16 kali dari 53 sentuhan.
Momen paling mencolok terjadi ketika Kudus memilih mengirim bola lambung ke sayap kiri daripada memberikan umpan terobosan kepada Omar Marmoush yang sudah berlari bebas ke depan gawang. Keputusan itu membuat De Zerbi murka, seperti dilaporkan jurnalis Alasdair Gold. Rating 4/10 untuk penampilannya dinilai pantas.
"Kudus meninggalkan De Zerbi dalam keadaan marah karena gagal memberikan umpan kepada Marmoush," tulis Gold dalam laporannya.
Kudus kini telah melewati 13 pertandingan tanpa gol di semua kompetisi untuk Tottenham. Terakhir kali ia mencetak gol di Premier League adalah saat Spurs kalah 1-2 dari Fulham pada November 2025. Artinya, hampir setahun ia tidak mencetak gol di liga meski berposisi sebagai penyerang.
Kontribusi Kudus yang minim membuat De Zerbi memiliki alasan kuat untuk mencadangkannya saat Tottenham menghadapi Crystal Palace akhir pekan depan. Dengan performa apik Tel dan Fernandes, persaingan di lini depan semakin ketat. De Zerbi dituntut tegas mengambil keputusan demi menjaga konsistensi tim.
Keputusan ini akan menjadi ujian bagi De Zerbi dalam mengelola skuad. Jika Kudus tetap dipertahankan, risiko kehilangan poin bisa membayangi. Sebaliknya, mencadangkannya bisa menjadi sinyal bahwa performa, bukan nama besar, yang menjadi prioritas di Tottenham musim ini.



