Hadjar Sebut Awal Pekan GP Amerika "Bencana", Kini Berharap Strategi Dua Mobil Red Bull Kalahkan Antonelli
Baca dalam 60 detik
- Isack Hadjar mengaku sempat frustrasi karena banyak lapnya dihapus, tetapi bangkit dan menempati posisi ketiga di kualifikasi GP Amerika.
- Dengan dua mobil Red Bull di barisan depan, Hadjar menilai timnya punya keunggulan jumlah untuk menantang Kimi Antonelli.
- Start dari posisi ketiga, Hadjar hanya terpaut 0,036 detik dari Verstappen dan 0,215 detik dari waktu pole Antonelli.

Isack Hadjar mengawali akhir pekan GP Amerika Serikat dengan catatan buruk: hampir seluruh lapnya dihapus dan ia sempat gagal menuntaskan satu putaran pun dengan ban soft. Namun, pembalap Red Bull itu bangkit di sesi kualifikasi dan akan start dari posisi ketiga di Circuit of the Americas, Minggu (25/10).
Hadjar finis hanya 0,036 detik di belakang rekan setimnya, Max Verstappen, dan terpaut 0,215 detik dari Kimi Antonelli yang merebut pole position. Hasil ini kontras dengan awal pekan yang menurutnya kacau. "Ini bencana sepanjang akhir pekan bagi saya," ujarnya dalam konferensi pers usai kualifikasi, seperti dikutip Motorsport.com.
Pembalap berdarah Prancis-Aljazair itu menjelaskan bahwa timnya melakukan perubahan besar pada setelan mobil. Berbagai percobaan dilakukan hingga akhirnya mobil terasa lebih hidup di sesi kualifikasi. "Kami benar-benar bekerja keras pada setelan. Kami mencoba banyak hal akhir pekan ini, dan itu membuahkan hasil," tambahnya.
Meski puas dengan kebangkitan, Hadjar menyimpan penyesalan pada percobaan pertama di Q3. Ia merasa kehilangan banyak waktu akibat angin buritan kencang, tetapi mengakui kondisi trek memburuk di lap terakhir. "Saya sedikit kecewa, bukan karena lap terakhir, tapi lebih karena percobaan pertama di Q3. Di lap itu saya benar-benar merasa kehilangan banyak waktu karena angin buritan yang kencang," tuturnya.
"Kami berdua, jadi itu semacam keuntungan. Kami akan mencoba memanfaatkannya." โ Isack Hadjar
Menghadapi balapan, Hadjar menegaskan bahwa kehadiran dua mobil Red Bull di barisan depan bisa menjadi senjata untuk menekan Antonelli. Dengan Verstappen di posisi kedua dan dirinya di ketiga, tim memiliki opsi strategi untuk menantang pembalap yang juga memimpin klasemen sementara itu. "Kami berdua, jadi itu semacam keuntungan. Kami akan mencoba memanfaatkannya," kata Hadjar.
Bagi Red Bull, performa Hadjar di kualifikasi menjadi sinyal positif di tengah tekanan kompetisi. Meski masih berstatus pembalap muda, ia menunjukkan kemampuan beradaptasi dengan kondisi trek yang berubah-ubah. Keberhasilan bangkit dari keterpurukan juga memperlihatkan ketangguhan mental yang dibutuhkan di ajang seketat Formula 1.
Balapan GP Amerika Serikat akan digelar Minggu (25/10) dan menjadi ujian bagi Hadjar untuk membuktikan bahwa kebangkitan di kualifikasi bukan sekadar keberuntungan. Mampukah ia memanfaatkan posisi start ketiga untuk mengganggu dominasi Antonelli dan membantu Verstappen memperkecil jarak di klasemen? Jawabannya akan terlihat di lintasan.



