Radovan Pankov: Ban Kapten Persija Bukan Sekadar Simbol, Tapi Tanggung Jawab
Baca dalam 60 detik
- Radovan Pankov dipercaya Shin Tae-yong memimpin Persija saat Rizky Ridho absen dalam dua laga BRI Super League 2026/2027.
- Bek Serbia itu menilai peran kapten sebagai kehormatan besar dan mengaku sudah terbiasa dengan tanggung jawab serupa.
- Konsistensi Pankov di lini belakang memperkuat posisi Persija sebagai kandidat juara, sebagaimana diakui pelatih Arema FC.

Radovan Pankov mengaku tidak menyangka mendapat kepercayaan mengenakan ban kapten Persija Jakarta di usia yang belum genap setahun berseragam Macan Kemayoran. Bek berusia 31 tahun itu ditunjuk pelatih Shin Tae-yong memimpin tim dalam dua pertandingan BRI Super League 2026/2027, yakni kontra PSIM Yogyakarta (10 Oktober) dan Arema FC (21 Oktober), ketika kapten utama Rizky Ridho absen.
Penunjukan tersebut bukan tanpa alasan. Sepanjang enam pekan awal kompetisi, Pankov tampil solid di jantung pertahanan, tidak hanya tangguh dalam mengantisipasi serangan lawan tetapi juga vokal mengorganisasi rekan-rekan. Perannya sebagai wakil kapten sebenarnya baru ia dapatkan dua hingga tiga bulan lalu, sehingga kesempatan memimpin langsung di lapangan menjadi pengalaman yang membanggakan.
โIni kehormatan luar biasa sekaligus tanggung jawab besar. Sebenarnya situasi ini bukan hal baru bagi saya,โ ujar Pankov, Sabtu (24/10/2026). โSaya senang mengemban tanggung jawab ini, termasuk ketika Ridho tidak bermain. Bagi saya, mengenakan ban kapten untuk klub sebesar Persija adalah sebuah kehormatan besar.โ
Kepercayaan yang diberikan Shin Tae-yong kepada Pankov mencerminkan kedalaman skuad Persija musim ini. Meski tanpa Ridho, lini belakang tetap terjaga karena ada pemain yang mampu mengambil peran kepemimpinan. Hal ini menjadi pembeda dibandingkan musim-musim sebelumnya, ketika absennya kapten kerap membuat organisasi pertahanan goyah.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, merasakan langsung dampaknya. Setelah timnya dibantai 1-5 di Stadion Patriot Candrabhaga, ia menyebut Persija sebagai kandidat kuat juara BRI Super League 2026/2027. Pujian itu bukan sekadar basa-basi; kemenangan telak tersebut menunjukkan efektivitas lini belakang yang dipimpin Pankov dalam menopang transisi menyerang.
Bagi Persija, sosok Pankov memberi fleksibilitas taktik. Shin Tae-yong dapat merotasi pemain tanpa kehilangan kestabilan, terutama di laga padat. Kehadiran pemain asing yang cepat beradaptasi dengan budaya tim juga membantu menjaga harmoni ruang ganti, sesuatu yang kerap menjadi masalah di klub-klub besar Indonesia.
Ke depan, tantangan sesungguhnya adalah mempertahankan konsistensi. BRI Super League masih panjang, dan tekanan akan meningkat ketika Ridho kembali. Mampukah Pankov mempertahankan performa serta peran kepemimpinannya, atau justru menjadi pelengkap yang tergerus rotasi? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan mendatang, dan itu pula yang akan menentukan seberapa jauh Persija melangkah musim ini.



