Norris Akui Dapat 'Banyak Teguran' Usai Insiden Piastri di Singapura, McLaren Tetap Tak Terapkan Team Order
Baca dalam 60 detik
- Lando Norris mengungkapkan bahwa manajemen McLaren memberikan sejumlah teguran keras setelah bentrokan dengan Oscar Piastri di GP Singapura.
- McLaren memilih tidak memberlakukan team order ketat, kedua pembalap masih bebas bertarung asalkan tidak merugikan tim.
- Norris kini mengalihkan fokus ke GP Amerika Serikat di Austin, memanfaatkan sesi latihan untuk menyempurnakan setelan mobil.

Lando Norris akhirnya buka suara soal konsekuensi bentrokan dengan rekan setimnya, Oscar Piastri, pada Grand Prix Singapura. Pembalap McLaren itu mengaku menerima banyak teguran dari manajemen tim, namun menegaskan bahwa keduanya masih diperbolehkan saling menyalip di lintasan.
Insiden di Marina Bay beberapa waktu lalu sempat memanaskan garasi McLaren. Dua pembalap yang tengah bersaing ketat di papan atas klasemen itu terlibat kontak fisik yang berpotensi merugikan tim dalam perburuan gelar konstruktor. Sejak saat itu, hubungan keduanya menjadi sorotan, terutama menjelang seri Amerika Serikat di Circuit of the Americas, Austin, akhir pekan ini.
Berbicara pada sesi media day Kamis (17/10), Norris mengonfirmasi bahwa CEO McLaren, Zak Brown, tidak melarang pertarungan bebas di antara mereka. "Saya masih bisa menyalip Oscar," ujarnya singkat, seperti dikutip Motorsport.com. Meski begitu, ia tak menyangkal bahwa ia sempat menerima 'banyak omelan' dari petinggi tim. "Oh tidak, saya mendapat banyak teguran dan banyak kata-kata yang dilontarkan," akunya.
"Kami masih diizinkan untuk balapan, tetapi tentu saja kami tidak boleh mengalami hal seperti akhir pekan lalu. Kami harus menghindari kontak sedapat mungkin." โ Lando Norris
Keputusan McLaren untuk tidak menerapkan team order sepenuhnya beralasan. Dengan format balapan tradisional di Austin, tim ingin memastikan kedua pembalap tetap kompetitif tanpa mengorbankan poin konstruktor. Norris menegaskan bahwa batasannya jelas: mereka boleh bertarung, asalkan tidak sampai membuat mobil saling bersenggolan dan merusak peluang tim.
Bagi McLaren, dilema ini bukan hal baru. Musim lalu, di sirkuit yang sama, Norris dan Piastri juga sempat terlibat insiden yang nyaris merugikan tim. Pengalaman itu rupanya menjadi pelajaran berharga. Manajemen tim memilih pendekatan persuasif: memberi kebebasan bertarung, tetapi dengan pengawasan ketat dan konsekuensi jelas jika kembali terjadi kontak.
Norris sendiri tampak ingin cepat melupakan drama internal. Ia menyebut Austin sebagai salah satu sirkuit favoritnya dan berencana memanfaatkan tiga sesi latihan bebas untuk menyempurnakan setelan mobil. "Saya menantikan akhir pekan ini, meninggalkan masa lalu, dan bersemangat untuk Austin. Ini trek yang saya sukai," tuturnya.
Dengan persaingan gelar yang semakin memanas, keputusan McLaren untuk membiarkan kedua pembalapnya bertarung adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, kebebasan itu menjaga semangat kompetitif dan motivasi pembalap. Di sisi lain, risiko kehilangan poin besar akibat bentrokan internal selalu mengintai. Kini, mata seluruh paddock tertuju ke Austin: apakah Norris dan Piastri mampu membuktikan bahwa mereka bisa bersaing secara sehat, atau justru kembali terlibat kontak yang merugikan tim?



