Goncalo Ramos Berpeluang Lawan Udinese, Chukwueze Absen Lebih Lama
Baca dalam 60 detik
- Goncalo Ramos lolos dari cedera serius dan berpotensi tampil saat Milan menghadapi Udinese akhir pekan ini.
- Samuel Chukwueze harus menepi lebih lama setelah menjalani perawatan baru untuk masalah pinggul kiri.
- Milan masih tanpa sejumlah pemain kunci dan harus meramu strategi di tengah jadwal padat Serie A dan Europa League.

AC Milan mendapat kabar campuran jelang laga Serie A melawan Udinese pada Minggu (22/9) mendatang. Penyerang Goncalo Ramos berpeluang besar kembali merumput setelah hasil pemeriksaan cedera betis kirinya tidak menunjukkan kerusakan berarti, sementara Samuel Chukwueze dipastikan absen lebih lama akibat kondisi pinggul kiri yang memerlukan penanganan intensif.
Ramos, yang didatangkan pada musim panas lalu, sempat dikhawatirkan mengalami masalah serius setelah mengeluh nyeri pada betis kiri. Namun, hasil tes yang dilakukan pada Jumat (20/9) memberikan kelegaan bagi staf medis Rossoneri. Menurut laporan Sky Sport Italia, tidak ditemukan lesi maupun kerusakan signifikan pada otot tersebut, sehingga pemain asal Portugal itu berharap dapat pulih tepat waktu untuk menghadapi Udinese.
Di sisi lain, Chukwueze menghadapi situasi yang lebih rumit. Winger asal Nigeria itu telah berkonsultasi dengan spesialis dan memulai metode pengobatan baru untuk mengatasi gangguan pada pinggul kirinya. Tim medis Milan akan melakukan evaluasi ulang dalam 10 hingga 15 hari ke depan untuk memantau perkembangan dan menentukan langkah perawatan selanjutnya. Meski demikian, mantan pemain Villarreal tersebut dipastikan absen setidaknya dua pekan ke depan, bahkan bisa lebih lama.
Absennya Chukwueze menambah daftar panjang pemain yang tidak tersedia bagi pelatih Paulo Fonseca. Sebelumnya, Milan sudah kehilangan Matteo Gabbia, Alexis Saelemaekers, dan kiper Pietro Terracciano karena berbagai alasan. Filippo Terracciano juga harus menonton laga melawan Bournemouth di Europa League pada Jumat (20/9) dini hari WIB akibat hukuman kartu merah saat kemenangan 4-1 atas RB Salzburg.
Krisis personel ini memaksa Fonseca untuk memutar otak dalam meracik starting eleven. Lini belakang menjadi sektor paling terdampak dengan absennya Gabbia dan Terracciano. Sementara di lini depan, kepergian Chukwueze mengurangi opsi di sektor sayap, meski kembalinya Ramos setidaknya memberikan angin segar bagi lini serang.
"Kami harus bijak mengelola beban pemain. Jadwal padat dan cedera menjadi tantangan yang harus dihadapi semua tim," ujar Fonseca dalam konferensi pers sebelum laga melawan Bournemouth, seperti dikutip Sky Sport Italia.
Milan saat ini berada di posisi keempat klasemen Serie A dengan koleksi 8 poin dari empat pertandingan. Laga melawan Udinese menjadi krusial untuk menjaga jarak dengan pemuncak klasemen Inter Milan dan Napoli. Jika Ramos dapat tampil, ia diharapkan mampu menambah daya gedor tim yang baru mencetak tujuh gol dalam empat laga liga.
Meski demikian, keputusan akhir mengenai kebugaran Ramos akan ditentukan setelah sesi latihan terakhir pada Sabtu (21/9). Tim medis Milan akan terus memantau kondisi pemain berusia 23 tahun itu, termasuk risiko kambuhnya cedera jika dipaksakan tampil.
Bagi Chukwueze, absennya menjadi pukulan tersendiri mengingat ia sedang berusaha menembus starting eleven reguler. Musim ini, ia baru tampil sebanyak tiga kali di Serie A, sebagian besar sebagai pengganti. Kondisi pinggul yang tak kunjung membaik memerlukan penanganan holistik agar tidak menjadi masalah jangka panjang.
Milan juga harus waspada terhadap potensi cedera lain menyusul padatnya jadwal. Setelah melawan Udinese, mereka akan menghadapi laga lanjutan Europa League dan Serie A dalam rentang waktu singkat. Manajemen beban pemain menjadi kunci untuk menghindari krisis personel yang lebih parah.
Pertanyaan besarnya, apakah Milan mampu menjaga konsistensi di tengah badai cedera, atau justru kehilangan momentum di awal musim yang krusial ini?



