Carrick di Ujung Tanduk, Man United Jajaki Nagelsmann
Baca dalam 60 detik
- Kekalahan 1-4 dari Como memperpanjang tren buruk Manchester United menjadi tujuh laga tanpa kemenangan di semua kompetisi.
- Manajemen United dikabarkan telah menghubungi Julian Nagelsmann sebagai kandidat pengganti Carrick, dengan Fabian Hürzeler juga masuk pertimbangan.
- Pertandingan melawan Bournemouth akhir pekan ini menjadi ujian langsung bagi Carrick untuk mempertahankan kursinya.

Manchester United kembali menelan hasil memalukan setelah dibantai Como 1-4 di Liga Champions, Kamis (2/10/2025) dini hari WIB. Kekalahan itu memperpanjang paceklik kemenangan Setan Merah menjadi tujuh pertandingan beruntun di semua ajang, sekaligus menempatkan pelatih Michael Carrick di bawah tekanan berat.
Carrick, yang musim lalu mengantar United finis ketiga dan lolos ke Liga Champions saat menjabat pelatih interim, kini menghadapi kenyataan pahit. Dari 11 laga kompetitif musim ini, ia hanya mampu mempersembahkan dua kemenangan, masing-masing atas Ipswich Town dan Sabah. Di Premier League, United tertahan di peringkat ke-13 dengan koleksi tujuh poin dari tujuh pertandingan, terpaut jauh dari klub-klub papan atas. Kampanye Carabao Cup juga sudah berakhir setelah Brighton membalikkan ketertinggalan dua gol menjadi kemenangan 3-2 di Old Trafford.
Tekanan semakin besar setelah kapten Bruno Fernandes secara terbuka mempertanyakan pendekatan taktik melawan Como. Fernandes menyoroti keputusan memberikan ruang bagi lawan untuk menguasai bola, sementara Carrick menuding kurangnya intensitas para pemain. Perbedaan pendapat di ruang ganti ini menambah spekulasi tentang masa depan Carrick, terlebih setelah insiden yang melibatkan Lisandro Martínez beberapa waktu lalu.
Di tengah krisis, manajemen United dilaporkan telah melakukan pendekatan terhadap Julian Nagelsmann untuk memimpin proyek baru di Old Trafford. Menurut laporan talkSPORT, Nagelsmann kini tersedia setelah meninggalkan timnas Jerman pasca kegagalan di Piala Dunia. Sebelumnya, pria berusia 38 tahun itu sempat masuk radar United, tetapi keterikatannya dengan Die Mannschaft membuat peluang itu pupus.
Nama Nagelsmann bukan hal baru bagi penggemar Premier League. Pada Februari 2024, Sky Sports dan Sunday Telegraph menyebutnya sebagai salah satu kandidat pengganti Jürgen Klopp di Liverpool, bersama Ruben Amorim. Liverpool akhirnya memilih Arne Slot, sementara Nagelsmann bertahan di Jerman. Kini, dengan statusnya yang bebas, Nagelsmann menjadi opsi yang lebih realistis bagi United.
Rekam jejak Nagelsmann memang mengesankan. Ia mencuri perhatian saat menangani Hoffenheim pada usia 28 tahun, membawa klub promosi ke Bundesliga dan menembus Liga Champions untuk pertama kalinya. Bersama RB Leipzig, ia mengantar tim ke semifinal Liga Champions, lalu meraih gelar Bundesliga bersama Bayern Munich pada 2022. Prestasi itu menunjukkan kapasitasnya untuk menangani klub besar Eropa, meski United tetap perlu menilai kecocokannya dengan kondisi tim saat ini.
Selain Nagelsmann, nama Fabian Hürzeler juga disebut sebagai kandidat. Pelatih Brighton tersebut baru saja memperpanjang kontraknya, sehingga pendekatan terhadapnya akan lebih rumit. Namun, kehadiran dua nama ini menandakan bahwa United serius mempertimbangkan perubahan arah jika hasil buruk berlanjut.
Bagi Carrick, laga melawan Bournemouth di Old Trafford pada akhir pekan nanti menjadi momen krusial. Kekalahan lagi berpotensi membuat posisinya tak tertahankan. Sebaliknya, kemenangan bisa sedikit meredakan tekanan dan memberi waktu bagi manajemen untuk mengevaluasi. Akankah Carrick mampu membalikkan keadaan, atau justru Nagelsmann yang akan segera mengisi kursi panas di Old Trafford?



