Tesla Kejar Cybercab Tanpa Setir Akhir 2026, tapi FSD Penuh Baru Siap 2027
Baca dalam 60 detik
- Tesla menargetkan pengiriman Cybercab ke konsumen pada akhir 2026, meski produksinya di Texas masih terbatas untuk armada internal.
- Perangkat lunak Full Self-Driving tanpa pengawasan untuk kendaraan pelanggan baru akan tersedia sekitar kuartal II 2027, menimbulkan pertanyaan tentang penggunaan awal Cybercab.
- Strategi Musk menekankan kepemilikan armada oleh Tesla, tetapi pembukaan formulir minat pembelian armada pada September 2026 menunjukkan sinyal penjualan langsung.

Tesla menargetkan mobil listrik otonom tanpa setir dan pedal, Cybercab, mulai dikirim ke konsumen pada akhir 2026. Target itu disampaikan dalam paparan kinerja kuartal III 2026 Tesla pada Rabu (21/10), menandai langkah ambisius perusahaan menuju kendaraan tanpa kendali manusia.
Namun, tenggat tersebut menyimpan paradoks. Eksekutif Tesla Lars Moravy mengungkapkan bahwa hingga kini produksi Cybercab di Texas masih terserap untuk armada robotaxi internal perusahaan. "Kami berusaha agar Cybercab sampai ke pelanggan pada akhir tahun ini, 2026," kata Moravy dalam transkrip panggilan pendapatan yang dikutip Benzinga.
CEO Elon Musk menegaskan bahwa mayoritas Cybercab akan dimiliki Tesla dan dioperasikan sebagai layanan transportasi. "Sebagian besar Cybercab pada dasarnya akan dimiliki Tesla dan menjadi layanan transportasi," ujarnya. Pernyataan ini tampak berseberangan dengan langkah Tesla membuka formulir minat bagi pembeli armada Cybercab pada September lalu, seperti dicatat Electrek.
Kesenjangan waktu menjadi sorotan. Perangkat lunak Full Self-Driving (FSD) tanpa pengawasan untuk mobil pelanggan baru diperkirakan hadir sekitar kuartal II 2027. Eksekutif Tesla Ashok Elluswamy menyebut tahap awal itu akan mengaktifkan sebagian mobil pelanggan pertama untuk bergabung dalam armada Robotaxi. "Kami memperkirakan sekitar kuartal II tahun depan adalah saat kami bisa mengaktifkan sebagian mobil pelanggan pertama untuk menjadi bagian dari armada Robotaxi," tuturnya.
Electrek mencatat bahwa tahap awal tersebut bukan fitur yang memungkinkan pemilik menggunakan mobilnya tanpa pengawasan di mana saja. Kendaraan pelanggan hanya akan beroperasi tanpa pengawasan sebagai bagian dari armada Robotaxi yang dikelola Tesla, di area layanan Robotaxi. Situasi ini memunculkan pertanyaan tentang bagaimana konsumen menggunakan Cybercab yang tidak memiliki setir dan pedal sebelum FSD tanpa pengawasan tersedia.
Menurut pemberitaan sebelumnya, Tesla menyatakan Cybercab versi produksi tidak dilengkapi kendali fisik. Untuk memindahkan mobil di depo, Tesla menyediakan joystick virtual di layar sentuh. Meski demikian, prototipe pra-produksi Cybercab sempat terlihat di Berkeley, California, dengan setir yang terpasang pada kolom kemudi. Electrek menduga setir itu dipasang untuk keperluan uji di jalan umum, dan Tesla belum memberikan penjelasan resmi.
"Kami berusaha agar Cybercab sampai ke pelanggan pada akhir tahun ini, 2026," kata Lars Moravy, eksekutif Tesla.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi cermin bagi arah regulasi kendaraan otonom di dalam negeri. Pemerintah tengah menyusun kerangka uji coba mobil tanpa awak, tetapi infrastruktur jalan dan kesiapan hukum masih menjadi pekerjaan rumah. Kehadiran Cybercab di pasar global dapat memicu diskusi tentang standar keselamatan, tanggung jawab hukum, dan kesiapan industri lokal.
Pertanyaannya, apakah Tesla mampu menyelaraskan janji pengiriman Cybercab dengan ketersediaan perangkat lunak yang menjadi syarat utama operasional? Jika tidak, konsumen berisiko menerima kendaraan yang belum sepenuhnya fungsional, sementara regulator di berbagai negara akan semakin ketat mengawasi klaim otonomi.



