Porsche Tinggalkan IMSA 2027, Penske Incar Cadillac untuk Le Mans
Baca dalam 60 detik
- Porsche memastikan mengakhiri program pabrikan di kelas GTP IMSA pada akhir 2027, lebih cepat dari kontrak awal.
- Penske, mitra pabrikan Porsche, dikabarkan tengah menjajaki peluang turun di Le Mans 2027 dengan Cadillac V-Series.R sebagai tim privat.
- Regulasi Hypercar 2030 yang tengah dirancang bisa menjadi pintu masuk bagi Porsche untuk kembali ke ajang ketahanan dunia.

Porsche resmi mengakhiri keterlibatannya sebagai pabrikan di kelas GTP ajang IMSA SportsCar Championship pada akhir 2027. Keputusan ini memangkas durasi kontrak awal yang semestinya berjalan satu musim lebih lama, sekaligus menutup babak baru ambisi Porsche di balap ketahanan Amerika Serikat.
Langkah tersebut bukan tanpa alasan. Sejak setahun lalu, Porsche telah memutuskan untuk menghentikan program Hypercar-nya di World Endurance Championship (WEC), termasuk di ajang bergengsi 24 Hours of Le Mans, pada akhir 2025. Sebagai kompensasi, Penske—yang menjadi mitra pabrikan—diizinkan tetap berlaga di AS satu tahun lebih lama dari rencana semula. Kesepakatan itu dinilai menguntungkan kedua pihak: Porsche tetap eksis di pasar utama mereka, sementara Penske mendapat perpanjangan waktu untuk mempertahankan operasi balapnya.
Namun, keputusan Porsche untuk lebih dulu angkat kaki dari WEC menyisakan pertanyaan besar. Pabrikan asal Jerman itu merasa prototipe LMDh mereka sulit bersaing dengan mobil-mobil Le Mans Hypercar (LMH) yang dianggap lebih unggul. Di sisi lain, pasar Amerika Serikat tetap menjadi prioritas utama, sehingga kehadiran di IMSA dinilai lebih strategis ketimbang memaksakan diri di kejuaraan dunia yang kompetitif.
Juru bicara Porsche, seperti dikutip Motorsport-Total.com, menegaskan bahwa pihaknya akan tetap berlaga di IMSA dengan program pabrikan pada 2027. "Kami tidak akan berkomentar lebih jauh soal spekulasi yang berkembang," ujarnya singkat. Pernyataan ini sekaligus menepis anggapan bahwa Porsche akan sepenuhnya meninggalkan balap ketahanan dalam waktu dekat.
Di balik layar, Penske disebut tengah menjajaki kemungkinan kembali ke WEC dan Le Mans secepatnya tahun depan dengan mobil Cadillac V-Series.R yang didaftarkan sebagai tim privat. Bagi Roger Penske, 89 tahun, kemenangan absolut di Le Mans masih menjadi satu-satunya trofi besar yang belum ia raih. Ambisi pribadi ini menjadi pendorong utama di balik manuver tersebut.
Saat ini, Jota menjadi operator pabrikan Cadillac di WEC dengan dua mobil, termasuk di Le Mans. Action Express, tim reguler IMSA, juga akan turun di Le Mans 2027 dengan Cadillac. Sementara Wayne Taylor Racing tidak akan kembali setelah berkompetisi pada 2025 dan 2026. Kondisi ini secara teoritis membuka ruang bagi Cadillac keempat yang dijalankan Penske sebagai entri privat.
Pertanyaannya, apakah Penske diizinkan menjalankan Cadillac di seri lain sembari tetap memenuhi komitmennya sebagai tim pabrikan Porsche? Apakah langkah itu melanggar kontrak? Motorsport-Total.com memperoleh informasi bahwa kehadiran Penske dengan Cadillac di Le Mans 2027 sangat mungkin terwujud, meski untuk satu musim penuh WEC tampaknya terlalu dini. Sementara itu, Porsche dipastikan tetap melanjutkan program IMSA pada 2027, dan tidak ada alternatif selain Penske sebagai mitra pabrikan. Dengan demikian, peralihan ke Cadillac di IMSA sebelum kontrak Porsche berakhir dinilai tidak akan terjadi.
Yang perlu dicatat, berakhirnya program pabrikan Porsche tidak otomatis menghilangkan Porsche 963 dari grid IMSA. Prototipe yang dikembangkan Multimatic itu masih bisa dilombakan oleh tim privat. JDC-Miller, misalnya, menurunkan 963 spesifikasi 2025 dan berhasil menang di Laguna Seca bersama Laurin Heinrich dan Tijmen van der Helm. Kemungkinan Porsche kembali ke kelas utama WEC dan Le Mans dalam jangka menengah juga belum ditutup.
"Keputusan tentang apakah, kapan, dan bagaimana kami akan kembali belum diambil, tetapi kami terlibat dalam diskusi," ujar bos motorsport Porsche, Thomas Laudenbach, seraya menambahkan bahwa pihaknya sedang meninjau regulasi teknis dari perspektif pabrikan. Namun, Porsche belum mengerjakan mobil baru untuk saat ini.
Di Le Mans tahun ini, penyelenggara telah memberikan gambaran awal tentang wajah kelas Hypercar/GTP pada 2030. Alih-alih menyeimbangkan dua konsep yang ada—LMH dan LMDh—melalui Balance of Performance (BoP), seri akan mengadopsi buku aturan teknis bersama. BoP tetap digunakan untuk menyeimbangkan mobil dari pabrikan berbeda. Cadillac dan Porsche disebut sebagai motor penggerak diskusi ini, meski belum tentu keduanya akan kembali.
Bagi penggemar balap ketahanan di Indonesia, dinamika ini patut dicermati. Meski tidak ada tim atau pembalap nasional yang terlibat langsung, regulasi 2030 akan menentukan arah kompetisi global yang selama ini menjadi acuan industri otomotif. Keputusan Porsche dan Penske bisa memicu pergeseran lanskap balap ketahanan, yang pada akhirnya memengaruhi daya tarik ajang tersebut di mata pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Ke depan, apakah Penske akan benar-benar beralih ke Cadillac dan mewujudkan mimpi Le Mans bersama Roger Penske? Ataukah Porsche akan memilih jalur comeback melalui regulasi baru 2030? Semua masih menjadi teka-teki, tetapi satu hal yang pasti: peta kekuatan balap ketahanan dunia sedang bergerak, dan Indonesia hanya bisa menyaksikan dari pinggir lapangan.



