Guirassy Bawa Dortmund Bangkit, Kobel: Mesin Gol Itu Bernama Serhou
Baca dalam 60 detik
- Dua gol Serhou Guirassy memastikan Borussia Dortmund menang 2-1 di markas Sabah, mengakhiri paceklik empat laga tanpa kemenangan.
- Kemenangan ini krusial bagi moral tim setelah rentetan hasil buruk, dan Guirassy menegaskan karakter juara terlihat dari cara tim memenangi laga sulit.
- Dengan koleksi 23 gol di Liga Champions, Guirassy kini hanya terpaut dua gol dari 50 pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah kompetisi.

Borussia Dortmund akhirnya merasakan kemenangan lagi. Pada laga matchday ketiga Liga Champions di markas Sabah, Serhou Guirassy tampil sebagai pembeda lewat dua gol yang membawa Die Schwarzgelben pulang dengan skor 2-1. Bagi tim yang tengah dilanda krisis hasil, tiga poin ini bukan sekadar angka โ melainkan suntikan kepercayaan diri yang selama ini hilang.
Guirassy membuka keunggulan Dortmund pada menit ke-10, memanfaatkan bola muntahan kiper lawan dengan penyelesaian dingin. Keunggulan itu sempat sirna, tetapi striker asal Guinea tersebut kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-53 melalui sepakan voli memanfaatkan umpan Joey Veerman. Dua gol itu cukup untuk mengamankan kemenangan tipis, meski Dortmund sebenarnya memiliki peluang menambah gol.
Kiper Gregor Kobel tidak sungkan memuji rekan setimnya. โSerhou itu mesin, tidak perlu banyak komentar lagi,โ ujarnya seusai pertandingan, seperti dikutip laman resmi Bundesliga. Pujian itu bukan tanpa alasan. Guirassy kini telah mengoleksi empat gol dari tiga penampilan di Liga Champions musim ini, dan total 23 gol di kompetisi elite Eropa โ hanya terpaut dua gol dari daftar 50 pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Liga Champions.
Kemenangan ini terasa krusial karena Dortmund sedang tidak berada di jalur yang benar. Dalam empat pertandingan sebelumnya, mereka hanya menuai dua hasil imbang dan satu kekalahan di Liga Champions, plus satu imbang di Bundesliga. Guirassy mengakui morale tim sempat jatuh. โKami sangat senang dengan kemenangan ini. Sangat penting bagi tim karena setelah hasil-hasil terakhir, semangat kami cukup rendah. Itulah yang membedakan tim hebat โ menemukan cara untuk menang dalam laga seperti ini,โ tuturnya.
Meski menjadi pahlawan, Guirassy tetap lapar. Ia menilai Dortmund terlalu banyak membuang peluang dan seharusnya bisa mencetak lebih dari dua gol. Kritik pedas itu justru menunjukkan standar tinggi yang ia pasang untuk dirinya dan tim. Sikap tersebut sejalan dengan peran barunya sebagai ujung tombak utama Dortmund sejak didatangkan dari VfB Stuttgart.
Bagi publik sepak bola Indonesia, performa Guirassy menjadi cermin betapa pentingnya sosok striker tajam dalam skema tim yang sedang goyah. Timnas Indonesia sendiri tengah gencar mencari sosok predator murni di lini depan, dan kisah Guirassy menunjukkan bahwa ketajaman di depan gawang kerap menjadi pembeda antara tim yang bangkit dan tim yang terus terpuruk. Efisiensi penyelesaian akhir adalah harga mati di level tertinggi.
Ke depan, Dortmund akan menghadapi jadwal padat. Real Betis dijadwalkan berkunjung ke Signal Iduna Park pada awal November, tetapi sebelum itu Eintracht Frankfurt akan lebih dulu datang pada Sabtu (kick-off 18.30 CEST). Guirassy sendiri baru mengoleksi dua gol di Bundesliga musim ini dan berambisi menambah pundi-pundi golnya di kompetisi domestik. Mampukah mesin gol itu terus panas dan mengantar Dortmund kembali ke jalur kemenangan beruntun? Publik Dortmund tentu berharap demikian.



