Schick dan Maza Jadi Motor Serangan Leverkusen, Rekor demi Rekor Tercipta
Baca dalam 60 detik
- Patrik Schick mencetak rekor sebagai pemain Leverkusen pertama yang selalu mencetak gol dalam enam laga pembuka Bundesliga, sementara Ibrahim Maza menunjukkan perkembangan pesat dengan dua gol dan dua assist.
- Kemenangan 2-1 atas Freiburg mengukuhkan posisi Leverkusen di peringkat keempat dengan 16 gol, hanya terpaut satu poin dari Bayern Munich di puncak klasemen.
- Duo ini menjadi kunci lini serang Leverkusen yang sedang dalam performa terbaik, dengan rentetan 18 pertandingan beruntun selalu mencetak gol menjadi yang terpanjang di Bundesliga saat ini.

Bayer Leverkusen berhasil membalikkan keadaan dan mengalahkan Freiburg 2-1 pada pekan keenam Bundesliga, dengan Patrik Schick dan Ibrahim Maza menjadi aktor utama di balik kemenangan tersebut. Kedua pemain itu tidak hanya mencetak gol, tetapi juga menunjukkan kualitas individu yang membuat Leverkusen tetap bersaing di papan atas.
Sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Derry Scherhant, Leverkusen merespons dengan cepat. Umpan cerdas Moussa Diaby dimanfaatkan Schick dengan backheel ciamik yang kemudian diselesaikan Maza untuk menyamakan kedudukan hanya dalam waktu lima menit. Assist tersebut menandai keterlibatan Schick dalam gol di setiap pertandingan Bundesliga musim ini, sebuah konsistensi yang jarang terjadi.
Gol kemenangan Leverkusen tercipta berkat kerja sama apik kedua pemain. Maza, yang tampak terdesak di dekat bendera sudut, mampu melewati dua pemain Freiburg dengan gerakan teknis sebelum mengirim umpan matang yang diselesaikan Schick. Gol itu membawa Schick mencatatkan enam gol dan dua assist dalam enam laga liga, sekaligus menjadikannya pemain Leverkusen pertama yang selalu mencetak gol di enam pekan pembuka musim Bundesliga.
Performa impresif Schick menempatkannya dalam jajaran elit penyerang Eropa. Di antara lima liga top Eropa, hanya Raphinha (Barcelona) dengan 14 gol, Erling Haaland (Manchester City) dengan 12 gol, dan Kylian Mbappé (Real Madrid) dengan 11 gol yang mencetak lebih banyak dari sembilan gol kompetitif Schick musim ini. Catatan ini menegaskan bahwa penyerang asal Republik Ceko tersebut sedang berada di puncak permainannya.
Sementara itu, Maza menjelma menjadi sosok penting di lini tengah Leverkusen. Pemain asal Aljazair itu telah mengoleksi dua gol dan dua assist, jauh lebih produktif dibandingkan musim lalu ketika ia hanya mencetak tiga gol sepanjang kompetisi. Statistiknya juga menonjol: ia masuk dalam 10 besar pemain Bundesliga untuk duel yang dimenangkan (75) dan umpan silang dari permainan terbuka (14), menandakan perkembangan pesatnya menjadi gelandang serba bisa yang paling menarik di liga.
"Kemenangan ini menunjukkan karakter tim. Kami tidak menyerah setelah tertinggal dan terus menekan. Schick dan Maza adalah pemain kunci, tetapi kerja keras seluruh tim yang membuat perbedaan," ujar seorang pengamat Bundesliga, seperti dikutip dari laporan pertandingan.
Kemenangan atas Freiburg, yang merupakan rival langsung dalam perebutan posisi empat besar, semakin memperkokoh posisi Leverkusen di peringkat keempat dengan 16 gol. Mereka hanya terpaut satu poin dari Bayern Munich di puncak klasemen, menandakan persaingan gelar musim ini akan berlangsung ketat. Konsistensi lini serang menjadi modal utama bagi pasukan Carles Martínez untuk terus menempel sang juara bertahan.
Selain itu, gol pembuka Maza memperpanjang rekor Leverkusen menjadi 18 pertandingan Bundesliga berturut-turut selalu mencetak gol, rekor terpanjang yang masih aktif di liga. Tren positif ini dijadwalkan berlanjut saat mereka bertandang ke markas Hoffenheim pada pekan ketujuh, meskipun tim juga harus menghadapi jadwal padat di Liga Europa dan DFB-Pokal. Dengan performa apik Schick dan Maza, serta dukungan seluruh skuad, Leverkusen berpotensi menjalani musim yang mengesankan dan menantang dominasi Bayern di puncak.



