AMD Bawa FSR 4.1 ke Xbox: Peningkatan Performa untuk Konsol dan Handheld
Baca dalam 60 detik
- AMD resmi menghadirkan teknologi upscaling FSR 4.1 ke perangkat Xbox, termasuk Series X/S dan jajaran handheld Ally.
- Pemilik konsol kelas bawah seperti Series S dan Ally S diprediksi meraih lonjakan frame rate signifikan tanpa mengorbankan kualitas visual.
- Langkah ini memperkuat posisi AMD di pasar gaming handheld yang kian kompetitif, meski jadwal peluncuran belum dipastikan.

AMD mengumumkan bahwa teknologi upscaling FidelityFX Super Resolution (FSR) versi 4.1 akan tersedia untuk konsol Xbox, termasuk Xbox Series X/S dan jajaran handheld Ally (Ally X, Ally X20, Ally S, dan Ally generasi pertama). Langkah ini menandai ekspansi fitur yang sebelumnya eksklusif untuk kartu grafis PC ke ekosistem konsol, sekaligus menjawab kebutuhan akan performa lebih tinggi di perangkat dengan daya terbatas.
FSR sendiri merupakan teknologi proprietary yang merender game pada resolusi lebih rendah untuk menghemat sumber daya, lalu menggunakan machine learning untuk menghasilkan gambar yang lebih tajam. Dengan FSR 4.1, pengguna diharapkan dapat menikmati frame rate lebih stabil tanpa harus menurunkan setelan grafis secara drastis. Bagi pemilik Series X dan Ally X yang sudah bertenaga, manfaatnya mungkin tidak terlalu terasa. Namun, perangkat seperti Series S, Ally S, atau Ally original akan merasakan lonjakan performa yang lebih signifikan.
Xbox CTO Scott Van Vilet menyatakan bahwa pihaknya telah bekerja erat dengan AMD untuk mengoptimalkan teknologi ini. Menurutnya, FSR 4.1 memberi pengembang alat tambahan yang ampuh untuk mencapai performa dan kualitas visual terbaik bagi pemain. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pembuat chip dan platform konsol dalam menghadirkan pengalaman gaming yang mulus.
"Kami telah bekerja sangat erat dengan AMD untuk mengoptimalkan teknologi ini, memberikan pengembang alat lain yang ampuh untuk performa hebat dan kualitas visual bagi para pemain," ujar Scott Van Vilet, CTO Xbox.
Meski demikian, AMD belum merilis jadwal pasti ketersediaan FSR 4.1 untuk seluruh perangkat Xbox. Sebuah video menunjukkan bahwa Xbox Ally X akan mendapatkan pembaruan sebelum akhir tahun, sementara perangkat lain hanya disebutkan "segera hadir" tanpa rentang waktu spesifik. Ketidakpastian ini bisa menjadi tantangan bagi konsumen yang ingin merencanakan pembelian atau peningkatan perangkat.
Di sisi lain, AMD juga mengumumkan perluasan dukungan FSR 4.1 untuk kartu grafis RX 6000-series dan laptop yang ditenagai prosesor Ryzen AI 9. Sebelumnya, teknologi ini telah tersedia untuk kartu seri 7000. Langkah ini memperlihatkan upaya AMD meratakan adopsi FSR di berbagai lapisan perangkat, termasuk yang lebih lama, sehingga basis pengguna potensial semakin luas.
Kompetisi di ranah upscaling semakin memanas. Sony memiliki teknologi serupa bernama Quick Spectral Super Resolution (QSSR) yang kini mendukung sejumlah judul di PS5 standar, dan berfungsi mirip dengan PlayStation Spectral Super Resolution yang sudah ada di PS5 Pro. Kehadiran FSR 4.1 di Xbox dapat menjadi pembeda bagi Microsoft dalam menarik minat gamer yang menginginkan performa optimal, terutama di segmen handheld yang sedang tumbuh pesat.
Bagi pasar Indonesia, perkembangan ini berpotensi memengaruhi dinamika penjualan konsol dan handheld. Xbox Series S yang selama ini menjadi opsi hemat untuk gaming resolusi tinggi bisa semakin menarik berkat FSR 4.1. Sementara itu, jajaran Ally yang populer di kalangan gamer mobile Indonesia akan mendapat nilai tambah berupa peningkatan frame rate di game-game berat. Namun, tanpa jadwal rilis yang jelas, dampaknya terhadap pasar lokal masih bergantung pada ketersediaan resmi dan harga di tanah air.
Ke depan, pertanyaannya adalah seberapa cepat AMD dan Microsoft dapat mengeksekusi roll-out FSR 4.1 secara merata, serta apakah teknologi ini akan menjadi standar baru di semua perangkat Xbox. Jika berhasil, langkah ini bisa memperkuat posisi Xbox di segmen handheld yang semakin ramai, sekaligus memaksa pesaing seperti Sony untuk mempercepat inovasi upscaling mereka. Bagaimana respons pasar Indonesia menyambut fitur ini masih menunggu waktu, tetapi potensinya untuk mengubah pengalaman bermain game di perangkat hemat daya sudah di depan mata.



