Nama Pulau Anjouan Dipakai Jaringan Judi Online London, Komoro Minta Bantuan Inggris
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah Komoro mengungkap praktik pencatutan nama Anjouan oleh sejumlah pengusaha Inggris untuk menerbitkan lisensi judi daring ilegal.
- Bisnis keluarga Sorsky di London disebut meraup keuntungan dari penjualan lisensi palsu seharga ribuan poundsterling per unit.
- Otoritas Komoro tengah menyiapkan langkah hukum dan meminta kerja sama penegakan hukum dengan Inggris.

Pemerintah Union of Comoros menyatakan bahwa nama Anjouan—pulau kecil di Samudra Hindia—telah disalahgunakan oleh sekelompok pengusaha asal Inggris untuk menjual lisensi perjudian daring ilegal. Skema ini terungkap di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap praktik judi online yang menargetkan pemain rentan, termasuk dari Britania Raya.
Anjouan, yang dalam bahasa lokal disebut Nzwani, selama ini dikenal sebagai penghasil minyak ylang-ylang dan vanila. Namun dalam beberapa tahun terakhir, namanya mencuat di industri judi lepas pantai karena menjadi surga bagi kasino daring nakal yang mencari legitimasi. Menurut register publik Anjouan Gaming Authority, terdapat hampir 1.500 pemegang lisensi, banyak di antaranya beroperasi di ranah kripto.
Investigasi mengarah pada Sherm Group, sebuah perusahaan properti di Finchley, London utara, yang dikelola Elliot Sorsky (57). Perusahaan ini memiliki portofolio properti senilai lebih dari £25 juta. Namun, jejak keluarga Sorsky merembet ke bisnis lisensi melalui ACS Global Custodian, yang berbasis di kantor Sherm Group. Saldo bank ACS melonjak dari £13.130 menjadi £614.826 pada 2025, bertepatan dengan lonjakan kasino online yang mengantre mendapatkan lisensi Anjouan.
Elliot Sorsky, yang juga dikenal sebagai pemain poker amatir, sempat mencantumkan gelar dari Harvard, Cambridge, dan Oxford di LinkedIn—klaim yang dibantah Oxford karena tidak pernah menawarkan gelar "real estate". Profil tersebut kini telah dihapus. Adapun Toby Sorsky, putranya, disebut sebagai kepala lisensi di Anjouan Corporate Services, yang menawarkan paket "pendampingan ahli" untuk memperoleh lisensi.
"ACS Global Custodian Ltd tidak menjual, menerbitkan, atau menyediakan lisensi perjudian dan tidak melakukannya sejak kami mengambil alih perusahaan pada 2023," kata Harold Sorsky, salah satu anggota keluarga. Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan menolak dikaitkan dengan Sherm Group.
Pemerintah Komoro melalui bank sentralnya menyebut rezim lisensi tersebut sebagai "kegiatan ilegal" yang "secara abusif menggunakan nama Kepulauan Komoro untuk memberikan legitimasi semu". Juru bicara bank sentral menyatakan hal ini sangat memprihatinkan karena merusak upaya negara kecil itu memperbaiki pengawasan anti pencucian uang dan pendanaan terorisme. Pemerintah setempat sedang menyiapkan tindakan hukum dan telah meminta bantuan langsung kepada pemerintah Inggris serta aparat penegak hukumnya.
Dalam uji coba, seorang wartawan berhasil mendaftar di SlotsCharm, salah satu kasino berlisensi Anjouan, dan memasang taruhan mesin slot. Setelah berhenti, kasino tersebut menghubungi lebih dari 100 kali melalui telepon dan email untuk menawarkan insentif agar kembali bermain. Situs itu mengklaim diatur oleh "aturan internal" dan menyatakan bahwa bermain adalah "pilihan Anda".
Fenomena ini menyoroti celah regulasi yang dimanfaatkan operator nakal. Alun Bowden, analis di Eilers & Krejcik Gaming, menilai lisensi semacam itu memberikan "tingkat keyakinan kepada pemain dan kerangka regulasi semu" yang membuat bank dan penyedia pembayaran merasa aman bertransaksi. "Ini adalah kedok yang murah," ujarnya.
Bagi Indonesia, kasus ini menjadi cermin bahaya judi online lintas negara yang kerap menyasar masyarakat melalui celah yurisdiksi. Praktik serupa dikhawatirkan mengancam konsumen domestik yang tidak terlindungi, terlebih ketika operator asing dapat beroperasi tanpa izin resmi. Pemerintah Indonesia sendiri tengah gencar memberantas judi online, namun kerja sama internasional menjadi kunci untuk membongkar jaringan yang bersembunyi di balik nama pulau kecil.
Komoro menegaskan bahwa "warga negara Inggris telah diidentifikasi" terkait rezim lisensi tidak sah tersebut. "Upaya kerja sama internasional sedang berjalan, baik dalam hal intelijen keuangan maupun kolaborasi kepolisian," demikian pernyataan pemerintah Komoro. Sementara itu, juru bicara Treasury Inggris menolak berkomentar.
Ke depan, tekanan terhadap Inggris untuk menindak praktik ini diperkirakan meningkat. Pertanyaannya, akankah otoritas London bertindak tegas terhadap warganya sendiri, atau justru membiarkan Anjouan menjadi surga baru bagi judi online ilegal setelah Curaçao mulai tertutup?



