Brace Miguel Pereira Selamatkan Persebaya dari Kejutan PSS di Menit 91
Baca dalam 60 detik
- Persebaya Surabaya dipaksa bermain imbang 2-2 oleh PSS Sleman pada pekan kelima BRI Super League 2026/2027 di Gelora Bung Tomo.
- Miguel Pereira menjadi pahlawan dengan dua gol, termasuk penyeimbang di menit 91 setelah PSS dua kali memimpin lewat Lorenzen dan Tanaka.
- Hasil ini menjaga rekor tak terkalahkan Bajul Ijo, sementara PSS masih terpuruk di peringkat 15 klasemen sementara.

Persebaya Surabaya nyaris menelan pil pahit di hadapan pendukungnya sendiri. Berkat aksi Miguel Pereira yang mencetak dua gol, Bajul Ijo akhirnya lolos dari kekalahan saat menjamu PSS Sleman dengan skor 2-2 dalam lanjutan pekan kelima BRI Super League 2026/2027 di Gelora Bung Tomo, Minggu (18/10/2026).
PSS datang bukan tanpa ancaman. Tim tamu mengejutkan tuan rumah lewat gol cepat Melvyn Lorenzen saat laga baru berjalan sembilan menit. Keunggulan itu sempat membungkam tribun, namun Persebaya merespons melalui Miguel Pereira pada menit 36. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan meningkat. Kedua tim saling melancarkan serangan, tetapi justru PSS yang kembali unggul pada menit 61 lewat aksi Hiromu Tanaka. Gol itu memaksa Persebaya bekerja ekstra keras untuk menyelamatkan setidaknya satu poin di kandang.
Gol penyelamat baru datang pada menit 91. Miguel Pereira kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan peluang di akhir laga. Sebelumnya, Persebaya sempat kesulitan menembus pertahanan rapat PSS yang bermain disiplin sepanjang pertandingan.
"Kami kehilangan konsentrasi di menit-menit akhir. Padahal peluang untuk menang sudah di depan mata," ujar seorang pengamat sepak bola nasional, menanggapi hasil laga.
Bagi Persebaya, hasil ini memang belum memutus tren positif mereka. Namun, kegagalan meraih kemenangan penuh di kandang sendiri menjadi catatan penting. Terlebih, PSS yang sedang dalam performa kurang baik nyaris mencuri tiga poin. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada tim yang bisa dianggap remeh di kompetisi sepanjang musim ini.
Di sisi lain, PSS Sleman patut mengapresiasi perjuangan mereka. Meski hanya membawa pulang satu poin, penampilan Lorenzen dan Tanaka memberikan sinyal bahwa tim asuhan pelatih anyar ini masih memiliki daya saing. Namun, posisi ke-15 di klasemen sementara menjadi alarm bahwa konsistensi harus segera ditemukan jika ingin menghindari zona merah.
Pertandingan ini juga menjadi sorotan akan pentingnya kedalaman skuad. Persebaya yang diunggulkan tidak mampu memaksimalkan penguasaan bola menjadi gol tambahan. Sementara PSS membuktikan efisiensi serangan balik masih menjadi senjata mematikan. Ke depan, kedua tim perlu membenahi penyelesaian akhir dan stabilitas pertahanan agar tidak kembali kehilangan poin berharga.
Dengan hasil ini, Persebaya tetap berada di papan atas, sementara PSS masih berjuang keluar dari tekanan. Akankah Bajul Ijo kembali ke jalur kemenangan di pekan berikutnya, atau justru kejutan lain kembali terjadi?



