Gibbs-White, Senjata Rahasia Glasner Hadapi Arsenal di City Ground
Baca dalam 60 detik
- Nottingham Forest mengandalkan Morgan Gibbs-White untuk menembus pertahanan Arsenal yang sedang rapuh.
- Glasner menilai Gibbs-White punya kualitas setara Eberechi Eze, bahkan lebih konsisten musim ini.
- Kebugaran Gibbs-White jadi taruhan jelang laga krusial di City Ground akhir pekan ini.

Nottingham Forest akan menjamu Arsenal di City Ground pada laga pekan keenam Premier League, Minggu (18/10/2026), dengan misi besar: menghentikan laju tim tamu yang baru saja dipermalukan Brighton & Hove Albion 0-3. Di tengah tekanan itu, pelatih Oliver Glasner disebut telah menemukan sosok yang tepat untuk menjadi pembeda—Morgan Gibbs-White.
Forest memang belum sepenuhnya klik di bawah arahan Glasner. Lima poin dari enam pertandingan menempatkan mereka di papan tengah, jauh dari ekspektasi setelah musim lalu tampil impresif. Namun, catatan duel udara dan fisik tim ini patut diperhitungkan: 334 duel dimenangkan di Premier League musim ini, hanya kalah dari Leeds United. Modal itu dinilai cocok untuk membendung dominasi fisik Arsenal yang sering menjadi senjata utama Mikel Arteta.
Meski demikian, kekuatan fisik saja tidak cukup. Glasner butuh sentuhan kreativitas di sepertiga akhir, dan di sinilah peran Gibbs-White menjadi krusial. Gelandang serang 26 tahun itu telah menciptakan tujuh peluang besar di liga musim ini, rata-rata memenangkan lebih dari empat duel per laga. Sejak bergeser ke peran yang lebih kreatif setelah pergantian pelatih, ia menjelma menjadi motor serangan Forest.
Menariknya, Glasner sendiri memiliki pengalaman langsung dengan tipe pemain seperti Gibbs-White. Saat menangani Crystal Palace, ia membesut Eberechi Eze—yang kini hijrah ke Arsenal dengan harga £60 juta. Di bawah Glasner, Eze mencetak 20 gol dan 14 assist, termasuk gol kemenangan di final Piala FA 2025 melawan Manchester City. Kini, Eze akan kembali ke kota London, tetapi dengan seragam Arsenal, dan justru berpotensi menjadi ancaman bagi mantan pelatihnya.
Perbandingan pun mencuat. Eze memang telah membuktikan kualitasnya, tetapi musim ini ia belum menemukan performa terbaiknya bersama Arsenal. Sementara Gibbs-White, yang absen dari skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026, justru tampil konsisten. Kelalaian memanggilnya ke timnas disebut sebagai kesalahan, mengingat kelengkapan atributnya—dari visi, dribel, hingga kemampuan bertahan—membuatnya cocok untuk menghadapi tim-tim sulit.
"Glasner optimistis Gibbs-White bisa tampil meski sempat absen latihan karena cedera ringan saat melawan Crystal Palace pekan lalu," demikian laporan yang beredar.
Kebugaran Gibbs-White menjadi taruhan. Ia terpaksa meninggalkan sesi latihan pekan ini setelah mengalami benturan saat Forest kalah 1-3 dari Crystal Palace. Namun, pelatih asal Austria itu yakin anak asuhnya akan siap tempur. Jika fit, Gibbs-White diprediksi menjadi poros permainan yang bisa membongkar rapatnya lini belakang Arsenal.
Bagi Forest, laga ini bukan sekadar ajang pembuktian melawan tim papan atas. Kemenangan akan mengangkat moral dan mempertegas proyek Glasner yang masih dalam tahap awal. Sebaliknya, kekalahan bisa memperpanjang keraguan terhadap efektivitas taktik sang pelatih. Di sinilah sosok Gibbs-White diuji: apakah ia mampu menjadi pembeda seperti Eze di masa lalu, atau justru tenggelam dalam tekanan?
Pertanyaan besarnya, mampukah Gibbs-White mengangkat performa Forest secara kolektif, ataukah ia hanya akan menjadi kilatan individu di tengah inkonsistensi tim? Jawabannya akan terlihat di City Ground, Minggu malam nanti.



