Persita vs Persija: Duel Pertama Musim Ini untuk Status Tak Terkalahkan
Baca dalam 60 detik
- Persita Tangerang dan Persija Jakarta sama-sama belum terkalahkan di BRI Super League 2026/2027, dengan Persija menyapu bersih empat laga dan Persita mengoleksi dua kemenangan serta dua imbang.
- Laga di Banten International Stadium, Sabtu (17/10/2026), menjadi ujian konsistensi bagi kedua tim, terutama Persita yang sempurna di kandang namun menghadapi lawan dengan rekor sempurna.
- Hasil pertandingan akan menentukan siapa yang tetap menjaga asa bersaing di papan atas dan memberikan sinyal awal tentang kekuatan sesungguhnya di musim ini.

Persita Tangerang dan Persija Jakarta akan saling berhadapan dalam laga puncak pekan kelima BRI Super League 2026/2027 di Banten International Stadium, Serang, Sabtu (17/10/2026) malam WIB. Kedua tim datang dengan status belum terkalahkan, menjadikan pertemuan ini sebagai penentu siapa yang harus menelan kekalahan pertama sekaligus menguji konsistensi di awal musim.
Persita, yang dijuluki Pendekar Cisadane, telah mengumpulkan dua kemenangan dan dua hasil imbang dari empat pertandingan. Kemenangan atas Java United (3-2) dan Garudayaksa FC (2-1) diwarnai hasil imbang melawan PSIM Yogyakarta (1-1) dan PSM Makassar (2-2). Menariknya, saat bermain di kandang, Persita selalu meraih kemenangan, sebuah catatan yang akan diuji oleh tim tamu yang belum tersentuh kekalahan.
Di kubu Persija, catatan empat kemenangan beruntun menjadi modal berharga. Armada Shin Tae-yong mengalahkan Borneo FC Samarinda (1-0), Persib Bandung (2-1), Java United (1-0), dan PSIM Yogyakarta dengan skor telak 4-0. Persija menjadi satu-satunya klub yang menyapu bersih empat laga awal, menunjukkan dominasi yang mengesankan.
Pelatih Persita, Carlos Pena, menyatakan persiapan timnya berjalan baik dan motivasi pemain tinggi. Ia berharap dukungan penonton di Banten dapat menjadi energi tambahan untuk meraih tiga poin. Sementara itu, Shin Tae-yong mengakui kekuatan lawan, terutama pemain nomor punggung 7 yang dianggapnya berbahaya. Ia menekankan pentingnya man-marking yang disiplin untuk meredam ancaman tersebut.
"Kami harus melakukan man-marking dengan baik pada pemain itu. Jika demikian, tergantung bagaimana kita melakukan man-marking, kita akan bisa meraih hasil yang baik," ujar Shin Tae-yong.
Dengan komposisi skuad yang dimiliki, kedua tim diperkirakan akan menurunkan formasi terbaik. Persita kemungkinan besar mengandalkan Aleksa Andrejic di lini depan, didukung oleh Tyronne Del Pino dan Rayco Rodriguez. Sementara Persija akan mengandalkan Alexander Jeremejeff sebagai ujung tombak, dengan Kwon Chang-hoon dan Rayhan Hannan sebagai kreator serangan.
Pertandingan ini tidak hanya tentang menjaga rekor tak terkalahkan, tetapi juga menjadi tolok ukur kualitas kedua tim di kompetisi domestik. Persita yang lebih banyak mengandalkan permainan kolektif akan menghadapi Persija yang memiliki kedalaman skuad lebih merata. Hasil akhir bisa menjadi indikasi awal siapa yang berpotensi bersaing di papan atas hingga akhir musim.
Bagi publik sepak bola Indonesia, duel ini juga menjadi ajang pembuktian bagi pelatih asing, Carlos Pena dan Shin Tae-yong, dalam meracik strategi. Keduanya memiliki filosofi berbeda, dan pertemuan ini akan menunjukkan adaptasi mereka terhadap karakter tim masing-masing. Siapakah yang akan keluar sebagai pemenang dan menjaga asa untuk terus bersaing di jalur juara?



