Verstappen Racing Terpuruk di Portimao: Kualifikasi ke-15, Porsche Rebut Pole Emosional
Baca dalam 60 detik
- Max Verstappen, Chris Lulham, dan Ben Barnicoat hanya menempati posisi ke-15 pada kualifikasi GT World Challenge Europe di Portimao.
- Boutsen VDS Porsche meraih pole position secara emosional setelah kehilangan salah satu pendiri tim, Marc van der Straten.
- Balapan utama tiga jam akan digelar Sabtu pukul 17.00 waktu setempat, dengan Verstappen Racing bertekad bangkit dari posisi tengah.

Max Verstappen, Chris Lulham, dan Ben Barnicoat harus puas memulai balapan GT World Challenge Europe (GTWC) di Sirkuit Portimao dari posisi ke-15 setelah kualifikasi yang mengecewakan pada Jumat (waktu setempat). Hasil ini menjadi pukulan bagi tim Verstappen Racing yang mengusung Mercedes-AMG GT3, terlebih rival sesama pengguna Mercedes, GetSpeed, justru menempatkan diri di barisan depan.
Kesulitan tim yang dioperasikan 2 Seas Motorsport itu sudah terlihat sejak sesi Q1. Ben Barnicoat hanya mencatat waktu tercepat ke-21, terpaut 0,679 detik dari Morris Schuring yang membawa Porsche 911 GT3 R (992) milik Boutsen VDS ke posisi terdepan. Pada Q2, Chris Lulham yang paling berpengalaman dengan Mercedes-AMG GT3 juga tidak mampu berbuat banyak, tertinggal 0,799 detik dari Dorian Boccolacci dan berada di urutan ke-16 di grupnya.
Max Verstappen sempat memberikan harapan di Q3 dengan menorehkan lap tercepat tim, 1 menit 42,093 detik. Namun, catatan itu hanya cukup untuk menempatkan tim di posisi ke-15 secara agregat. Jarak Verstappen terhadap pemimpin sesi Q3, Simon Birch (Ferrari 296 GT3 Evo), memang yang terkecil di antara ketiga sesi, yakni 0,441 detik, tetapi tetap tidak cukup mengangkat posisi tim.
Masalah utama Mercedes-AMG GT3 milik Verstappen Racing terletak pada pengaturan ketinggian mobil yang terlalu rendah, menyebabkan percikan api berlebihan hingga memantul di lintasan lurus. Selain itu, understeer parah di tikungan hairpin membuat mobil sering beralih menjadi oversteer saat keluar tikungan. Ben Barnicoat mengungkapkan bahwa tim melakukan perubahan setup setelah dua sesi latihan bebas, namun keputusan itu justru membuat performa mundur.
"Kami merasa kehilangan sedikit kecepatan. Kami memang berada di posisi atas daftar waktu, tapi tidak ada yang benar-benar puas. Jadi kami mencoba beberapa hal, dan jelas tidak berhasil. Banyak percikan api dan memantul di lintasan lurus. Saya rasa kami sedikit melewatkan jendela pengaturan," ujar Barnicoat.
Meski demikian, pembalap asal Inggris itu tetap optimistis menyambut balapan utama. Ia mengakui masih beradaptasi dengan karakter Mercedes yang berbeda dari Lexus yang biasa dikendarainya, tetapi yakin Verstappen dan Lulham memiliki kecepatan untuk bangkit. "Kami tahu apa yang harus dilakukan. Kami semua pemenang di sini, termasuk juara dunia empat kali. Kami akan bekerja keras besok dan mendorong ke depan," tambahnya.
Di sisi lain, Boutsen VDS berhasil meraih pole position dengan latar belakang emosional. Tim yang dikelola Olivier Laine dan Olivia Boutsen—saudari mantan pembalap F1 Thierry Boutsen—kehilangan salah satu pendirinya, Marc van der Straten, pada Juli lalu di usia 78 tahun. Kemenangan pole ini menjadi persembahan bagi almarhum. Schuring dan Boccolacci tampil cepat di Q1 dan Q2, lalu Picariello menjaga keunggulan dengan waktu tercepat ketujuh di Q3.
Balapan utama tiga jam akan dimulai Sabtu pukul 17.00 waktu setempat. Verstappen Racing harus memutar otak untuk memperbaiki performa jika ingin bersaing di barisan depan. Sementara itu, BMW mengalami sesi kualifikasi yang buruk; pembalap terbaik mereka, Sheldon van der Linde, hanya menempati posisi ke-14, dan Valentino Rossi harus memulai dari belakang setelah lap tercepatnya dihapus karena pelanggaran batas lintasan.
Akankah Verstappen Racing mampu bangkit dari posisi ke-15 dan memberikan kejutan di balapan nanti? Kita tunggu aksi mereka di Sirkuit Algarve.



