Ferrari Angkat Dino Beganovic Jadi Pembalap Cadangan F1 2027, Karier Junior Berakhir Tanpa Kursi Utama
Baca dalam 60 detik
- Dino Beganovic resmi dipromosikan Ferrari sebagai pembalap cadangan F1 untuk musim 2027 setelah tujuh tahun di akademi pembalap.
- Keputusan ini diambil setelah Rafael Camara, rekan sesama akademi, menyalipnya dan mendapat kursi Haas, meninggalkan Beganovic tanpa jalan ke kursi utama.
- Ferrari juga menyiapkan Tuukka Taponen sebagai penerus di F2, menandakan regenerasi berkelanjutan di program pembinaan.

Ferrari resmi mempromosikan pembalap juniornya, Dino Beganovic, sebagai pembalap cadangan Formula 1 untuk musim 2027. Langkah ini menandai berakhirnya perjalanan panjang pembalap berusia 22 tahun itu di ajang junior setelah tujuh tahun bergabung dengan Ferrari Driver Academy (FDA).
Beganovic, yang memiliki darah Swedia-Bosnia, bergabung dengan FDA setelah menjuarai kejuaraan karting Italia dan Swedia serta menjadi runner-up di WSK Euro Series. Selama di akademi, ia menorehkan sejumlah prestasi: peringkat ketiga sebagai rookie di Italian F4, juara Formula Regional European Championship pada percobaan kedua, dan dua kali finis keenam di F3. Saat ini, ia menempati posisi kelima di klasemen F2 2026 bersama tim DAMS, dengan kemenangan beruntun di Madring dan Baku.
Meski konsisten menang di setiap kompetisi yang dijalaninya, Beganovic harus mengakui keunggulan rekan sesama akademi, Rafael Camara. Pembalap Brasil itu kini memimpin klasemen F2 sebagai rookie dan telah menandatangani kontrak F1 2027 dengan Haas, di mana ia diproyeksikan mendampingi lulusan FDA lainnya, Oliver Bearman. Situasi ini membuat karier junior Beganovic berakhir tanpa kursi balap di F1.
Sebagai pembalap cadangan, Beganovic akan menjalani tugas pengembangan tambahan bersama tim. Meskipun tidak mendapatkan kursi utama, perannya tetap krusial dalam mendukung pengembangan mobil dan strategi tim. Ferrari tampaknya ingin memaksimalkan potensi pembalap yang telah lama dibina, meski harus bersaing ketat dengan talenta lain.
Keputusan Ferrari ini juga menyoroti dinamika keras di akademi pembalap. Camara, yang lebih muda, berhasil melampaui Beganovic dan langsung mendapatkan kursi di Haas. Sementara itu, FDA tetap memiliki representasi di F2 melalui Tuukka Taponen, yang musim ini finis ketiga di F3 berkat tiga podium di dua putaran terakhir setelah sebelumnya tidak pernah masuk tiga besar.
"Ini adalah langkah strategis Ferrari untuk menjaga kedalaman skuad pembalap cadangan sekaligus memberi kesempatan bagi talenta muda yang lebih menjanjikan," ujar seorang pengamat motorsport yang enggan disebutkan namanya.
Bagi penggemar F1 di Indonesia, promosi Beganovic menjadi pengingat bahwa jalur menuju kursi utama semakin kompetitif. Tidak hanya kecepatan, tetapi juga konsistensi dan momentum menjadi faktor penentu. Ferrari, sebagai salah satu tim paling ikonik, terus mengkalibrasi program pembinaannya untuk menghasilkan pembalap masa depan.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah Beganovic dapat memanfaatkan peran cadangan untuk menarik perhatian tim lain, atau justru menjadi batu loncatan menuju kursi utama jika ada kesempatan. Sementara itu, mata akan tertuju pada Camara dan Taponen yang membawa harapan baru bagi Ferrari di lintasan.



