Riot Tutup League of Legends Classic Januari 2027, Pemain Kembali ke League Utama
Baca dalam 60 detik
- Riot Games memastikan layanan League of Legends Classic berakhir pada Januari 2027, hanya tiga bulan setelah peluncurannya pada Juli 2026.
- Keputusan ini diambil karena sebagian besar pemain kembali ke League of Legends reguler, meski Riot tidak menutup peluang menghadirkan Classic sebagai mode event di masa depan.
- Pemain di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, hanya bisa mengakses Classic pada jadwal tertentu mulai pekan depan, sementara konten khusus Classic akan direfund.

Riot Games resmi mengumumkan penutupan layanan League of Legends Classic pada Januari 2027, menandai berakhirnya eksperimen mode throwback yang baru diluncurkan Juli lalu. Pengumuman ini disampaikan melalui laman resmi League of Legends, bersamaan dengan peluncuran Season 3 Act 2, yang menyatakan bahwa Classic akan tersedia hingga akhir Season 3 2026 sebelum benar-benar dimatikan.
Keputusan tersebut diambil setelah Riot menilai bahwa animo pemain terhadap Classic tidak bertahan lama. "Kami melihat banyak pemain bersenang-senang mengenang masa lalu dengan Classic. Namun, saat ini sebagian besar dari mereka telah kembali ke bagian lain League," tulis Riot dalam pernyataan resminya. Meski demikian, Riot menegaskan bahwa para pemain tetap setia pada ekosistem League of Legends secara keseluruhan, bukan meninggalkan game sepenuhnya.
Fenomena ini berbeda dengan yang dialami World of Warcraft saat pertama kali meluncurkan mode Classic. WoW Classic berhasil menarik kembali pemain lama yang kecewa dengan versi terkini, sementara LoL Classic justru kehilangan daya tariknya dalam waktu singkat. Riot pun tidak menutup pintu untuk menghadirkan Classic kembali di masa depan, kemungkinan sebagai mode event dengan berbagai penyesuaian dan tambahan konten.
Meski layanan akan dihentikan, Riot masih menghadirkan sejumlah champion baru untuk Classic. Mordekaiser, Yorick, Hecarim, dan Lucian akan bergabung pada patch 26.21, disusul Volibear, Urgot, dan Udyr hingga patch 26.23. Langkah ini tampaknya menjadi semacam perpisahan bagi para pemain setia Classic, sekaligus upaya Riot untuk tetap memberikan pengalaman bermain yang lengkap hingga akhir masa layanan.
"Tujuan kami adalah menghadirkan Classic kembali di masa depan, kemungkinan sebagai mode event dengan penyesuaian dan tambahan," ungkap Riot Games.
Bagi pemain di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, keputusan ini membawa dampak langsung. Mulai pekan depan, akses ke Classic tidak lagi bebas kapan saja. Riot membatasi jam bermain untuk menghindari antrean panjang di server. Pemain di wilayah ini hanya bisa masuk pada hari kerja pukul 16.00 hingga tengah malam, serta akhir pekan dari Sabtu pukul 10.00 hingga Minggu dini hari pukul 01.00 waktu server. Pembatasan ini tentu mengurangi fleksibilitas, terutama bagi mereka yang biasa bermain di luar jam tersebut.
Keputusan Riot untuk menutup Classic juga mencerminkan dinamika industri game yang semakin kompetitif. Mode throwback memang sempat menjadi strategi populer untuk menarik kembali pemain lama, tetapi tidak selalu berhasil mempertahankan mereka. Dalam kasus LoL Classic, antusiasme awal tampaknya tidak diimbangi dengan retensi jangka panjang. Riot tampaknya belajar dari kegagalan ini dan berencana membagikan pelajaran yang didapat, baik keberhasilan maupun kegagalan, untuk penyempurnaan iterasi Classic di masa mendatang.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Riot akan benar-benar menghadirkan Classic sebagai mode event, atau justru mengalihkan fokus ke pengembangan League of Legends utama. Bagi para pemain yang masih ingin bernostalgia, jendela waktu yang tersisa hingga Januari 2027 bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Namun, dengan pembatasan jam bermain dan refund yang diberikan, Riot sepertinya sudah menyiapkan skenario perpisahan yang terukur.



