Solana Foundation Luncurkan DvP, JPMorgan Sumbang Keahlian Settlement
Baca dalam 60 detik
- Solana Foundation memperkenalkan Solana DvP, protokol open-source yang memungkinkan penyelesaian transaksi institusional secara atomik di blockchain dalam hitungan detik.
- JPMorgan berkontribusi pada pengembangan dengan menyediakan pengetahuan puluhan tahun soal tenggat waktu, isolasi escrow, dan fitur token seperti pausable tokens dan transfer hooks.
- Langkah ini berpotensi mengubah transaksi tokenisasi satu kali menjadi bisnis rutin, sekaligus memperkuat posisi Solana di infrastruktur keuangan publik.

Solana Foundation resmi meluncurkan Solana DvP, sebuah program open-source untuk penyelesaian transaksi delivery-versus-payment (DvP) yang memungkinkan institusi menyelesaikan perdagangan secara atomik di blockchain dengan finalitas dalam hitungan detik, bukan hari. Peluncuran ini diumumkan pada 6 Oktober dan mendapat masukan dari JPMorgan, bank investasi global yang menyumbangkan keahlian penyelesaian transaksi selama puluhan tahun.
Dalam sistem keuangan tradisional, aset dan uang bergerak melalui rantai kliring dan kustodian selama satu hingga dua hari, mengikat modal dan meninggalkan risiko principal. Solana DvP memadatkan beberapa tahap tersebut menjadi satu transaksi atomik, di mana kedua sisi penyelesaian terjadi bersamaan atau tidak sama sekali. Artinya, institusi tidak lagi perlu mempercayai pihak lawan untuk mengirim aset kemudian, karena perdagangan hanya tuntas jika keduanya terpenuhi secara instan.
Program ini juga menggantikan pendekatan tambal sulam yang selama ini dihadapi institusi saat menyelesaikan transaksi on-chain, di mana mereka harus memesan kontrak pintar khusus untuk setiap kesepakatan. Dengan standar terbuka ini, Solana menawarkan satu protokol yang dapat digunakan di seluruh ekosistem, mengurangi friksi dan biaya pergerakan nilai.
Keterlibatan JPMorgan bukan hal baru di Solana. Sebelumnya, bank tersebut telah menengahi kesepakatan commercial paper untuk Galaxy Digital yang diselesaikan dalam USDC. Kehadiran standar DvP yang terbuka dan teraudit dapat mengubah transaksi satu kali tersebut menjadi bisnis reguler. JPMorgan sendiri melalui Kinexys telah menguji perdagangan DvP lintas rantai dengan Ondo Finance, menghubungkan infrastruktur pembayaran berizin dengan testnet publik Ondo Chain.
"Atomic settlement removes counterparty risk that is inherent in traditional finance. Solana DvP program provides institutions with one open standard across the Solana ecosystem, on public infrastructure, with finality in seconds instead of days," ujar Catherine Gu, Head of Product, Digital Assets, Solana Foundation.
Rhodel D'souza, Head of Markets Digital Assets J.P. Morgan, menambahkan bahwa standar bersama untuk atomic DvP adalah infrastruktur fundamental yang dibutuhkan pelaku pasar institusional untuk beroperasi dalam skala besar tanpa risiko penyelesaian dan eksposur pihak lawan. "Kami senang dapat menyumbangkan keahlian kami," ujarnya.
Meski bukan yang pertama, Solana DvP menonjol karena menjadi standar terbuka di infrastruktur publik. Sebelumnya, ClearToken meluncurkan penyelesaian DvP menggunakan aplikasi native yang sepenuhnya berizin dan teregulasi di atas Canton Network yang terdesentralisasi dan mendukung privasi. Perbedaan utama Solana DvP terletak pada keterbukaan dan aksesibilitasnya bagi institusi yang ingin bertransaksi di jaringan publik.
Bagi Indonesia, perkembangan ini dapat menjadi sinyal penting. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia tengah menggodok kerangka regulasi aset kripto dan tokenisasi. Standar DvP terbuka seperti ini dapat mempercepat adopsi penyelesaian transaksi lintas batas yang lebih efisien, terutama jika lembaga keuangan domestik mulai menjajaki tokenisasi aset. Namun, tantangan tetap ada pada kesiapan infrastruktur dan kejelasan hukum mengenai finalitas penyelesaian on-chain.
Ke depan, pertanyaannya adalah seberapa cepat institusi keuangan global beralih dari uji coba ke volume produksi. Jika Solana DvP benar-benar diadopsi luas, lanskap penyelesaian transaksi bisa berubah signifikan, dengan implikasi besar bagi manajemen likuiditas dan risiko di pasar modal.



