Scott Dixon Peringatkan Lundgaard: Tantangan Terberat adalah Palou di Kandang Sendiri
Baca dalam 60 detik
- Christian Lundgaard resmi mengisi kursi Scott Dixon di Chip Ganassi Racing, namun bayang-bayang Alex Palou langsung menghantui.
- Dixon menilai adaptasi Lundgaard tak sekadar soal kecepatan, melainkan menghadapi dominasi Palou yang telah menyatu dengan tim.
- Sementara itu, Dixon sendiri harus menjalani masa tunggu kontrak hingga Januari sebelum bergabung dengan Arrow McLaren.

Christian Lundgaard resmi menyandang status sebagai penerus Scott Dixon di kursi #9 Chip Ganassi Racing (CGR) untuk musim IndyCar mendatang. Namun, ekspektasi tinggi langsung dibebankan di pundak pembalap Denmark berusia 25 tahun itu. Dixon, yang meninggalkan CGR setelah 25 tahun dan enam gelar juara, tidak segan menyoroti rintangan terbesar yang akan dihadapi Lundgaard: Alex Palou.
Dalam sesi jumpa pers menjelang balapan final IMSA di Michelin Raceway Road Atlanta, Dixon mengungkapkan bahwa kepindahan Lundgaard sebenarnya sudah menjadi rahasia umum di paddock. "Itu seperti rahasia yang paling terbuka," ujarnya. Menurut Dixon, Lundgaard akan memasuki lingkungan tim yang solid, tetapi harus berhadapan dengan Palou yang telah menjadi tulang punggung CGR selama beberapa musim terakhir.
"Akan sangat sulit melawan Alex, terutama di lingkungannya sendiri," kata Dixon. Ia menambahkan bahwa performa Lundgaard dua musim terakhir bersama Arrow McLaren menunjukkan potensi besar, namun menghadapi Palou di CGR adalah ujian yang berbeda. Palou, yang telah meraih gelar juara IndyCar 2021, 2023, dan 2024, dikenal memiliki chemistry kuat dengan tim dan insinyur.
Bagi Lundgaard, tekanan tidak hanya datang dari dalam lintasan. CGR adalah tim dengan budaya juara yang menuntut hasil instan. Dixon menyebut bahwa Lundgaard akan menemukan orang-orang hebat di sana, tetapi ekspektasi tetap tinggi. "Dia akan menjadi tantangan yang bagus dan cocok untuk tim, untuk dirinya, untuk Chip, dan juga untuk PNC Bank," tambahnya.
Sementara itu, Dixon sendiri tengah menjalani masa "gardening leave" atau cuti wajib akibat pembatasan kontrak. Ia mengaku tidak menyangka CGR akan menegakkan klausul tersebut, namun ia menerima keadaan. "Itu memang benar. Bukan hal yang saya pikir akan mereka pertahankan, tapi begitulah kontrak ditulis. Christian dilepas setelah balapan terakhir, dan saya baru bisa mulai 1 Januari," jelasnya.
Meski tidak bisa langsung bergabung dengan Arrow McLaren, jadwal Dixon tetap padat. Ia terlibat dalam berbagai kegiatan balap, termasuk uji coba, simulasi, dan even Goodwood Revival. Ia juga berencana mendampingi putranya, Kit, dalam balapan gokart nasional di Indianapolis. "Saya juga akan menghadiri balapan terakhir NASCAR Cup bersama Legacy. Saya suka Cup, balapannya seru," ujarnya.
Dixon juga masih mempertimbangkan untuk tampil di Race of Champions yang tahun ini digelar di Wellington, Selandia Baru, kampung halamannya. "Itu akan sangat menyenangkan, tapi saya masih mengatur jadwal, terutama menjelang bergabung dengan McLaren," katanya.
"Saya bahkan tidak memikirkannya seperti itu. Saya pikir kita masih akan bertemu... Selalu menyenangkan bekerja dengan Alex. Mungkin di masa depan, di balapan Endurance GT, kita bisa bertemu lagi."
โ Scott Dixon, saat ditanya tentang akhir kebersamaannya dengan Palou di CGR.
Akhir pekan ini menjadi momen terakhir Dixon dan Palou berada di bawah bendera yang sama. Meski demikian, Dixon menegaskan tidak ada sentimen berlebihan. "Itu tidak akan terjadi, bro. Saya tidak pernah memikirkannya. Di lingkungan ini, Anda punya lima rekan setim lain. Waktu bersama singkat, tapi selalu menyenangkan bekerja dengan Alex," tuturnya.
Bagi penggemar IndyCar, transisi ini menandai babak baru. Lundgaard harus membuktikan bahwa ia mampu mengisi sepatu besar yang ditinggalkan Dixon, sementara Palou tetap menjadi patokan. Akankah Lundgaard mampu menyaingi dominasi Palou, atau justru tersandung tekanan? Jawabannya akan terlihat di lintasan musim depan.



