Eddie Murphy Akhirnya Jajal Serial TV Skrip Pertama di Usia 65 Tahun
Baca dalam 60 detik
- Eddie Murphy dikonfirmasi membintangi drama The Chairman garapan Matthew Weiner, pencipta Mad Men, yang tengah dikembangkan di Peacock.
- Ini menjadi debut Murphy sebagai aktor utama dalam serial televisi skrip live-action setelah puluhan tahun berkarier di layar lebar dan stand-up comedy.
- Proyek ini menandai langkah strategis Peacock dan Universal Television dalam memperkuat konten drama premium di tengah persaingan platform streaming.

Eddie Murphy, aktor yang telah lama identik dengan layar lebar dan panggung stand-up, dikabarkan akan membintangi serial televisi skrip pertamanya dalam karier panjangnya. Proyek berjudul The Chairman ini digarap oleh Matthew Weiner, kreator serial legendaris Mad Men, dan saat ini sedang dalam tahap pengembangan di platform streaming Peacock. Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh Variety dan Deadline, menandai babak baru bagi Murphy yang selama ini lebih dikenal sebagai bintang film Hollywood.
Murphy, yang kini berusia 65 tahun, memulai kariernya dari acara sketsa Saturday Night Live pada awal 1980-an sebelum melesat sebagai aktor film dengan puluhan judul populer seperti Coming to America, Dr. Dolittle, dan waralaba Beverly Hills Cop. Meski sempat mengisi suara dalam serial animasi The PJs, ia belum pernah tampil sebagai aktor utama dalam serial televisi skrip live-action. Keterlibatannya di The Chairman pun menjadi tonggak sejarah pribadi sekaligus sinyal bahwa industri televisi masih menjadi magnet bagi bintang film kelas atas.
Matthew Weiner, yang dikenal lewat gaya bercerita lambat namun tajam dalam Mad Men, terakhir kali menggarap serial The Romanoffs pada 2018. Keterlibatannya dalam The Chairman menunjukkan bahwa Peacock serius ingin menghadirkan drama berkualitas yang mampu bersaing dengan platform besar lain. Universal Television, rumah produksi di balik Yellowstone, serta 101 Studios yang juga menangani Landman dan MobLand, turut mendukung proyek ini. Kombinasi nama-nama tersebut memberi gambaran bahwa The Chairman diproyeksikan sebagai tayangan premium dengan standar produksi tinggi.
Bagi Murphy, keputusan ini bukan sekadar soal ekspansi karier. Dalam wawancara dengan The Hollywood Reporter tahun lalu, ia menegaskan bahwa motivasinya bukanlah piala atau pengakuan industri. "Yang ada di pikiran saya adalah melakukan hal-hal bagus dan hanya melakukan hal yang menyenangkan," ujarnya. Ia bahkan berseloroh bahwa jika tidak pernah menang Oscar, suatu hari ia akan menerima penghargaan kehormatan pada usia 90 tahun dan akan tampil dengan tuxedo biru langit sambil melakukan hal konyol dalam pidatonya. Pernyataan ini memperkuat citra Murphy sebagai seniman yang lebih mementingkan kepuasan berkarya ketimbang trofi.
Di sisi lain, langkah Murphy ke televisi mencerminkan pergeseran lanskap hiburan global. Bintang film yang dulu enggan menyentuh serial TV kini melihat platform streaming sebagai ruang berekspresi yang setara dengan layar lebar. Peacock, yang masih berjuang menancapkan posisinya di pasar streaming yang dikuasai Netflix dan Disney+, tentu berharap proyek ini menjadi daya tarik besar. Nama Murphy yang legendaris diharapkan mendongkrak jumlah pelanggan dan menarik perhatian kritikus.
Meski demikian, The Chairman belum mendapat lampu hijau resmi. Peacock masih menimbang kelanjutan proyek ini, dan detail cerita masih dirahasiakan. Jika disetujui, ini akan menjadi serial pertama Weiner sejak 2018 dan menjadi debut Murphy di ranah serial skrip. Sementara itu, Murphy masih memiliki sederet agenda: ia baru saja membintangi komedi heist The Pickup (2025) dan dokumenter Netflix Being Eddie, serta akan kembali mengisi suara Donkey dalam Shrek 5 tahun depan.
Pertanyaannya, apakah televisi akan menjadi rumah baru bagi Eddie Murphy, atau ini hanya persinggahan sebelum ia kembali ke layar lebar? Yang jelas, keterlibatannya dalam proyek ambisius ini menandakan bahwa di usia 65 tahun, ia masih ingin mengejutkan penonton dengan cara yang belum pernah ia lakukan sebelumnya.



