Uji Tanding iPhone 18 Pro Max vs 16 Pro Max: Peningkatan Nyata, tapi Harga Naik Rp1,6 Juta
Baca dalam 60 detik
- iPhone 18 Pro Max menawarkan lompatan performa grafis hingga 141% dan layar 68% lebih terang dibanding iPhone 16 Pro Max, tetapi daya tahan baterai hanya naik tipis 4,63%.
- Kamera utama 48MP dengan aperture variabel dan kontrol manual Pro Controls menjadi pembeda terbesar, sementara kemampuan telephoto 5x iPhone 16 Pro Max masih kompetitif di siang hari.
- Kenaikan harga $100 menjadi $1.299 membuat keputusan upgrade dari iPhone 16 Pro Max semakin sulit, terutama karena pengalaman software iOS 27 relatif identik di kedua perangkat.

Apple kembali mengguncang pasar ponsel premium lewat kehadiran iPhone 18 Pro Max, yang dalam pengujian langsung menunjukkan keunggulan signifikan atas iPhone 16 Pro Max pada beberapa aspek kunci. Namun, selisih generasi dua tahun ini tidak serta-merta membuat pemilik iPhone 16 Pro Max harus buru-buru beralih, terutama dengan banderol harga yang naik menjadi $1.299 atau sekitar Rp21 juta.
Dari segi desain, kedua ponsel nyaris kembar. Keduanya mengusung layar 6,9 inci Super Retina XDR OLED dengan refresh rate 120Hz ProMotion. Perbedaan dimensi hanya terpaut beberapa milimeter, sehingga secara fisik sulit dibedakan. Namun, begitu digunakan di bawah sinar matahari langsung, iPhone 18 Pro Max menunjukkan dominasi lewat tingkat kecerahan puncak 2.326 nits—tertinggi yang pernah tercatat pada iPhone dan 68% lebih terang dari 1.385 nits milik iPhone 16 Pro Max. Layar yang lebih terang membuat teks, pratinjau kamera, dan video tetap terbaca jelas meski pantulan cahaya menerpa.
Perubahan lain yang terasa adalah Dynamic Island yang lebih ringkas pada iPhone 18 Pro Max, serta kemampuan menampilkan tiga Live Activities secara bersamaan, naik dari dua di model sebelumnya. Meski bukan pembeda besar, kombinasi ini memperkuat posisi layar sebagai salah satu alasan utama melirik model terbaru.
Dapur pacu menjadi arena di mana iPhone 18 Pro Max benar-benar menjauh. Chip A20 Pro 2nm mencatat skor Geekbench 6 single-core 4.741 dan multi-core 12.789, masing-masing 40% dan 54% lebih tinggi dari A18 Pro di iPhone 16 Pro Max. Lompatan paling dramatis terjadi pada grafis: dalam uji 3DMark Solar Bay Unlimited, iPhone 18 Pro Max mencetak 67,9 fps berkat skor 17.850, sementara iPhone 16 Pro Max hanya 28,1 fps dengan skor 7.396. Ini peningkatan 141% yang terasa saat bermain game berat atau mengedit video 4K.
Sayangnya, lonjakan performa itu tidak diimbangi daya tahan baterai. Meski kapasitas baterai naik sekitar 15% menjadi 5.391 mAh, hasil uji pengurasan daya hanya menambah hampir satu jam: dari 17 jam 38 menit menjadi 18 jam 27 menit, atau peningkatan 4,63%. Justru kecepatan pengisian daya yang mencolok. Dengan charger 60W, iPhone 18 Pro Max mengisi 53% dalam 15 menit dan 80% dalam 30 menit, nyaris dua kali lipat lebih cepat dari iPhone 16 Pro Max yang hanya mencapai 29% dan 55% pada waktu yang sama.
Di sektor kamera, iPhone 18 Pro Max membawa sejumlah peningkatan hardware yang signifikan. Sensor utama 48MP kini memiliki aperture variabel mekanis (f/1.48 hingga f/4), memberi fotografer kendali fisik atas cahaya yang masuk. Efek bokeh pun lebih natural tanpa bergantung pada pemrosesan software. Ada pula kamera ultrawide 48MP dan telephoto 48MP dengan zoom optik 4x, sementara iPhone 16 Pro Max masih mengandalkan sensor telephoto 12MP dengan zoom optik 5x. Untuk selfie, iPhone 18 Pro Max diperkuat kamera depan 18MP Center Stage, naik dari 12MP.
Fitur Pro Controls native di aplikasi kamera bawaan menjadi nilai tambah besar. Pengguna bisa mengatur eksposur, kecepatan rana, dan fokus secara manual tanpa perlu aplikasi pihak ketiga. Dalam kondisi cahaya terang, kedua ponsel sebenarnya menghasilkan foto yang mirip, dengan dynamic range luas dan detail tajam. Namun, pada zoom 4x, iPhone 18 Pro Max unggul dalam ketajaman detail arsitektur. Meski begitu, saat dipaksa hingga 40x (18 Pro Max) dan 25x (16 Pro Max), keduanya masih mampu menampilkan detail bata dengan jelas—membuktikan bahwa sensor telephoto 12MP iPhone 16 Pro Max masih kompetitif.
"Peningkatan terbesar ada pada otot pemrosesan A20 Pro, ditambah aperture variabel dan Pro Controls. Di luar itu, tidak ada alasan kuat untuk beralih," demikian kesimpulan pengujian tersebut.
Dari sisi software, kedua ponsel menjalankan iOS 27 sehingga pengalaman harian, alat inti, dan kustomisasi nyaris identik. Fitur Apple Intelligence dasar seperti Clean Up, Reframe, dan polling interaktif di Messages tersedia di keduanya. Kehadiran Siri AI di iOS 27 membuat asisten ini lebih proaktif, misalnya menyarankan pembuatan pengingat saat ada yang menyebut acara di Messages. Namun, kemampuan Siri AI paling canggih—seperti Expressive Voices dan dikte lanjutan yang menyaring kata pengisi "umm" dan "ah"—hanya eksklusif untuk iPhone 18 Pro Max dan lima model iPhone lainnya. Ini menjadi pembeda software yang mungkin penting bagi pengguna yang mengandalkan asisten suara.
Bagi konsumen Indonesia, keputusan upgrade dari iPhone 16 Pro Max ke iPhone 18 Pro Max perlu mempertimbangkan kenaikan harga $100 (sekitar Rp1,6 juta) yang membuat harga jual di dalam negeri berpotensi menembus Rp25 juta. Peningkatan performa dan kamera memang menggoda, tetapi dengan daya tahan baterai yang hanya naik tipis dan pengalaman software yang serupa, pemilik iPhone 16 Pro Max sebaiknya menunggu setidaknya satu generasi lagi. Apalagi, iPhone 16 Pro Max masih mampu bersaing dalam fotografi siang hari dan memiliki zoom optik 5x yang tidak dimiliki iPhone 18 Pro Max. Pertanyaannya kini: apakah peningkatan grafis 141% dan layar super terang cukup untuk merogoh kocek lebih dalam, atau lebih bijak menunggu iPhone 19 Pro Max yang mungkin membawa perubahan desain lebih radikal?



