Hamilton dan Leclerc Uji Coba Ferrari 12Cilindri Manuale di Fiorano, Hanya 1.499 Unit Diproduksi
Baca dalam 60 detik
- Lewis Hamilton dan Charles Leclerc menjajal Ferrari 12Cilindri Manuale di sirkuit Fiorano, super GT bertenaga V12 830 hp dengan sistem Manuale-By-Wire pertama dari Ferrari.
- Uji coba ini menjadi momen langka karena kedua pembalap F1 tersebut tampak menikmati sensasi mengemudi tanpa beban kompetisi, video resmi Ferrari telah ditonton lebih dari 200.000 kali.
- Dengan produksi terbatas hanya 1.499 unit, 12Cilindri Manuale berpotensi menjadi buruan kolektor dan menegaskan strategi Ferrari mempertahankan warisan mesin V12 di era elektrifikasi.

Lewis Hamilton dan Charles Leclerc turun dari kokpit Formula 1 untuk menjajal Ferrari 12Cilindri Manuale di sirkuit internal Fiorano, Italia. Uji coba ini menjadi perhatian karena kedua pembalap Scuderia tersebut biasanya hanya mengemudikan mobil balap, bukan grand tourer jalan raya bertenaga 830 hp.
Ferrari 12Cilindri Manuale sendiri baru diperkenalkan pada Juli 2026 sebagai edisi terbatas dari 12Cilindri. Model ini mengusung mesin V12 naturally aspirated 6,5 liter yang dipasang di depan-tengah, dikombinasikan dengan sistem Manuale-By-Wire buatan Ferrari. Sistem tersebut diklaim mampu menghadirkan sensasi mengemudi manual murni, namun tetap memanfaatkan transmisi dual-clutch bawaan pabrik.
Dalam sesi tersebut, Leclerc menjadi yang pertama mencoba kemudi, dengan Hamilton duduk di kursi penumpang. Pembalap asal Monako itu terlihat santai dan sempat melontarkan pujian kepada rekannya. "You're so chill. You are the chill guy!" ujarnya sambil melibas lintasan. Setelah keluar dari mobil, ia hanya berkata, "Amazing!"
Giliran Hamilton mengemudi juga tak kalah meriah. Pebalap tujuh kali juara dunia itu beberapa kali tertawa lepas dan menyebut pengalaman tersebut sangat menyenangkan. "Fantastico! It's very cool. Wow. It's so much fun to drive," kata Hamilton usai sesi.
"Ini harus menjadi salah satu video pertama dalam beberapa waktu di mana para pembalap yang mengemudikan mobil baru benar-benar bahagia, terutama Leclerc. Kerja bagus Ferrari telah memproduksi mobil yang luar biasa," tulis seorang penggemar di kolom komentar.
Reaksi positif juga datang dari warganet lain yang memuji desain 12Cilindri Manuale. "Mobil yang indah dan menakjubkan! Suka 12Cilindri Manuale. Akan sangat luar biasa mengendarainya di Fiorano," ujar salah satu komentar. Ada pula yang menyebutnya sebagai salah satu Ferrari paling tampan saat ini.
Uji coba ini bukan sekadar aksi promosi. Ferrari tengah berada di persimpangan strategi: di satu sisi harus memenuhi regulasi emisi yang semakin ketat dan transisi ke elektrifikasi, di sisi lain tetap mempertahankan loyalitas pelanggan yang mendambakan mesin V12 murni. Kehadiran Manuale-By-Wire menjadi jembatan antara nostalgia dan teknologi modern, memungkinkan pengalaman mengemudi manual tanpa mengorbankan performa transmisi kopling ganda.
Bagi pasar otomotif Indonesia, langkanya mobil dengan transmisi manual di segmen mewah menjadi catatan tersendiri. Ferrari 12Cilindri Manuale tidak akan dijual bebas, melainkan dialokasikan ke kolektor terpilih. Namun, kehadirannya menegaskan bahwa permintaan akan sensasi berkendara analog masih hidup, bahkan di tengah gempuran mobil listrik. Di dalam negeri, beberapa importir dan kolektor swasta memang kerap mendatangkan unit edisi terbatas, meski dengan harga yang jauh melampaui banderol resmi karena pajak dan biaya masuk.
Dengan hanya 1.499 unit yang akan diproduksi, 12Cilindri Manuale diprediksi langsung habis dalam waktu singkat. Ferrari belum mengumumkan harga resminya, tetapi mengingat statusnya sebagai special series, banderolnya dipastikan berada di atas 12Cilindri standar. Bagi Hamilton dan Leclerc, kesempatan mencoba mobil ini mungkin menjadi hiburan di sela jadwal balap yang padat. Namun bagi Ferrari, ini adalah sinyal bahwa warisan V12 belum akan pensiun dalam waktu dekat.
Pertanyaannya, akankah produsen lain mengikuti jejak Ferrari menghadirkan kembali sensasi manual di era digital? Atau justru ini menjadi swan song terakhir bagi mesin pembakaran internal bertenaga besar?



