Abraham Perez Kembali ke Albuquerque, Pertahankan Sabuk Interim WBA Melawan Yankiel Rivera
Baca dalam 60 detik
- Abraham Perez akan mempertahankan gelar juara dunia interim kelas terbang WBA melawan Yankiel Rivera di Kiva Auditorium, Albuquerque, pada 7 November mendatang.
- Laga ini menjadi momen emosional bagi Perez yang pernah mengalami cedera hampir fatal dan kembali ke atas ring untuk meraih sabuk juara.
- Kemenangan atas Rivera tidak hanya memperkuat posisi Perez di peringkat dunia, tetapi juga menghidupkan kembali tradisi tinju kelas bawah di Albuquerque.

Juara dunia interim kelas terbang WBA, Abraham Perez, akan mempertahankan sabuknya untuk pertama kali dalam duel melawan Yankiel Rivera di Kiva Auditorium, Albuquerque, pada Sabtu, 7 November. Duel ini akan disiarkan langsung oleh DAZN mulai pukul 20.00 ET atau 18.00 waktu setempat. Bagi Perez, ini bukan sekadar pertarungan biasa, melainkan pembuktian atas ketangguhan mental dan fisik yang nyaris merenggut segalanya dua tahun lalu.
Pada Agustus 2024, Perez mengalami insiden tenggelam yang hampir merenggut nyawanya, hanya delapan hari sebelum jadwal pertarungan terbesarnya di Albuquerque. Ia sempat koma dan didiagnosis mungkin tidak akan bisa berjalan lagi. Namun, petinju berusia 27 tahun itu bangkit, kembali ke ring pada 2025, dan pada Juni lalu merebut gelar interim WBA setelah mengalahkan juara bertahan Jonathan Gonzalez. Kini, dengan rekor sempurna 15-0 (7 KO), Perez bertekad mengikuti jejak legenda Albuquerque seperti Johnny Tapia dan Danny Romero, yang juga merupakan juara kelas bawah dan ikon kota tersebut.
Rivera, yang berasal dari Bayamon, Puerto Rico, bukan lawan sembarangan. Petinju 29 tahun itu merupakan satu-satunya wakil Puerto Riko di Olimpiade 2020 dan mencatat rekor amatir 133-14. Sejak beralih ke profesional pada 2022, ia melaju cepat dan sempat menantang gelar interim WBA pada pertarungan kedelapannya, meski hanya bermain imbang dengan Angelino Cordova. Kekalahan dari Gonzalez pada laga berikutnya justru menjadi motivasi. Rivera datang ke Albuquerque setelah meraih kemenangan KO ronde pertama atas Francisco Vargas Martinez di Santo Domingo, Republik Dominika, Jumat lalu.
Perez menyadari besarnya tekanan tampil di hadapan publik sendiri. "Sebagian besar atlet bermimpi berada di posisi saya saat ini—mempertahankan sabuk di kampung halaman," ujarnya. "Saya tidak membiarkan apa yang terjadi menghentikan mimpi menjadi juara dunia. Saya bisa saja berhenti dari tinju atau berenang, tetapi optimisme, semangat juang, dan kecintaan pada olahraga inilah yang membuat saya terus melangkah." Ia menegaskan tidak berusaha menjadi Tapia atau Romero, melainkan versi terbaik dari dirinya sendiri.
Di sisi lain, Rivera menegaskan bahwa kekalahan tidak mendefinisikan dirinya. "Anda akan melihat Yankiel Rivera yang 100 persen—fokus, siap, dan termotivasi penuh," katanya. "Saya melihat pertarungan ini sebagai peluang mengalahkan orang yang mengalahkan saya. Kemenangan akan membuktikan bahwa saya pantas berada di jajaran petinju elit kelas 112 pon."
Albuquerque memiliki sejarah panjang sebagai kota tinju yang melahirkan juara kelas bawah seperti Johnny Tapia dan Danny Romero. Kehadiran Perez di puncak kelas terbang interim WBA menghidupkan kembali gairah tinju di kota yang sempat lesu setelah pandemi. Dmitriy Salita, Presiden Salita Promotions, menyatakan misinya adalah menyalakan kembali semangat itu. "Albuquerque adalah salah satu kota tinju legendaris di Amerika," ujarnya. "Kami bangga menampilkan juara dunia lokal, Abraham Perez, bersama petinju berbakat dari gym-gym hebat di Albuquerque."
Legacy Boxing Promotions, yang bekerja sama dalam acara ini, menegaskan komitmen mereka untuk mengembalikan New Mexico sebagai tujuan pertarungan bergengsi. "Sejak awal, tujuan kami adalah menempatkan New Mexico kembali di peta sebagai destinasi tinju juara," kata Aaron Perez dan Gabriel Carlin dari Legacy Promotions. "Kami bertanya kepada Abraham apa yang dia inginkan setelah kemenangan terakhirnya. Dia ingin pertarungan besar di Albuquerque, untuk kota yang telah melalui banyak hal sejak pandemi. Kami senang bisa mewujudkannya."
Bagi penggemar tinju di Indonesia, duel ini menjadi tontonan menarik untuk mengukur kualitas petinju kelas terbang yang kerap dianggap kurang mendapat sorotan. Kemenangan Perez akan memperkuat posisinya sebagai penantang serius di kelas 112 pon, sementara Rivera berusaha membuktikan bahwa kekalahan sebelumnya hanyalah kesalahan langkah. Pertarungan ini juga menjadi ajang pembuktian bagi DAZN yang terus memperluas jangkauan pasar tinju global, termasuk potensi siaran di Asia Tenggara.
Dengan latar belakang dramatis dan ambisi besar kedua petinju, laga ini berpotensi menjadi salah satu pertarungan kelas terbang paling menarik tahun ini. Akankah Perez sukses mempertahankan sabuk di hadapan pendukung sendiri, atau Rivera yang justru mencuri perhatian dan mengubah peta persaingan? Jawabannya akan terungkap di atas ring Kiva Auditorium.



