CD Projekt Red Rilis EP Soundtrack Ekspansi The Witcher 3, Sinyal Kuat Menuju 2027
Baca dalam 60 detik
- Milan Records dan CD Projekt Red resmi meluncurkan EP berisi lima lagu dari ekspansi Songs of the Past di semua platform streaming.
- EP ini menjadi penanda bahwa penggarapan ekspansi masih berjalan meski jadwal rilis baru dipatok pada 2027.
- Kolaborasi dengan Fool's Theory dan komposer pendatang baru menunjukkan upaya CDPR memperluas cakupan produksi di luar tim inti.

Jakarta – CD Projekt Red (CDPR) kembali menggeliatkan jagat The Witcher. Setelah merilis The Witcher 3 Remastered, studio asal Polandia itu kini memperdengarkan lima lagu dari ekspansi terbaru bertajuk Songs of the Past melalui EP yang diedarkan Milan Records ke seluruh layanan streaming musik. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa proyek yang dijadwalkan tiba pada 2027 tersebut masih berjalan sesuai jalur.
EP bertajuk The Witcher 3: Wild Hunt — Songs of the Past (Original Soundtrack Gamescom 2026 EP) memuat komposisi yang pertama kali diperdengarkan dalam gelaran Gamescom tahun ini. Sebagian besar lagu digarap oleh nama-nama baru di waralaba Witcher, yakni Magda Urbańska dan Daniel Elms, sementara Marcin Przybyłowicz—komposer utama The Witcher 3 beserta ekspansi Hearts of Stone dan Blood and Wine—menyumbang satu trek. Kehadiran wajah-wajah segar ini menandai regenerasi di lini musik, meski tetap berpijak pada akar orkestrasi khas Witcher.
Urbańska mengaku tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. "Menciptakan musik untuk Songs of the Past sangat menggairahkan, tapi saya juga merasakan tanggung jawab yang besar," ujarnya. Ia menambahkan bahwa pengalaman mendengar musik The Witcher 3 untuk pertama kali masih membekas kuat hingga kini, dan menurutnya kualitas komposisi itu tak lekang oleh waktu.
Dari sisi konten, Songs of the Past disebut akan membawa Geralt keluar dari masa pensiunnya dan menjelajah ke wilayah baru bernama Letten. Di sana ia harus mengungkap rahasia kelam di balik keindahan permukaan daerah tersebut. Skala ekspansi ini diklaim setara dengan Blood and Wine (2016), yang dikenal luas sebagai salah satu ekspansi RPG paling ambisius. Artinya, pemain bisa mengharapkan wilayah luas, monster baru, serta rangkaian misi yang padat.
Yang menarik, Songs of the Past tidak sepenuhnya digarap CDPR. Pengembangan dilakukan bersama Fool's Theory, studio yang dibentuk oleh sejumlah mantan pengembang The Witcher 3. Fool's Theory juga tengah mengerjakan remake The Witcher 1. Pola kolaborasi ini memperlihatkan strategi CDPR untuk mendistribusikan beban produksi sekaligus mempercepat pipeline proyek-proyek besarnya.
"Saya masih ingat betul pertama kali mendengar musik The Witcher 3: Wild Hunt — getarannya menusuk sampai ke inti. Musik itu luar biasa dulu, dan tetap luar biasa sampai sekarang." — Magda Urbańska, komposer
Bagi pasar Indonesia, perilisan EP ini bukan sekadar kabar angin. Komunitas gim Tanah Air—yang tercatat sebagai salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara untuk judul-judul RPG—biasanya merespons positif peluncuran soundtrack semacam ini. Lagu-lagu tersebut kerap dijadikan konten streaming, cover, hingga diskusi di forum dan media sosial, yang secara tidak langsung menjaga denyut popularitas waralaba di antara perilisan gim besar. Kehadiran EP di platform streaming legal juga membuka peluang monetisasi tambahan bagi CDPR dan Milan Records, sekaligus memperkuat ekosistem musik gim yang belakangan kian diperhitungkan di industri hiburan global.
Dari kacamata industri, langkah CDPR merilis EP jauh sebelum gimnya hadir adalah bentuk hype management yang terukur. Alih-alih mengumbar trailer atau tanggal rilis, mereka membangun ekspektasi lewat musik—medium yang lebih mudah dicerna dan berpotensi viral. Strategi ini juga memberi ruang bagi komposer baru untuk memperkenalkan diri ke basis penggemar yang loyal, tanpa harus menanggung beban ekspektasi berlebihan.
Namun, bayang-bayang keraguan tetap ada. Jadwal 2027 masih terbilang jauh, dan CDPR memiliki rekam jejak panjang dalam hal penundaan. Pertanyaannya, apakah EP ini akan menjadi jembatan yang cukup untuk menjaga antusiasme penggemar selama dua tahun ke depan, atau justru memicu tuntutan agar tanggal pasti segera diumumkan? Yang jelas, The Witcher 3 Remastered yang bebas biaya bagi pemilik versi lama menjadi penawar sementara—setidaknya sampai Geralt benar-benar kembali beraksi di Letten.



