Spesifikasi Motorola Razr Flex Bocor: Layar Lipat 6,92 Inci dan Tantangan untuk iPhone Duo
Baca dalam 60 detik
- Motorola tengah menyiapkan perangkat lipat anyar bernama Razr Flex yang akan menantang iPhone Duo dan Galaxy Z Fold 8.
- Bocoran menyebut Razr Flex mengusung Snapdragon 8 Gen 5, RAM 12GB, dan baterai 5.000mAh, tetapi ukuran layar dalamnya hanya 6,92 inci.
- Jika harga ditekan di bawah iPhone Duo, Motorola berpeluang merebut pangsa pasar foldable di Indonesia, meski harus bersaing dengan Samsung dan vendor Tiongkok.

Motorola dikabarkan sedang mengembangkan perangkat lipat terbaru yang secara internal disebut Razr Flex, sebuah langkah ambisius untuk menantang dominasi iPhone Duo dan Samsung Galaxy Z Fold 8 di segmen ponsel layar lipat. Informasi ini mencuat dari bocoran spesifikasi yang dipublikasikan Android Headlines, memicu diskusi di kalangan pengamat teknologi mengenai arah strategi Motorola di pasar global.
Menurut bocoran tersebut, Razr Flex akan ditenagai chipset Snapdragon 8 Gen 5, dipadukan dengan RAM 12GB dan penyimpanan internal 256GB. Perangkat ini mengusung desain lipat lebar bergaya passport, berbeda dari model lipat buku tradisional. Layar utamanya berukuran 4,97 inci dan dapat dibuka untuk menampilkan layar dalam 6,92 inci. Ukuran itu terbilang lebih kecil dibandingkan iPhone Duo dan Galaxy Z Fold 8 yang memiliki layar dalam 7,6 inci.
Dari sisi harga, Motorola belum memberikan petunjuk resmi. Namun, jika mampu menawarkan Razr Flex di bawah banderol iPhone Duo yang mencapai US$2.000, Motorola berpotensi menarik konsumen yang mencari alternatif lebih terjangkau. Keunggulan lain yang diunggulkan adalah bobot lebih ringan dan dimensi lebih ringkas, sehingga nyaman digunakan dengan satu tangan. Meski demikian, sebagian pengguna mungkin merindukan sensasi genggaman kokoh seperti pada perangkat Apple.
Motorola juga diprediksi unggul pada sektor kamera selfie. Sementara iPhone Duo mengandalkan kamera FaceTime 12MP yang sempat menuai kritik, Razr Flex disebut akan membawa kamera 32MP untuk layar utama dan dalam. Dalam konteks pasar Indonesia, di mana panggilan video telah menjadi bagian dari rutinitas kerja dan sosial, peningkatan kualitas kamera depan bisa menjadi nilai jual signifikan.
Soal daya tahan, baterai 5.000mAh pada Razr Flex memang lebih besar dari 4.700mAh milik iPhone Duo. Akan tetapi, efisiensi chip A20 Pro dan integrasi iOS 27 pada perangkat Apple dapat membuat selisih kapasitas itu tidak selalu berbanding lurus dengan ketahanan baterai. Motorola perlu memastikan optimasi perangkat lunak agar konsumsi daya tetap efisien.
"Saya harap ukuran layar utama itu hanya salah ketik, karena terdengar kurang masuk akal," tulis penulis teknologi yang mengulas bocoran tersebut, menyoroti ukuran 6,92 inci yang dianggap terlalu kecil untuk perangkat lipat.
Kritik terhadap ukuran layar menjadi sorotan. Layar dalam 6,92 inci sebenarnya setara dengan ponsel flagship konvensional seperti iPhone 18 Pro Max atau Galaxy S26 Ultra. Bagi sebagian konsumen, esensi perangkat lipat adalah menggabungkan fungsi ponsel dan tablet dalam satu perangkat. Jika layar dalamnya hanya seukuran ponsel biasa, nilai tambahnya dipertanyakan.
Meski demikian, keberanian Motorola memasuki arena foldable patut diapresiasi. Persaingan di segmen ini diprediksi menghangat dengan kehadiran iPhone Duo dan Galaxy Z Fold 8. Bagi pasar Indonesia, kehadiran Razr Flex dapat memperluas pilihan perangkat lipat, terutama jika harga jualnya kompetitif. Namun, tantangan regulasi impor dan sertifikasi TKDN tetap menjadi faktor penentu apakah perangkat ini akan resmi masuk atau hanya beredar di pasar gelap.
Ke depan, publik menantikan apakah Motorola akan mengonfirmasi spesifikasi ini dan menetapkan harga yang agresif. Jika benar, Razr Flex bisa menjadi penantang serius, tetapi jika ukuran layar tetap 6,92 inci, Motorola harus memiliki argumen kuat untuk meyakinkan konsumen bahwa perangkat ini layak disebut foldable sejati.



