Hadi Almashhadi Wakili AS di Kejuaraan Dunia U19 Montenegro, Incar Emas
Baca dalam 60 detik
- Hadi Almashhadi, petinju asal Taylor, Michigan, terpilih memperkuat Timnas Amerika Serikat pada World Boxing U19 Championships 2026 di Budva, Montenegro, 14-28 Oktober.
- Dengan koleksi tiga gelar nasional, dua Junior Olympic, dan empat National Open, Almashhadi membawa rekam jejak impresif ke panggung global.
- Partisipasi ini menjadi batu loncatan menuju karier profesional, sekaligus ujian mental menghadapi atlet elite dunia.

Petinju muda Amerika Serikat, Hadi Almashhadi, memastikan diri tampil di World Boxing U19 Championships 2026 yang akan berlangsung di Budva, Montenegro, pada 14โ28 Oktober. Atlet 18 tahun asal Taylor, Michigan, itu menjadi salah satu wakil Negeri Paman Sam di ajang bergengsi kelompok umur tersebut.
Perjalanan Almashhadi di dunia tinju dimulai pada 2015. Saat itu, ia masih anak-anak dan terbiasa mengamati aktivitas di gym lokal. Ketertarikannya pada olahraga lain, terutama sepak bola, perlahan tergeser setelah ia menyaksikan langsung atmosfer latihan tinju. "Sejak kecil saya ingin jadi pesepakbola, tetapi tinju langsung menarik perhatian saya," ujarnya, seperti dikutip dari pernyataan resmi.
Sejak menekuni tinju, Almashhadi mengukir prestasi di level nasional. Tercatat, ia telah tiga kali menjuarai USA Boxing National Championships, dua kali meraih gelar National Junior Olympic, dan empat kali menjuarai National Open. Prestasi tersebut menempatkannya sebagai salah satu prospek paling menjanjikan di kelompok umurnya.
Figur yang tak terpisahkan dari perjalanan Almashhadi adalah sang paman, yang lebih dulu meniti karier tinju. Pamannya memiliki rekam jejak amatir yang solid sebelum beralih ke profesional dengan rekor 15-1 (12 KO). Kehadiran sosok panutan di lingkaran keluarga memberikan dampak psikologis besar bagi Almashhadi, yang mengaku termotivasi untuk mengejar standar tinggi yang telah ditetapkan.
Menghadapi kejuaraan dunia, Almashhadi menyatakan kesiapannya. "Ini kesempatan besar yang saya impikan. Saya bersyukur bisa berada di sini, tetapi saya datang untuk membawa pulang medali emas," tegasnya. Ia berencana mengaplikasikan pengalaman dari keluarga, pelatih, dan kompetisi nasional ke panggung internasional.
World Boxing U19 Championships merupakan ajang tahunan yang mempertemukan petinju muda terbaik dari berbagai negara. Partisipasi Almashhadi tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga cerminan regenerasi tinju Amerika Serikat yang terus berjalan. Bagi Indonesia, ajang seperti ini menjadi tolok ukur penting untuk mengevaluasi pembinaan atlet usia muda, terutama menjelang kompetisi regional dan internasional.
Keikutsertaan Almashhadi di Montenegro bisa menjadi batu loncatan menuju karier profesional. Banyak petinju besar memulai dari kejuaraan junior sebelum akhirnya menembus ring profesional. Jika mampu tampil impresif, namanya berpotensi dilirik promotor dan mempercepat transisi ke level elite.
Pertanyaannya, akankah Almashhadi benar-benar membawa pulang emas, atau justru menghadapi kejutan dari lawan-lawan yang belum ia kenal? Yang jelas, kejuaraan ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi mental dan tekniknya.



