Sheila Kennelly, Bintang 'Home and Away', Tutup Usia di 88 Tahun
Baca dalam 60 detik
- Aktris Australia Sheila Kennelly meninggal dunia pada Senin (14/09/26) di rumahnya di New South Wales pada usia 88 tahun.
- Kennelly dikenal luas lewat perannya sebagai Floss McPhee di sinetron 'Home and Away' dan Norma Whittaker di 'Number 96'.
- Kepergiannya menandai berakhirnya generasi emas aktris televisi Australia yang membentuk industri hiburan Negeri Kanguru.

Aktris senior Australia Sheila Kennelly, yang namanya melekat pada sinetron legendaris Home and Away, menghembuskan napas terakhir pada Senin (14/09/26) di kediamannya di New South Wales. Ia berusia 88 tahun. Kabar duka ini disampaikan oleh sejarawan televisi Andrew Mercado melalui media sosial, yang menyebut Kennelly wafat dikelilingi anjing-anjing kesayangan dan keluarganya di peternakan Hunter Valley.
Kennelly bukan sekadar wajah familiar di layar kaca Australia. Ia adalah bagian dari fondasi industri drama televisi Negeri Kanguru, dengan karier yang membentang lebih dari lima dekade. Perannya sebagai Floss McPhee—pekerja karnival eksentrik yang tinggal di karavan—dalam Home and Away sejak 1988 hingga 1989, lalu dilanjutkan pada 2000 hingga 2008, menjadikannya ikon budaya pop yang sulit dilupakan.
Sebelum Home and Away, Kennelly telah menjadi nama rumah tangga lewat sinetron Number 96 (1972–1977) sebagai Norma Whittaker, pelayan bar berwig yang gemar memanggil orang dengan sebutan 'ducky'. Ia juga tampil sebagai Rosa Berlucci, mertua Italia yang ceria, dalam sitkom Kingswood Country (1980–1984). Keputusannya menolak tawaran berakting bersama Meryl Streep di film Evil Angels (1988) demi peran di Home and Away menunjukkan betapa ia memprioritaskan televisi sebagai mediumnya.
Dalam unggahan di media sosial, Andrew Mercado menulis, "Berita duka yang sangat menyedihkan—Sheila Kennelly tersayang telah pergi dengan cara yang selalu ia inginkan, 'jatuh dari ranting,' seperti yang sering ia katakan, di peternakan kesayangannya di Hunter Valley." Ia menambahkan bahwa Kennelly dikelilingi oleh anjing-anjing dan keluarga yang merawatnya dengan penuh kasih di hari-hari terakhirnya. Mercado juga menyebut Kennelly sebagai yang terakhir dari lingkaran pertemanan aktris Number 96 yang juga mencakup Carol Raye, Elaine Lee, dan Elizabeth Kirkby.
Para penggemar pun membanjiri media sosial dengan penghormatan. Seorang pengguna Instagram mengenang, "Saya ingat dia memerankan Floss di Home and Away dan juga Rosa dari Kingswood Country. Dia aktris yang sangat serba bisa dan benar-benar hebat." Penggemar lain yang sedang menonton ulang Number 96 menulis, "Sheila memiliki kehadiran layar yang alami dan chemistry yang hebat dengan Gordon. Kepergiannya adalah berita duka."
Lahir di Brighton, Inggris, Kennelly pindah ke Australia bersama keluarganya saat masih kecil. Ia menempuh pendidikan di North Sydney Girls High School dan berlatih di Independent Theatre. Karier aktingnya dimulai pada akhir 1950-an melalui panggung teater sebelum beralih ke televisi. Di balik kesuksesannya, Kennelly pernah mengalami patah hati ketika produser Home and Away mengeluarkan karakternya pada 1989 karena ingin merombak format acara dan fokus pada pemain muda. Namun, ia kemudian diundang kembali untuk menghidupkan Floss dari 2000 hingga 2008.
Kepergian Kennelly meninggalkan warisan besar bagi industri hiburan Australia. Ia adalah representasi era ketika sinetron tidak hanya menghibur tetapi juga membentuk identitas budaya. Bagi penonton Indonesia, sosok Kennelly mungkin tidak sepopuler bintang Hollywood, tetapi bagi generasi yang tumbuh dengan drama Australia pada 1990-an, perannya di Home and Away—yang sempat tayang di beberapa stasiun televisi nasional—menjadi memori kolektif. Kiprahnya juga mengingatkan bahwa aktor karakter dengan peran pendukung sering kali menjadi tulang punggung narasi sinetron panjang.
Dengan kepergiannya, muncul pertanyaan tentang bagaimana industri televisi Australia akan mengenang generasi aktris seperti Kennelly di tengah dominasi platform streaming yang mengubah lanskap produksi. Apakah warisan mereka akan terus dirayakan, ataukah perlahan terlupakan seiring bergantinya selera penonton?



