BNN Peringatkan Narkotika Cair Bersembunyi di Vape: 1.716 dari 1.745 Sampel Mengandung Zat Baru
Baca dalam 60 detik
- Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto mengungkap pergeseran modus peredaran narkotika ke bentuk cair yang menyusup lewat rokok elektrik.
- Laboratorium BNN menemukan 1.716 dari 1.745 sampel vape positif mengandung New Psychoactive Substances, memperkuat desakan pelarangan total.
- BNN mendorong perusahaan menerapkan kebijakan bebas vape, dengan Garuda Indonesia menjadi korporasi terbaru yang menyatakan komitmen.

Badan Narkotika Nasional (BNN) menempatkan narkotika cair sebagai ancaman baru yang paling cepat berkembang dalam peta kejahatan narkotika nasional. Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto mengungkapkan bahwa dalam dua bulan terakhir pihaknya menyita hampir delapan ton narkotika melalui empat operasi besar, dan sejumlah di antaranya berbentuk cairan โ indikasi bahwa sindikat mulai meninggalkan pola lama yang mudah terdeteksi.
Dari empat pengungkapan tersebut, satu kasus menonjol: sekitar 3,37 ton kuncup bunga ganja asal Thailand yang hendak dikirim ke Eropa. Menurut Suyudi, tujuan akhirnya bukan konsumsi konvensional, melainkan ekstraksi menjadi narkotika cair. Temuan ini menggarisbawahi bahwa Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pasar, tetapi juga jalur transit bagi produk yang diproses lebih lanjut di negara tujuan.
Yang membuat BNN paling waspada adalah penyusupan narkotika cair ke perangkat vape. Suyudi menyatakan tren ini mulai terlihat di kalangan anak-anak, yang mengira tengah menggunakan rokok elektrik biasa. "Pintu masuknya semakin terlihat trennya di kalangan anak-anak kita, melalui rokok elektrik atau vape," ujarnya, seraya menambahkan bahwa perangkat tersebut bisa menjadi kendaraan senyap bagi zat terlarang.
Dasar rekomendasi pelarangan total vape bukan sekadar asumsi. Laboratorium BNN memeriksa 1.745 sampel rokok elektrik dan menemukan 1.716 di antaranya mengandung NPS โ proporsi yang nyaris menyeluruh. Diskusi dengan dokter spesialis jantung, paru, dan penyakit dalam juga menyimpulkan bahwa kandungan kimia dalam vape berisiko menimbulkan gangguan kesehatan serius, terlebih bila disusupi narkotika. Bagi dunia usaha, temuan ini memperkuat urgensi kebijakan tempat kerja bebas vape, bukan hanya sebagai kepatuhan regulasi, tetapi sebagai langkah mitigasi risiko hukum dan reputasi.
BNN pun mulai menyasar lingkungan korporasi. Dalam sosialisasi di Tangerang, Banten, Rabu (9/9), imbauan serupa disampaikan kepada pegawai PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan menegaskan komitmen perusahaan menjaga lingkungan kerja yang aman dan sehat, serta memastikan tidak ada ruang bagi penyalahgunaan narkotika. Ia berharap kolaborasi dengan BNN memperkuat kewaspadaan seluruh personel, terutama karena industri penerbangan menuntut standar keselamatan tinggi. Sebagai langkah deteksi dini, para pegawai menjalani tes urine pada akhir kegiatan.
Bagi pembaca Indonesia โ terutama investor, profesional, dan pengelola SDM โ sinyal ini punya implikasi langsung. Perusahaan di sektor transportasi, manufaktur, dan jasa yang memiliki tenaga kerja usia muda perlu meninjau ulang kebijakan internal terkait vape dan program deteksi dini. Regulasi yang lebih ketat terhadap rokok elektrik berpotensi memengaruhi rantai pasok industri vape legal, sekaligus membuka peluang bagi penyedia layanan tes narkotika dan konsultan kepatuhan. Di sisi lain, penegakan hukum yang lebih agresif terhadap narkotika cair dapat meningkatkan risiko operasional bagi pelaku logistik yang tidak memiliki prosedur pemeriksaan ketat.
"Kami memastikan tidak ada ruang bagi penyalahgunaan narkotika di lingkungan perusahaan," tegas Glenny Kairupan, seperti dikutip dari keterangan resmi.
Pertanyaannya kini: seberapa cepat kerangka regulasi nasional menyesuaikan diri dengan modus yang terus bermutasi ini? Tanpa pembaruan aturan dan penguatan kapasitas deteksi โ termasuk alat tes urine khusus untuk narkotika cair โ celah yang dimanfaatkan sindikat akan tetap terbuka, dan kelompok usia paling rentan akan terus menjadi sasaran.



