Ariana Grande Rilis Album Live 'Petal' di iTunes, Kejutan Perpisahan Sebelum Rehat Panjang
Baca dalam 60 detik
- Ariana Grande merilis album live 'Petal (The Complete Live Album)' secara eksklusif di iTunes, berisi 12 lagu konser plus satu trek bonus.
- Rilis ini muncul seminggu setelah tur 'Eternal Sunshine' berakhir, menandai awal jeda karier yang direncanakan penyanyi berusia 33 tahun itu.
- Album ini menjadi kenang-kenangan bagi penggemar, sekaligus sinyal bahwa publik harus menunggu lama sebelum aksi panggung berikutnya.

Penyanyi pop Amerika Serikat, Ariana Grande, secara mengejutkan merilis album rekaman langsung bertajuk Petal (The Complete Live Album) di platform iTunes, hanya sepekan setelah menuntaskan rangkaian konser tur Eternal Sunshine. Album ini menjadi penanda perpisahan sementara bagi pelantun "7 Rings" tersebut sebelum dirinya mengambil jeda panjang dari industri hiburan.
Album yang hanya tersedia di iTunes itu memuat dua belas trek yang dibawakan langsung saat konser, termasuk satu rekaman latihan dari lagu Hate That I Made You Love Me. Langkah ini dinilai sebagai bentuk apresiasi terhadap para penggemar yang telah setia mengikuti perjalanan tur yang membentang di Amerika Serikat, Kanada, hingga Inggris Raya.
Keputusan merilis album live ini datang sepekan setelah Grande tampil emosional di konser pamungkasnya di O2 Arena, London, pada Selasa (1/9/2026). Dalam momen yang mengharukan, ia menangis di atas panggung saat mengucapkan salam perpisahan kepada para penggemar. Pelantun Dangerous Woman itu menyebut tur tersebut sebagai salah satu pengalaman paling indah dan luar biasa dalam hidupnya.
Di sela-sela tangisnya, Grande mengungkapkan rasa terima kasihnya tanpa ingin terlihat berlebihan. "Terima kasih dari lubuk hati saya yang paling dalam... Saya akan selalu menghargai pengalaman ini, dan saya memiliki penggemar terbaik di seluruh dunia," ujarnya. Ia juga menyinggung perjalanan kariernya yang panjang, dari lagu Honeymoon Avenue hingga konser di Hampstead, sebagai bagian dari perjalanan yang tak terlupakan.
Momen haru lainnya terjadi saat ia membawakan lagu One Last Time (Attends-moi). Grande tampak kesulitan menahan emosi dan meminta penonton untuk membantunya menyanyikan lagu tersebut. Kejadian ini menjadi sorotan karena memperlihatkan sisi rentan seorang superstar di hadapan puluhan ribu penggemarnya.
Selain momen emosional, tur ini juga diwarnai insiden fisik. Grande mengalami luka cukup dalam di kakinya dan harus tampil dengan alas kaki Uggs yang nyaman pada dua pertunjukan terakhir. Melalui unggahan Instagram, ia menjelaskan bahwa kakinya diperban dan ia mungkin kesulitan menumpu berat badan, namun ia memastikan kondisinya membaik dan siap tampil meski harus sedikit lebih pendek dari biasanya.
Sebelumnya, pada 3 Agustus, Grande sempat menghentikan konsernya di Chicago untuk menjelaskan bahwa keputusannya untuk mengurangi intensitas tampil di depan publik telah diambil jauh-jauh hari. Ia menegaskan bahwa hal itu bukan reaksi terhadap komentar daring tentang penampilannya. Pernyataan ini penting untuk meluruskan spekulasi yang beredar di media sosial.
Bagi penggemar di Indonesia, kehadiran album live ini menjadi alternatif untuk menikmati konser Ariana Grande secara virtual. Meski tidak ada tur Asia dalam rangkaian Eternal Sunshine, album ini sedikit mengobati kerinduan penggemar tanah air yang selama ini hanya bisa menyaksikan aksi panggungnya melalui layar. Industri musik Indonesia juga bisa belajar dari strategi rilis kejutan seperti ini untuk membangun engagement dengan penggemar.
Dengan dirilisnya album live ini, publik seolah diberi tanda bahwa Ariana Grande akan vakum cukup lama. Pertanyaannya, akankah ia benar-benar meninggalkan panggung untuk waktu yang lama, atau justru ini adalah awal dari babak baru yang lebih matang dalam kariernya? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun para penggemar tentu berharap ia kembali dengan karya-karya yang lebih mendalam.



