Prabowo Perintahkan Karhutla di Sekitar IKN Dipadamkan Tuntas: Zona Inti Jadi Prioritas
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan pemadaman kebakaran hutan di Bukit Soeharto, Kalimantan Timur, yang berjarak dekat dengan kawasan inti IKN.
- BNPB melaporkan 98 persen lahan gambut di enam provinsi prioritas telah berhasil dipadamkan, namun sisa titik api masih berpotensi memicu kebakaran baru.
- Pemerintah berencana menempatkan helikopter berat Chinook di lokasi strategis untuk memperkuat operasi udara penanganan karhutla.

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memastikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, tidak meluas hingga masuk ke zona inti kawasan pemerintahan. Arahan ini disampaikan dalam rapat penanganan bencana yang digelar secara virtual dari Istana Merdeka, Senin, menyusul laporan adanya titik api di Bukit Soeharto yang luasnya mencapai 458 hektare.
Dalam rapat tersebut, Kepala BNPB Suharyanto melaporkan bahwa karhutla di Bukit Soeharto masih dalam proses pemadaman dengan mengerahkan satuan tugas darat dan helikopter water bombing. Namun, Prabowo menilai upaya yang ada belum cukup. Ia meminta agar aset pemadaman diperkuat, termasuk kemungkinan menambah armada udara, mengingat lokasi kebakaran hanya berjarak relatif dekat dengan area inti IKN yang menjadi simbol masa depan pemerintahan Indonesia.
โKebakaran yang dekat IKN itu harus diperhatikan dan mungkin kita harus kerahkan aset-aset lebih untuk jangan sampai kebakaran itu sampai ke zona inti,โ ujar Prabowo dalam tayangan langsung kanal YouTube Sekretariat Presiden. Pernyataan ini menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin ambil risiko terhadap keselamatan aset nasional yang tengah dibangun di tengah hutan Kalimantan Timur.
Secara paralel, BNPB melaporkan perkembangan positif dalam penanganan karhutla di enam provinsi prioritas yang tersebar di Sumatera dan Kalimantan. Hingga Senin, sekitar 98 persen lahan gambut yang terbakar telah berhasil dipadamkan. Dari total 72.009,10 hektare lahan yang terbakar, petugas gabungan berhasil memadamkan 71.069,65 hektare. Sisa area yang masih menyala sekitar 939,45 hektare tengah menjadi fokus operasi pemadaman pada hari yang sama.
Keenam provinsi tersebut meliputi Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Jambi. Suharyanto menjelaskan bahwa karakteristik lahan gambut yang sulit dipadamkan menjadi tantangan utama. Api yang telah dipadamkan dapat kembali menyala, sementara titik api baru kerap muncul di tengah proses penanganan. โApakah 939,45 ini setelah dipadamkan hari ini, besok berkurang? Mudah-mudahan berkurang, tetapi kadang-kadang juga tidak berkurang signifikan karena hari ini juga ditemukan titik kebakaran yang baru, atau kebakaran yang lama yang sudah dipadamkan tiba-tiba hidup kembali,โ kata Suharyanto.
Di tengah upaya pemadaman yang masif, Presiden Prabowo juga meminta Suharyanto untuk berkoordinasi dengan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengenai penempatan helikopter berat jenis Chinook. Langkah ini diambil untuk memastikan aset strategis tersebut ditempatkan di lokasi yang paling membutuhkan, baik untuk operasi pemadaman maupun dukungan logistik. โBaik, nanti didiskusikan ya dengan Panglima TNI nanti posisi (helikopter) Chinook-Chinook sebaiknya ada di mana,โ kata Presiden.
Bagi Indonesia, karhutla bukan sekadar bencana ekologis, tetapi juga memiliki dampak ekonomi dan sosial yang luas. Asap yang ditimbulkan kerap mengganggu kesehatan masyarakat, mengganggu penerbangan, serta merusak citra negara di mata dunia. Terlebih, kebakaran yang mendekati IKN dapat menghambat proses pembangunan dan menimbulkan kerugian material yang besar. Oleh karena itu, instruksi presiden untuk memperkuat aset pemadaman menjadi sinyal serius bahwa pemerintah tidak akan menoleransi meluasnya kebakaran di area vital.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah seberapa cepat BNPB dan jajaran terkait mampu menuntaskan sisa titik api di tengah tantangan cuaca dan karakteristik lahan gambut. Apakah penambahan armada helikopter berat akan cukup untuk mencegah kebakaran kembali membesar? Publik tentu berharap agar upaya ini tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga diiringi langkah preventif jangka panjang, seperti pengelolaan lahan basah yang lebih baik dan penegakan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab atas pembakaran lahan.



